Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

Batu empedu memang tidak selalu berbahaya. Namun, saat batu tersebut berpindah dan menyumbat saluran empedu, risikonya bisa meningkat dan memicu berbagai komplikasi serius yang membutuhkan penanganan medis.

Nugroho P.
Last updated: Juli 5, 2026 6:21 am
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi batu empedu.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di perut kanan atas setelah menikmati makanan bersantan atau berlemak sering dianggap sepele. Banyak orang mengiranya hanya masuk angin atau gangguan lambung biasa.

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah pada kantong empedu. Salah satu gangguan yang cukup sering terjadi adalah terbentuknya batu empedu yang terkadang baru disadari saat gejalanya sudah mengganggu aktivitas.

Batu empedu memang tidak selalu berbahaya. Namun, saat batu tersebut berpindah dan menyumbat saluran empedu, risikonya bisa meningkat dan memicu berbagai komplikasi serius yang membutuhkan penanganan medis.

Kondisi inilah yang membuat banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah batu empedu harus langsung dioperasi atau masih bisa ditangani dengan cara lain.

Secara medis, batu empedu atau kolelitiasis merupakan endapan padat yang terbentuk di dalam kantong empedu. Bentuknya mirip kerikil dengan ukuran yang beragam, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf.

Kantong empedu sendiri merupakan organ kecil yang letaknya berada di bawah hati. Tugasnya menyimpan cairan empedu yang diproduksi hati sebelum dialirkan ke usus untuk membantu proses pencernaan, terutama dalam mengolah lemak.

Ketika kandungan di dalam cairan empedu mengalami ketidakseimbangan, zat-zat tertentu bisa mengendap, mengeras, lalu membentuk batu empedu.

Tidak semua penderita batu empedu langsung merasakan gejala. Ada kondisi yang dikenal sebagai silent stones atau batu empedu diam, yaitu batu yang tetap berada di kantong empedu tanpa menimbulkan keluhan apa pun.

Pada kasus seperti itu, dokter biasanya hanya menyarankan pemantauan rutin tanpa tindakan operasi. Pasalnya, batu yang tidak mengganggu umumnya belum dianggap berbahaya.

Masalah mulai muncul ketika batu bergerak dan menyumbat saluran empedu. Sumbatan tersebut bisa memicu peradangan pada kantong empedu atau yang dikenal sebagai kolesistitis.

Tak hanya itu, infeksi pada saluran empedu atau kolangitis juga dapat terjadi jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang tepat.

Dalam beberapa kasus, batu empedu bahkan dapat menyebabkan pankreatitis atau peradangan pankreas yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Komplikasi yang lebih berat juga bisa terjadi, termasuk infeksi darah atau sepsis yang mengancam keselamatan pasien apabila tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Karena itu, mengenali gejala batu empedu menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Salah satu tanda paling umum adalah nyeri tajam yang datang mendadak di perut kanan atas atau bagian tengah perut tepat di bawah tulang dada.

Rasa sakit tersebut biasanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Pada sebagian orang, nyeri bisa terasa semakin kuat setelah mengonsumsi makanan berlemak.

Tak jarang, rasa sakit itu menjalar hingga ke punggung, terutama di area antara tulang belikat atau bahu kanan, sehingga sering disalahartikan sebagai pegal biasa.

Keluhan lain yang juga sering muncul adalah mual dan muntah. Kombinasi nyeri hebat dengan rasa mual menjadi salah satu ciri khas serangan batu empedu.

Jika penyumbatan semakin berat, penderita bisa mengalami penyakit kuning atau jaundice. Kulit dan bagian putih mata tampak menguning akibat penumpukan bilirubin di dalam tubuh.

Demam tinggi dan menggigil juga tidak boleh diabaikan. Gejala tersebut bisa menjadi pertanda adanya infeksi serius pada kantong atau saluran empedu.

Hingga saat ini, para ahli belum menemukan satu penyebab tunggal terbentuknya batu empedu. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi menjadi faktor pemicu paling umum.

Selain kolesterol, produksi bilirubin yang berlebihan akibat gangguan hati atau kelainan darah juga bisa meningkatkan risiko pembentukan batu empedu jenis pigmen.

Faktor lainnya adalah kantong empedu yang tidak mengosongkan cairan secara sempurna. Cairan yang terlalu lama mengendap akan menjadi lebih pekat dan memudahkan kristal batu terbentuk.

Pencegahan batu empedu sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari, termasuk menjaga pola makan tetap teratur dan tidak sering melewatkan waktu makan.

Diet ekstrem yang membuat berat badan turun drastis dalam waktu singkat juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam empedu.

Memperbanyak konsumsi serat dari sayur, buah, dan biji-bijian utuh menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Selain itu, memilih sumber lemak sehat seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun dinilai lebih baik dibandingkan terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng.

Jika hasil pemeriksaan USG menunjukkan adanya batu empedu, dokter biasanya akan menentukan langkah penanganan berdasarkan gejala yang dialami pasien.

Operasi pengangkatan kantong empedu atau kolesistektomi masih menjadi pilihan utama ketika batu sudah menimbulkan rasa sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kini, prosedur tersebut umumnya dilakukan dengan teknik laparoskopi yang minim sayatan sehingga proses pemulihan relatif lebih cepat dibanding operasi konvensional.

Meski kantong empedu diangkat, pasien tetap dapat menjalani hidup normal karena cairan empedu dari hati akan langsung mengalir ke usus untuk membantu proses pencernaan.

Sementara itu, obat penghancur batu empedu memang tersedia, tetapi penggunaannya cukup terbatas karena memerlukan waktu lama dan risiko batu muncul kembali masih cukup tinggi. (*)

You Might Also Like

Bukan Cuma Nilai Rapor, Anak Punya 8 Kecerdasan

Lebih Aman Pakai Gula Buatan atau Gula Murni Saat Buka Puasa? Simak Ini Bedanya

Anak Dekat Orang Tua, Tumbuh Lebih Peduli

Teh Hangat Saat Sahur, Aman atau Bikin Lemas

Baca Al-Kahfi di Jumat, Ini Keutamaannya

TAGGED:batu empeduempedukesehatansantantips
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi). Ngeri! Oknum Polisi di Tegal Siksa Istri, Korban Disuruh Racik Narkoba hingga Disiram Air Keras
Next Article Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Hati Lagi Berat? Coba 7 Cara Ini

Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker

Mau Ngonten TikTok? 5 HP Ini Bisa Diandalkan

Baju Kusut Bisa Rapi Tanpa Setrika, Ini Triknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi wajah berjerawat.
Tips

Catet Nih! 3 Kebiasaan Sepele Bikin Jerawat Betah Nangkring di Wajah Lo

September 27, 2025
Tips

Urutan Tahlil Singkat Plus Arab Latin Artinya Biar Nggak Bingung Pas ‘Nyekar’

Maret 18, 2026
Tips

Jangan Sepelekan, Ini Tanda Remeh dari Gejala Tumor Otak

Oktober 29, 2025
Tips

Anak Ogah Makan Sayur? Trik Santai Ini Malah Lebih Ngena

Juli 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?