Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 5 Kalimat Simpel Bikin Anak Makin Pede
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

5 Kalimat Simpel Bikin Anak Makin Pede

Nugroho P.
Last updated: Agustus 17, 2026 7:16 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Sosok anak yang percaya diri.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rasa percaya diri anak ternyata bisa tumbuh dari hal-hal yang kelihatannya sepele. Bukan selalu soal memenangkan lomba atau mendapat nilai tinggi, tapi juga tentang bagaimana anak merasa aman saat bertanya, gagal, mengungkapkan perasaan, hingga menghadapi masalah sendiri.

Contents
1. “Aku belum paham” atau “Aku butuh bantuan”2. “Aku bisa cari jalan keluarnya”3. “Aku sedang merasa…”4. “Bu, Yah, aku boleh lihat ini?”5. “Aku berarti”

Orangtua punya peran besar dalam proses tersebut. Salah satu cara yang cukup gampang dicoba adalah membiasakan anak memakai kalimat tertentu dalam kesehariannya, terutama saat ia sedang menghadapi situasi yang bikin bingung atau tidak nyaman.

Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa membentuk cara anak memandang dirinya sendiri. Perlahan, kalimat yang awalnya sering diarahkan orangtua bisa berubah menjadi suara positif dalam diri anak.

Berikut lima kalimat yang bisa dikenalkan kepada anak sejak dini:

1. “Aku belum paham” atau “Aku butuh bantuan”

Mengaku belum mengerti sesuatu bukan berarti anak lemah. Justru, keberanian untuk bertanya dan meminta bantuan menunjukkan bahwa anak punya kesadaran diri dan merasa cukup aman untuk belajar.

Psikiater anak dan remaja dr. Sid Khurana mengatakan, kemampuan meminta bantuan merupakan bagian penting dalam membangun rasa percaya diri. Anak perlu tahu bahwa tidak masalah jika dirinya belum memahami sebuah instruksi atau pelajaran.

Orangtua bisa membiasakan kalimat sederhana seperti, “Bu, aku belum paham,” atau “Ayah, bisa jelaskan lagi?” Respons yang sabar dari orangtua akan membuat anak lebih nyaman untuk bertanya tanpa takut dianggap bodoh.

2. “Aku bisa cari jalan keluarnya”

Saat anak menghadapi masalah, orangtua kadang refleks ingin langsung turun tangan. Niatnya tentu baik, tetapi terlalu sering menyelesaikan masalah anak justru bisa membuatnya kurang terbiasa menghadapi tantangan.

Jennifer Walker, pendiri platform parenting Moms on Call, menyarankan orangtua memberi ruang agar anak belajar mencari solusi. Kalimat seperti “Kamu pasti bisa” dapat menjadi dorongan sederhana agar anak berani mencoba.

Jika terus dibiasakan, dukungan tersebut bisa berubah menjadi suara positif di kepala anak. Ia pun perlahan belajar mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa masalah tidak selalu harus ditakuti.

3. “Aku sedang merasa…”

Anak juga perlu tahu bahwa semua emosi boleh dirasakan. Sedih, marah, kecewa, takut, atau kesal bukan sesuatu yang harus selalu disembunyikan.

Direktur Mental Health and Wellness Mingo Health Solutions, Lakiesha K. Oliver, menyebut kemampuan mengekspresikan perasaan sebagai salah satu fondasi penting kesehatan mental dan kesejahteraan.

Orangtua bisa membantu dengan mengajak anak memberi nama pada emosinya. Misalnya, “Aku lagi kecewa,” “Aku sedang takut,” atau “Aku kesal karena mainanku rusak.”

Dengan begitu, anak belajar mengenali apa yang terjadi dalam dirinya sekaligus mencari cara yang lebih sehat untuk mengelola perasaan tersebut.

4. “Bu, Yah, aku boleh lihat ini?”

Kalimat sederhana ini makin penting karena anak sekarang sangat dekat dengan dunia digital. Ada banyak hal di internet yang belum tentu bisa mereka pahami atau aman untuk dihadapi sendirian.

Direktur Eksekutif Health-e-Habits, Jim Festante, mengatakan anak perlu merasa nyaman meminta bantuan ketika menemukan sesuatu yang aneh atau mencurigakan di internet.

Misalnya saat mendapat pesan mencurigakan, diajak berkomunikasi orang asing, menemukan tautan aneh, atau menerima permintaan mengikuti akun yang tidak dikenal. Anak jangan sampai memilih diam karena takut dimarahi atau gadget-nya disita.

Karena itu, orangtua perlu membangun suasana yang membuat anak berani melapor. Kalimat seperti, “Ayah, Ibu, aku lihat sesuatu yang aneh di internet,” justru perlu dianggap sebagai langkah yang positif.

5. “Aku berarti”

Anak perlu memahami bahwa nilai dirinya tidak cuma ditentukan dari prestasi. Ia tetap berharga meski sedang gagal, mendapat nilai kurang bagus, atau belum mampu melakukan sesuatu.

Orangtua bisa mengajak anak mengingat momen ketika dirinya membantu orang lain atau melakukan sesuatu yang bermanfaat. Dari situ, anak belajar bahwa keberadaannya punya arti.

Rasa percaya diri memang tidak muncul dalam semalam. Namun, lewat kalimat-kalimat sederhana yang terus diulang dan dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani, terbuka, dan yakin dengan dirinya sendiri. (*)

You Might Also Like

Saat Telinga Berdenging, Amalkan Doa Ini Sesuai Tuntunan Islam Lengkap

Kenapa Bau Menyengat Bikin Batuk?

Nikah Saat Hamil Zina, Benarkah Hukumnya Bisa Fleksibel?

Pilih Mana Espresso Kecil Tapi Nendang, Kopi Biasa Lebih Banyak?

Ginjal Tetap Aman, Deretan Makanan Ini Diam Diam Menjaga

TAGGED:anak percaya dirikalimat simpelparenting
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Jateng untuk NTT: 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan Dikirim
Next Article Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Sebelum Mudik Gaspol, Catat Dulu Nomor Darurat Penting Ini

Maret 14, 2026
Tips

Ambisi Orangtua Kelewat Tinggi, Anak Bisa Jadi Takut Makan

Mei 6, 2026
Tips

Gigi Susu Jangan Dianggap Cuma Numpang Lewat

Juli 25, 2026
Tips

Ngopi Pas Puasa, Sahur atau Pas Buka yang Aman Buat Tubuh?

Februari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 5 Kalimat Simpel Bikin Anak Makin Pede
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?