Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MBG Ramai, Tapi Sektor Besar Belum Terangkat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

MBG Ramai, Tapi Sektor Besar Belum Terangkat

Nugroho P.
Last updated: Agustus 20, 2026 11:58 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa geliatnya di sejumlah sektor usaha. Namun, efek ekonominya ternyata belum menyebar merata ke sektor yang selama ini jadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Program tersebut memang ikut mengerek sektor akomodasi serta makanan dan minuman. Tapi, menurut analis, kenaikan itu belum otomatis berarti MBG sudah berhasil menggerakkan industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan secara signifikan.

Analis Ekonomi Politik Lab 45, Nadia Restu Utami, menilai ada yang perlu dicermati dari pola pertumbuhan tersebut. Sebab, tiga sektor utama yang seharusnya ikut terdorong justru belum menunjukkan lonjakan yang sebanding.

Nadia mengatakan sektor akomodasi serta makanan dan minuman memang mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, juga mengaitkan pertumbuhan sektor tersebut dengan pelaksanaan program MBG.

“Ternyata akomodasi makanan dan minuman itu tumbuh drastis. Dan BPS bilang itu karena adanya MBG,” ujar Nadia melalui kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (20/8/2026).

Meski begitu, Nadia mengingatkan agar dampak MBG terhadap ekonomi tidak dilihat hanya dari ramainya bisnis makanan. Menurutnya, efek program tersebut idealnya bisa menjalar lebih jauh ke sektor produksi dan rantai pasok.

Ia menyebut industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan sebagai tiga sektor yang mestinya ikut mendapat dorongan kuat. Ketiganya selama ini punya peran penting sebagai penggerak ekonomi dari sisi lapangan usaha.

“Harusnya yang ditopang atau digalakkan, didorong itu adalah industri sektor pengolahan kemudian pertanian dan ketiga adalah perdagangan,” jelas Nadia.

Namun, kondisi di lapangan dinilai belum menunjukkan pola seperti yang diharapkan. Pertumbuhan ketiga sektor tersebut belum terlihat lebih besar hanya karena adanya program MBG.

Menurut Nadia, hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah. Jangan sampai dampak ekonomi MBG hanya berhenti di hilir, sementara sektor yang memproduksi bahan pangan dan mengolah berbagai kebutuhan program justru belum ikut terkerek.

Ia menilai kontribusi MBG yang saat ini paling gampang terlihat memang berada di sektor makanan dan minuman. Pasalnya, program tersebut banyak melibatkan pelaku UMKM serta usaha yang bergerak langsung dalam penyediaan makanan.

“Dengan kata lain MBG justru tidak meningkatkan pertumbuhan di sektor yang tiga tadi,” kata Nadia.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu melihat rantai ekonomi MBG secara lebih utuh. Mulai dari petani dan pemasok bahan pangan, industri pengolahan, distribusi, perdagangan, sampai pelaku usaha yang menyajikan makanan untuk penerima manfaat.

Jika rantai tersebut bisa tersambung dengan baik, MBG bukan cuma menjadi program pemenuhan gizi. Efeknya juga berpotensi lebih terasa terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Sebaliknya, jika perputaran anggaran lebih banyak berhenti di sektor makanan dan minuman, dampak terhadap mesin ekonomi nasional bakal tetap terbatas. Evaluasi soal siapa yang paling banyak mendapat manfaat dari program ini pun menjadi penting dilakukan. (*)

You Might Also Like

Breaking News! Dirut BEI Mundur setelah IHSG Rontok: Bentuk Tanggung Jawab

Dari Jateng untuk Jamu Aman, BPOM Luncurkan Idaman

25 Juta Transaski Pakai QRIS di Soloraya, Ini Sektor yang Mendominasi

Keras! Istana Cabut Kartu Liputan Reporter CNN Gara-gara Nanya Soal MBG ke Presiden

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah

TAGGED:MBGpertumbuhan ekonomi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sindikat Meterai Palsu Dibongkar, Negara Nyaris Rugi Rp1 T
Next Article Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Gibran Gandeng Mahasiswa Bantu Korban Bencana NTT

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Minggu Pagi, Asap TPA Jatibarang Masih Kepung Kawasan Industri Candi

Warga Binaan Lapas Purwodadi Dilatih Otomotif

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Drone Thermal Brimob Bongkar Titik Panas TPA Jatibarang

Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

MBG Kembali Telan Korban, 19 Siswa Blora Diduga Keracunan Susu

Juli 22, 2026
Ekonomi

Gempolan Didorong Jadi Sentra Durian

April 22, 2026
Info

Di Kampung Leluhur Prabowo, 502 Siswa Keracunan Massal Program MBG

Oktober 1, 2025
IHSG KEMBALI RONTOK - Ilustrasi bursa saham kembali nyungsep. IHSG kembali rontok.
Ekonomi

Asing Kabur Rp67 Triliun! IHSG Jadi Bursa Terburuk di Dunia, Sempat Rontok hingga 5 Persen

Juni 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MBG Ramai, Tapi Sektor Besar Belum Terangkat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?