Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 25 Daerah Jateng Masuk Zona Awas Kekeringan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

25 Daerah Jateng Masuk Zona Awas Kekeringan

Nugroho P.
Last updated: September 3, 2026 5:34 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Jawa Tengah mulai menghadapi ancaman kekeringan yang nggak bisa dianggap enteng. Memasuki awal September 2026, puluhan daerah tercatat mengalami hari tanpa hujan dalam waktu cukup panjang hingga masuk kategori Awas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berstatus Awas kekeringan meteorologis. Status tersebut berlaku untuk periode Dasarian I September, yakni 1-10 September 2026.

Kondisi ini menjadi sinyal agar masyarakat mulai lebih bijak menggunakan air. Apalagi, kekeringan berkepanjangan berisiko membuat sumber air menyusut bahkan mengering dan akhirnya mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak kekeringan ekstrem.

“Berdasarkan pemantauan BMKG, wilayah berstatus Awas meliputi Cilacap, Brebes, Tegal, Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Kudus, dan Demak,” jelas Goeroeh, dikutip dari Antara, Kamis (2/9/2026).

Status Awas merupakan level tertinggi dalam peringatan kekeringan meteorologis. Kategori ini diberikan ketika suatu wilayah tidak mendapatkan hujan selama sedikitnya 61 hari berturut-turut.

Lamanya periode tanpa hujan tersebut bisa berdampak ke berbagai sektor. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah berkurangnya cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas pertanian.

Bukan cuma 25 daerah yang harus siaga. BMKG juga mencatat ada 10 wilayah lain yang berada dalam status Siaga kekeringan meteorologis.

Daerah tersebut meliputi Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Pemalang, Batang, Kendal, Semarang, Temanggung, dan Boyolali.

Status Siaga menunjukkan wilayah telah mengalami periode tanpa hujan setidaknya 31 hari. Dalam kondisi seperti ini, sumber air permukaan seperti sumur dangkal, sungai, dan embung mulai berpotensi mengalami penyusutan.

Kalau kondisi tersebut terus berlangsung, dampaknya juga bisa merembet ke sektor pertanian. Ketersediaan air untuk tanaman menjadi lebih terbatas sehingga petani perlu melakukan langkah antisipasi.

Sementara itu, Kota Pekalongan tercatat berada dalam status Waspada. Meski levelnya masih di bawah Siaga dan Awas, kondisi tersebut tetap perlu dipantau karena berkaitan dengan ketersediaan air bersih.

BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu sampai sumber air benar-benar habis. Penghematan air bersih perlu dilakukan sejak sekarang, terutama di wilayah yang sudah masuk kategori Awas.

Pemerintah daerah juga diharapkan bersiap menghadapi kemungkinan munculnya krisis air. Pemantauan kondisi sumber air dan langkah antisipasi menjadi penting untuk mengurangi dampak kekeringan jika musim kering berlangsung lebih panjang.

Dengan 25 daerah berada di level tertinggi, kondisi awal September ini menjadi alarm bagi Jawa Tengah. Warga diminta lebih irit menggunakan air dan mulai menyiapkan langkah cadangan jika pasokan air di lingkungan masing-masing terus menurun. (*)

You Might Also Like

Agustina: Usulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi

Dede Sunandar Blackout Usai Dipukul Vicky Prasetyo, Ini Tanda Bahayanya

Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Batang Toru, Singgung Siklon Senyar

Preman Sok Jago Tendag Wanita Hamil Sampai Kesakitan

TAGGED:bmkgkekeringankemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Naik Gunung Buat Healing, Efektif atau Fomo?
Next Article 10 Oleh-Oleh Cilacap, Enak Dibawa Pulang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), seusai menghadiri pembekalan penerima beasiswa santri di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (19/10/2026). (dul)

Gus Yasin: Sinergi Mahasiswa-Santri Cegah Bullying di Jateng

TERIMA UANG LELANG: Pejabat Bank Mandiri (sisi kanan) menerima secara simbolis uang hasil lelang barang bukti kasus korupsi yang tangani Kejari Semarang, Senin (19/10/2026). (bae)

Bank Mandiri Terima Rp1,9 Miliar Hasil Lelang Aset Kasus Korupsi di Semarang

NAIK KERETA: Pelanggan kereta api berjalan di peron stasiun wilayah KAI Daop 4 Semarang. (ist)

Hasil Pemetaan KAI Daop 4 Semarang, Pelanggan Kereta Api Ternyata Didominasi Gen Z

RS Unimus Kembangkan Layanan Kanker Berbasis Cryosurgery

Kanwil Kemenkum-Bank Jateng Buka Peluang Kolaborasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jangan Sembarangan Kasih Uang di Jalan Cilacap, Bisa Kena Denda Rp5 Juta

September 23, 2025
Sirkular

Menuju Energi Bersih, PLN Siapkan PLTS Berbaterai untuk Karimunjawa

Juli 16, 2025
Daerah

Semarang Lagi Jadi Pusat Anak Muda Keren, Wali Kota: Masa Depan Lagi Dibentuk di Sini!

Oktober 18, 2025
Olahraga

Ceqiu Cup, Perkuat Komunitas Biliar Semarang

Mei 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 25 Daerah Jateng Masuk Zona Awas Kekeringan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?