BACAAJA, SEMARANG – Peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dari berbagai daerah bakal meramaikan Kota Semarang. Di sela padatnya rangkaian kegiatan, bukan tidak mungkin mereka mencari tempat untuk bersantai dan menikmati destinasi wisata yang ada di Kota Semarang.
Meski belum mendapat persiapan khusus untuk menyambut wisatawan MTQ, pengelola Taman Lele memastikan kawasan wisata tersebut tetap dalam kondisi siap menerima pengunjung dari mana pun.
Pengelola UPTD Taman Lele, Reni, mengatakan pihaknya memang belum menerima instruksi khusus terkait penyambutan peserta maupun pengunjung MTQ.
Bacaaja: Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata
Bacaaja: Semarang Bakal Kedatangan Banyak Tamu MTQ Nasional, Monyet Gua Kreo Siap Sambut Wisatawan
“Belum ada (persiapan khusus),” ujar Reni, Saat di temui di lokasi Taman lele, Senin (7/9/2026).
Namun, bukan berarti Taman Lele dibiarkan begitu saja. Kebersihan dan kesiapan fasilitas tetap menjadi rutinitas yang dilakukan setiap hari.
“Kalau kita sih siap, selalu siap. Ada apa pun kunjungan, misalnya di Kota Semarang ada event apa pun, kita siap,” katanya.
Reni menjelaskan, petugas di lapangan setiap hari memastikan berbagai fasilitas tetap terawat. Mulai dari kebersihan kolam, kondisi air hingga sarana dan prasarana di kawasan Taman Lele.
Dengan begitu, ketika sewaktu-waktu ada wisatawan dari luar daerah yang datang, pengelola tidak perlu menunggu instruksi khusus untuk mulai berbenah.
“Setiap hari teman-teman di lapangan sudah mengondisikan semuanya untuk kebersihan kolam, airnya, semua sarana prasarana yang ada di sini siap. Kita selalu siap,” jelasnya.
Selain menjaga kebersihan, sejumlah fasilitas di Taman Lele juga mendapat pembenahan. Salah satunya kolam renang dewasa yang kini direnovasi dengan penambahan atap.
Pembenahan itu dilakukan agar pengunjung lebih nyaman ketika menggunakan fasilitas kolam, terutama saat cuaca panas.
Setelah kolam dewasa, giliran kolam yang lebih kecil juga direncanakan mendapat pembenahan.
“Kolam dewasanya direnovasi karena dikasih atap, biar kalau berenang tidak panas. Terus nanti yang selanjutnya ada kolam lagi yang kecil, jadi gantian,” terang Reni.
Kondisi kawasan Taman Lele yang dipenuhi pepohonan besar juga membuat perawatan kolam harus dilakukan secara rutin. Terlebih saat musim kemarau, daun-daun yang berguguran dapat masuk ke kolam.
“Di sini banyak pohon-pohon besar. Kalau musim kemarau kan berjatuhan, terus masuk ke kolam,” ujarnya.
Selain kolam, terdapat pula pembenahan pada bagian museum di kawasan Taman Lele.
Sementara bagi peserta MTQ atau wisatawan yang ingin mampir, harga tiket masuk Taman Lele untuk sementara masih tetap normal.
Belum ada kebijakan mengenai potongan harga maupun tiket gratis khusus menyambut MTQ.
Reni mengatakan sebelumnya kebijakan tiket gratis maupun potongan harga memang pernah diberlakukan pada momentum tertentu. Salah satunya ketika peringatan Hari Jadi Kota Semarang.
Namun, untuk MTQ kali ini, pihak Taman Lele belum menerima surat atau instruksi terkait kebijakan tersebut.
“Kalau untuk potongan atau gratis itu belum. Belum ada surat dari pusat,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Taman Lele memilih tetap melakukan apa yang selama ini menjadi rutinitas, menjaga kawasan tetap bersih dan memastikan fasilitas siap digunakan.
Sebab, bagi pengelola, siapa pun tamunya, termasuk peserta MTQ dari luar daerah, Taman Lele harus selalu dalam kondisi siap menyambut.
“Pokoknya kita selalu siap,” tegas Reni. (dul)

