Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Taman Lele Siap Sambut Keramaian Tamu MTQ Nasional di Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Taman Lele Siap Sambut Keramaian Tamu MTQ Nasional di Semarang

R. Izra
Last updated: September 7, 2026 4:15 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
SIAP SAMBUT WISATAWAN - Petugas keamanan berdiri di pintu masuk wisata Taman lele semarang, Senin (7/9/2026). Taman Lele siap menyambut keramaian tamu MTQ Nasional yang digelar di Semarang. (dul)
SIAP SAMBUT WISATAWAN - Petugas keamanan berdiri di pintu masuk wisata Taman lele semarang, Senin (7/9/2026). Taman Lele siap menyambut keramaian tamu MTQ Nasional yang digelar di Semarang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dari berbagai daerah bakal meramaikan Kota Semarang. Di sela padatnya rangkaian kegiatan, bukan tidak mungkin mereka mencari tempat untuk bersantai dan menikmati destinasi wisata yang ada di Kota Semarang.

Meski belum mendapat persiapan khusus untuk menyambut wisatawan MTQ, pengelola Taman Lele memastikan kawasan wisata tersebut tetap dalam kondisi siap menerima pengunjung dari mana pun.

Pengelola UPTD Taman Lele, Reni, mengatakan pihaknya memang belum menerima instruksi khusus terkait penyambutan peserta maupun pengunjung MTQ.

Bacaaja: Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata
Bacaaja: Semarang Bakal Kedatangan Banyak Tamu MTQ Nasional, Monyet Gua Kreo Siap Sambut Wisatawan

“Belum ada (persiapan khusus),” ujar Reni, Saat di temui di lokasi Taman lele, Senin (7/9/2026).

Namun, bukan berarti Taman Lele dibiarkan begitu saja. Kebersihan dan kesiapan fasilitas tetap menjadi rutinitas yang dilakukan setiap hari.

“Kalau kita sih siap, selalu siap. Ada apa pun kunjungan, misalnya di Kota Semarang ada event apa pun, kita siap,” katanya.

Reni menjelaskan, petugas di lapangan setiap hari memastikan berbagai fasilitas tetap terawat. Mulai dari kebersihan kolam, kondisi air hingga sarana dan prasarana di kawasan Taman Lele.

Dengan begitu, ketika sewaktu-waktu ada wisatawan dari luar daerah yang datang, pengelola tidak perlu menunggu instruksi khusus untuk mulai berbenah.

“Setiap hari teman-teman di lapangan sudah mengondisikan semuanya untuk kebersihan kolam, airnya, semua sarana prasarana yang ada di sini siap. Kita selalu siap,” jelasnya.

Selain menjaga kebersihan, sejumlah fasilitas di Taman Lele juga mendapat pembenahan. Salah satunya kolam renang dewasa yang kini direnovasi dengan penambahan atap.

Pembenahan itu dilakukan agar pengunjung lebih nyaman ketika menggunakan fasilitas kolam, terutama saat cuaca panas.

Setelah kolam dewasa, giliran kolam yang lebih kecil juga direncanakan mendapat pembenahan.

“Kolam dewasanya direnovasi karena dikasih atap, biar kalau berenang tidak panas. Terus nanti yang selanjutnya ada kolam lagi yang kecil, jadi gantian,” terang Reni.

Kondisi kawasan Taman Lele yang dipenuhi pepohonan besar juga membuat perawatan kolam harus dilakukan secara rutin. Terlebih saat musim kemarau, daun-daun yang berguguran dapat masuk ke kolam.

“Di sini banyak pohon-pohon besar. Kalau musim kemarau kan berjatuhan, terus masuk ke kolam,” ujarnya.

Selain kolam, terdapat pula pembenahan pada bagian museum di kawasan Taman Lele.

Sementara bagi peserta MTQ atau wisatawan yang ingin mampir, harga tiket masuk Taman Lele untuk sementara masih tetap normal.

Belum ada kebijakan mengenai potongan harga maupun tiket gratis khusus menyambut MTQ.

Reni mengatakan sebelumnya kebijakan tiket gratis maupun potongan harga memang pernah diberlakukan pada momentum tertentu. Salah satunya ketika peringatan Hari Jadi Kota Semarang.

Namun, untuk MTQ kali ini, pihak Taman Lele belum menerima surat atau instruksi terkait kebijakan tersebut.

“Kalau untuk potongan atau gratis itu belum. Belum ada surat dari pusat,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Taman Lele memilih tetap melakukan apa yang selama ini menjadi rutinitas, menjaga kawasan tetap bersih dan memastikan fasilitas siap digunakan.

Sebab, bagi pengelola, siapa pun tamunya, termasuk peserta MTQ dari luar daerah, Taman Lele harus selalu dalam kondisi siap menyambut.

“Pokoknya kita selalu siap,” tegas Reni. (dul)

You Might Also Like

Napi Ngopi Santai di Kendari, Petugas Langsung Disorot

Ngurus Diabetes Nggak Cuma Soal Gula: Belajar Bareng Undip dan King’s College London

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka

Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026

Lebaran di Lapas Purwodadi: 157 Warga Binaan Dapat “Diskon Hukuman”, Tiga Langsung Bebas

TAGGED:mtq nasionalSemarangtaman lelewisatawan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DISKUSI PUBLIK--Direktur WALHI Jateng, Fahmi Bastian (dua dari kanan) dan beberapa orang lain sesang diskusi di Dieng, Banjarnegara. (ist) Listrik Jateng Surplus 2.000 MW, Mengapa Proyek Geotermal Terus Dikebut?
Next Article SIDANG KORUPSI--Bupati Pati, Sudewo, memberi keterangan dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/9/2026). (bae) Jaksa KPK Kulik Biaya Nyaleg, Sudewo: Tanya ke Rumput yang Bergoyang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Unik

Tukang Cukur Cabul ‘Pemangsa’ Anak SD di Semarang Dituntut 6 Tahun Penjara

Maret 4, 2026
Info

Puluhan Jembatan Jabar Nunggu Perbaikan, Warga Waswas

Maret 3, 2026
Olahraga

Siapa Juara MotoGP Belanda 2025? Ini Prediksi Sengit dari Garis Start hingga Podium

Juni 29, 2025
Info

Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro

Mei 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Taman Lele Siap Sambut Keramaian Tamu MTQ Nasional di Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?