Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

R. Izra
Last updated: Agustus 19, 2026 9:43 am
By R. Izra
5 Min Read
Share
KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.
KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo, disandingkan dengan ulama besar KH Sholeh Darat, dalam pengusulan keduanya menjadi Pahlawan Nasional.

Margono Djojohadikusumo merupakan kakek Presiden Prabowo dari jalur ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo.

Sementara, KH Sholeh Darat adalah ulama besar Nusantara yang menjadi salah satu penyebar Islam di Pulau Jawa. Mbah Sholeh disebut sebagai guru dari sejumlah Pahlawan Nasional.

Bacaaja: Sah! Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

KH Sholeh disebutkan menjadi guru dari RA Kartini, KH Hasyim Asyari sang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan juga KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan kedua nama tersebut telah melalui kajian di tingkat provinsi. Tim yang mengkaji Margono dibentuk oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Ya tahun ini ada dua nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional yaitu Kiai Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo, mbahnya Pak Prabowo,” kata Imam, Senin (17/8/2026).

Menurut Imam, hasil kajian menyimpulkan Margono memenuhi persyaratan untuk diajukan ke pemerintah pusat. Dari sisi administrasi, dua calon tersebut juga dinyatakan memenuhi ketentuan.

“Pengkajian dari daerah lalu kami usulkan ke pusat,” ujarnya.

Pengajuan calon Pahlawan Nasional merupakan agenda tahunan yang biasanya dilakukan menjelang Hari Pahlawan pada 10 November. Setelah melewati proses di tingkat daerah, usulan Margono kini masih dalam tahapan di pemerintah pusat.

Bacaaja: Kiai Sholeh Darat Guru RA Kartini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Namun, ada satu persoalan yang cukup menarik perhatian. Imam menyebut pihak keluarga Presiden belum berkenan mengajukan Margono sebagai Pahlawan Nasional.

“Keluarga Presiden, belum mau diajukan,” ungkapnya.

Meski begitu, Pemprov Jateng tetap meneruskan proses pengusulan karena secara administratif Margono dinilai telah memenuhi persyaratan.

Sosok Margono

Margono Djojohadikusumo lahir di Purwokerto pada 16 Mei 1894. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perbankan Indonesia sekaligus pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).

Margono merupakan putra seorang asisten Wedana Banyumas dan tercatat sebagai cucu buyut Raden Tumenggung Banyakwide, tokoh yang dikenal sebagai pengikut Pangeran Diponegoro.

Jejaknya tidak hanya berada di sektor perbankan. Pada masa awal kemerdekaan, Margono dipercaya menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) pertama. Dari posisi tersebut, ia mengusulkan pembentukan bank sentral atau bank sirkulasi sebagaimana amanat UUD 1945.

Pada 16 September 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memberikan mandat kepada Margono untuk mempersiapkan pembentukan bank tersebut.

Upaya itu kemudian berlanjut hingga pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 1946 tentang pendirian Bank Negara Indonesia pada 15 Juli 1946. Dalam keputusan tersebut, Margono ditunjuk sebagai Direktur Utama BNI.

Margono juga merupakan ayah ekonom kenamaan Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto. Dua putranya yang lain, Kapten Anumerta Soebianto Djojohadikoesoemo dan Taruna Soejono Djojohadikoesoemo, gugur dalam Pertempuran Lengkong.

Dengan rekam jejak tersebut, Pemprov Jawa Tengah menilai Margono layak masuk proses pengusulan Pahlawan Nasional.

Jejak KH Sholeh Darat

Lahir di Jepara pada tahun 1820, KH Sholeh Darat sejak kecil sudah dikenal sebagai pencari ilmu sejati. Ia belajar dari sejumlah ulama besar di Jawa, termasuk K. Ishak Damaran Semarang dan K. Raden Haji Muhammad Salih bin Asnawi Kudus. Selain itu, ia juga berguru pada KH M Sahid, cucu dari Syaikh Ahmad Mutamakkin, seorang ulama besar dari Kajen, Pati.

Tak hanya belajar di tanah air, KH Sholeh Darat juga menimba ilmu di Makkah. Di sana, ia berguru kepada Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasullah Al Makki, Syekh Umar Al Sami, dan Syekh Muhammad Al Mishri Al Makki. Keilmuannya meliputi fiqih, tauhid, hadist, gramatika Arab, tafsir Al-Qur’an, nahwu sharaf, falaq, dan tasawuf. Berkat kapasitasnya, KH Sholeh Darat mendapatkan izin mengajar di Makkah.

Usai pulang dari Makkah, KH Sholeh Darat mengabdikan diri pada dakwah Islam. Ia mendirikan pesantren di Darat, Semarang, dan fokus pada pendidikan masyarakat yang kala itu masih minim pemahaman agama. Dengan pendekatan yang akomodatif terhadap budaya Jawa, KH Sholeh Darat menerjemahkan berbagai kitab ke dalam bahasa Jawa.

Salah satu karya monumental yang ia hasilkan adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon, diberi nama Faidhur Rohman. Kitab ini tercatat sebagai Al-Qur’an pertama di dunia yang diterjemahkan ke bahasa Jawa. Selain itu, ia juga menulis Syarah Al Hikam, terjemah Matan Al-Hikam, dan Sabilu al-‘abid sebagai panduan tasawuf dalam bahasa Jawa.

KH Sholeh Darat adalah sosok guru yang menghasilkan murid-murid cemerlang. Dua muridnya yang sangat dikenal adalah KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. KH Hasyim Asy’ari kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926, sementara KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada 1912. Kedua organisasi tersebut kini menjadi pilar Islam terbesar di Indonesia. (*)

You Might Also Like

Bos Sritex Merengek di Depan Hakim Tipikor, Nangis Minta Dibebaskan

Fadia Ngaku Bareng Gubernur Saat OTT, Eh Luthfi Bilang: “Lho, Info dari Mana?”

Padhang, Jurus Pemprov Buru Hoaks

Lebaran Usai, Sampah Numpuk: Respati Pimpin Apel ASN di TPA

Gratis! Pelajar SMP Semarang Bisa Adu Skill Free Fire di K-RUSH

TAGGED:headlinekakek prabowoKH Sholeh Daratmargono djojohadikusumoPahlawan Nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kritik untuk Gerakan Mahasiswa Mutakhir
Next Article DEKAT DENGAN MASYARAKAT - ICONNET larut dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI bersama masyarakat Ponjong, Gunungkidul. Hal itu menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Ponjong. Semarak HUT ke-81 RI, ICONNET Galang Kekuatan dan Kedekatan dengan Masyarakat Ponjong

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

DEKAT DENGAN MASYARAKAT - ICONNET larut dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI bersama masyarakat Ponjong, Gunungkidul. Hal itu menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Ponjong.

Semarak HUT ke-81 RI, ICONNET Galang Kekuatan dan Kedekatan dengan Masyarakat Ponjong

KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.

Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Iko Juliant Junior, mahasiswa FH Unnes, meninggal dalam kondisi tak wajar.
Daerah

“Ampun Pak, Jangan Pukuli Saya Lagi,” Kematian Janggal Mahasiswa FH Unnes

September 2, 2025
WAYANG ORANG--Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti (tengah) menghadiri peringatan HUT ke-89 Wayang Orang Ngesti Pandowo di TBRS, Sabtu (18/7/2026) malam. (ist)
Info

Wali Kota Semarang Siapkan Pentas Rutin Wayang Ngesti Pandowo di TBRS

Juli 19, 2026
KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
Info

Dari Dadan ke Nanik S Deyang, Ini Struktur Baru Kepemimpinan BGN

Juni 3, 2026
Pendidikan

Mahasiswa Undip Ubah Jerami Jadi Pakan Kaya Gizi

Juli 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?