BACAAJA, SEMARANG – Gelaran MTQ Nasional ikut mendongkrak bisnis perhotelan. Okupansi hotel di Kota Semarang saat ini berada diproyeksikan naik hingga 90 persen saat puncak acara.
Penjabat Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Albert Dwijaya mengatakan, dampak MTQ tak hanya dirasakan hotel.
Bisnis travel, restoran, corporate gathering, hingga UMKM juga ikut mendapat manfaat.
“Yang kita lihat city okupansi kurang lebih ada di kisaran 80 persen. Kami optimis pada puncaknya okupansi kamar hotel bisa mencapai 90 persen,” kata Albert, Jumat (11/9/2026).
Bacaaja: Jelang MTQ Nasional, Stasiun Kereta di Kota Semarang Makin Ramai
Bacaaja: MTQ Nasional 2026, Pemprov Berencana Tambah Penerbangan
PHRI Jateng sebelumnya sudah memberikan arahan kepada 120 anggota aktif untuk menyiapkan pelayanan bagi kafilah dan tamu MTQ. Hotel diminta memastikan keramahan, kebersihan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung selama peserta menginap.
Sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap kafilah juga memasang spanduk ucapan selamat datang. Penyambutan dilakukan melalui layar elektronik maupun spanduk konvensional.
“Selain itu, terkait food quality maupun sertifikasi halal atau kelayakan makanan, sudah sesuai dengan standar yang dibutuhkan sama teman-teman kafilah,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kebutuhan kamar, PHRI Jateng juga berkoordinasi dengan hotel-hotel di sekitar Kota Semarang. Langkah ini dilakukan agar seluruh tamu dan kafilah bisa mendapatkan tempat menginap.
Albert mengatakan, pelaku UMKM juga berpeluang mendapatkan keuntungan dari banyaknya tamu yang datang. Dia mendorong UMKM untuk lebih aktif menawarkan produk lokal dan khas Semarang kepada para peserta MTQ. (bae)

