Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Api Sade Padam, Misterinya Jangan Ikut Hilang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Api Sade Padam, Misterinya Jangan Ikut Hilang

Nugroho P.
Last updated: Agustus 24, 2026 3:45 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Desa Sade Terbakar.
SHARE

BACAAJA, LOMBOK – ebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak cuma meninggalkan puing. Musibah ini juga membuat warga kehilangan rumah sekaligus bagian dari ruang hidup masyarakat Suku Sasak yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya Lombok.

Ratusan bangunan di kawasan permukiman adat dilaporkan terdampak. Warga kini harus menghadapi masa sulit untuk kembali menata kehidupan setelah api melalap kawasan tersebut.

Di tengah proses pemulihan, muncul dorongan agar penyebab kebakaran jangan sampai berhenti sebagai tanda tanya. Pemerintah dan aparat diminta serius mengusutnya sampai terang.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, meminta penyebab kebakaran ditelusuri secara tuntas. Menurutnya, padamnya api bukan berarti persoalan selesai.

“Saya meminta agar penyebab kebakaran Desa Adat Sade diusut tuntas. Jangan sampai setelah api padam, pertanyaan masyarakat justru dibiarkan tanpa jawaban,” tegas Saadiah, Senin (24/8/2026).

Ia menilai Sade punya nilai yang jauh lebih besar dibanding sekadar deretan rumah warga. Kawasan ini menjadi bagian dari identitas, sejarah, sekaligus warisan budaya masyarakat Sasak.

Karena itu, menurut Saadiah, kerusakan akibat kebakaran tidak bisa hanya dihitung dari jumlah bangunan yang terbakar. Ada sejarah dan tradisi yang ikut terdampak dalam musibah tersebut.

“Yang terbakar bukan hanya bangunan. Ada rumah, ada kenangan, ada sejarah, ada warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, negara harus hadir,” ujarnya.

Saat ini polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis ikut diterjunkan untuk mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan lokasi, serta menggali keterangan dari saksi dan warga yang terdampak.

Penyebab pasti kebakaran sampai sekarang masih dalam penyelidikan. Belum ada kesimpulan resmi apakah api dipicu masalah kelistrikan, kelalaian, atau faktor lainnya.

Saadiah meminta proses tersebut berjalan profesional dan transparan. Pemeriksaan berbasis bukti, termasuk melibatkan laboratorium forensik jika dibutuhkan, dinilai penting agar kesimpulan yang dihasilkan tidak asal tebak.

“Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan penyebabnya. Apakah faktor kelistrikan, kelalaian, atau faktor lainnya, semuanya harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional. Masyarakat berhak mengetahui kebenarannya,” katanya.

Selain mencari penyebab kebakaran, Saadiah juga mengingatkan pemerintah agar pemulihan tidak sekadar mengejar pembangunan fisik. Kehidupan warga dan karakter budaya Sade harus tetap menjadi perhatian utama.

Menurutnya, membangun kembali Sade harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai proses rehabilitasi justru menghilangkan bentuk, nilai, maupun tradisi yang selama ini menjadi ciri khas kawasan adat tersebut.

“Kita ingin Sade bangkit. Tetapi ketika dibangun kembali, jangan sampai identitas dan nilai adatnya hilang. Pemulihan harus menghadirkan keselamatan, kepastian bagi warga, sekaligus menjaga warisan budaya,” ujar Saadiah.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga yang terdampak. Mulai dari tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan perlu dipastikan.

Bagi Saadiah, kebakaran Sade semestinya menjadi alarm untuk memperkuat sistem pencegahan kebakaran di kawasan permukiman adat dan destinasi wisata budaya. Apalagi kawasan semacam ini memiliki karakter bangunan dan lingkungan yang perlu mendapat penanganan khusus.

“Kita berduka untuk Sade. Tetapi dari duka ini harus lahir evaluasi dan pembenahan. Jangan sampai kejadian serupa terulang di kawasan adat lainnya,” tutupnya. (*)

You Might Also Like

Tikungan Bromo Bikin Heboh, Kuda Lepas Hantam Kijang Innova

Si Jago Merah Ngamuk di Metro Sport Center, Kerugian Ditaksir Rp5 M

Polisi Lagi Polisi Lagi, Viral 26 Detik, Senior Pukul Siswa SPN Tanpa Ampun

Labfor Polda Jateng Turun Cari Penyebab Kebakaran Pasar Belik

Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Mendadak Melengkung

TAGGED:desa adat sadekebakaranLomboksadeterbakar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jombang Jadi Tuan Rumah, NU Ogah Ulang Drama 2015
Next Article Muktamar NU Digelar, Makam Gus Dur Buka 24 Jam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi markas operator judi online (judol).

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..

Ilustrasi pemulung mencari sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran TPA Jatibarang Mereda, Pemkot Siapkan Penataan Ulang

Cari Rezeki Halal Biar Kerja Jadi Berkah, Begini Penjelasannya

LAPOR KPK: Koordinator Forum Advokasi Rakyat (FAR), Eko Haryanto menunjukkan surat laporan ke KPK soal proyek pembangunan Pakuwon Mall Semarang. (ist)

Koordinator FAR Eko Haryanto Laporkan Proyek Pakuwon Mall Semarang ke KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Aksi Pamer Alat Kelamin  di Cilacap, Polisi Gerak Sat-set

Desember 13, 2025
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Viral

Curhat Pungli Saat Kirim Bantuan Viral, Akhirnya Minta Maaf

Desember 3, 2025
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras datangi rumah penjual es gabus, Suderajat alias Ajat, ngasih motor dan modal. Ajat viral setelah dianiaya aparat yang menudingnya menjual pangan berbahaya.
Viral

Setelah Viral Ngaku Dianiaya Aparat, Ajat si Penjual Es Gabus Didatangi Polisi dan Dikasih Motor

Januari 28, 2026
Viral

Bikin Geger!! Bocah 20 Tahun Punya 41 Dapur MBG, Saipa Sosoknya?

November 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Api Sade Padam, Misterinya Jangan Ikut Hilang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?