BACAAJA, SEMARANG – Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantura Jawa diminta tidak buru-buru dijalankan. Kajian perlu dimatangkan.
Warga pesisir yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Miskin Semarang Demak (ARMSD) meminta pemerintah belajar dari pengalaman pembangunan di Kampung Tambaklorok, Kota Semarang.
Di kampung nelayan itu telah dibangun sheet pile, proyek infrastruktur tanggul penahan banjir rob dan gelombang laut.
Berdasarkan catatan ARMSD, pembangunan tanggul sepanjang sekitar 1,5 kilometer di Tambaklorok itu dimulai sekitar 2017 dan rampung pada 2024 dengan nilai proyek sekitar Rp300 miliar.
Bacaaja: Gus Yasin Sebut Giant Sea Wall Semarang Demak akan Dibikin Lebih Panjang, sampai Mana?
Bacaaja: Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai
Koordinator ARMSD, Ahmad Marzuki mengatakan, pemerintah sebaiknya mengevaluasi lebih dulu infrastruktur pesisir yang sudah dibangun sebelum memulai proyek yang nilainya jauh lebih besar.
Pemerintah sebelumnya menyebut tanggul di Tambaklorol dirancang mampu bertahan hingga 30 tahun. Sementara ada juga yang mengatakan usia bangunan diperkirakan lebih dari 20 tahun.
Namun, kondisi yang mereka temukan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai harapan. Pada 2026, jaringan ARMSD mengaku sudah menemukan retakan di beberapa bagian tanggul.
“Kami sudah mengidentifikasi terjadinya retakan pada tembok, persisnya di RW 14 dan 15 Tambaklorok,” kata Marzuki, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengatakan retakan tersebut mulai menimbulkan rembesan saat air laut pasang. Air disebut melewati tanggul hingga menggenangi akses warga.
“Kalau pas pasang rob, maka rembesannya sampai ke jalan kampung,” ujarnya.
Bagi ARMSD, temuan itu menjadi pelajaran penting sebelum pemerintah membangun Giant Sea Wall yang membentang ratusan kilometer di Pantura Jawa.
Menurut mereka, proyek sebesar itu perlu dikaji dengan cermat agar persoalan serupa tidak terulang dalam skala yang lebih besar.
Marzuki menilai pengalaman di Tambaklorok menunjukkan pembangunan infrastruktur pesisir tidak cukup hanya selesai dibangun.
Pemerintah juga perlu memastikan kualitas konstruksi, daya tahan bangunan, dan efektivitasnya dalam melindungi kawasan pesisir dalam jangka panjang. (bae)

