BACAAJA, SEMARANG – Belajar sambil mendengarkan musik ternyata jadi kebiasaan yang cukup banyak dilakukan orang. Ada yang merasa lebih fokus saat ditemani alunan lagu, meski tak sedikit juga yang justru membutuhkan suasana benar-benar sunyi agar bisa memahami pelajaran dengan maksimal.
Perbedaan cara belajar ini sebenarnya hal yang wajar. Setiap orang punya kebiasaan dan respons otak yang berbeda saat menerima informasi baru. Ada yang cepat menangkap materi dalam kondisi hening, sementara yang lain justru lebih nyaman ketika musik ikut mengiringi proses belajar.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa musik bukan sekadar hiburan. Dalam situasi tertentu, musik mampu membantu meningkatkan konsentrasi sekaligus membangkitkan semangat ketika seseorang sedang belajar atau menyelesaikan tugas.
Bagi sebagian pelajar, mendengarkan musik menjadi cara sederhana untuk menjaga mood tetap stabil. Apalagi saat tugas menumpuk atau materi yang dipelajari terasa cukup rumit dan menguras tenaga.
Mengutip berbagai kajian yang dimuat Healthline, musik diketahui bisa membantu otak dalam menyerap dan menerjemahkan informasi baru. Proses ini membuat seseorang lebih mudah mempertahankan fokus saat menghadapi materi yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Setiap hari, otak manusia menerima begitu banyak informasi dari lingkungan sekitar. Agar semuanya bisa diproses dengan baik, otak akan memilah informasi tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipahami.
Di sinilah musik diyakini ikut berperan. Irama tertentu dapat membantu otak tetap aktif sekaligus melatih perhatian terhadap aktivitas yang sedang dijalankan.
Penelitian yang dilakukan pada 2014 juga menemukan bahwa musik memiliki kaitan dengan peningkatan kemampuan mengingat. Lagu atau melodi tertentu bahkan bisa membantu seseorang mengingat informasi yang baru dipelajari.
Efek positif lainnya adalah munculnya motivasi tambahan. Ketika rasa lelah mulai datang, musik favorit sering kali membuat seseorang kembali bersemangat untuk menuntaskan pekerjaan yang masih menumpuk.
Tak sedikit orang yang mengaku lebih produktif ketika belajar sambil mendengarkan lagu instrumental atau musik dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Jenis musik seperti ini dianggap tidak terlalu mengganggu konsentrasi.
Menariknya, mendengarkan lagu kesukaan saat jeda belajar juga disebut mampu meningkatkan motivasi. Setelah beristirahat sejenak dengan musik favorit, seseorang biasanya lebih siap kembali melanjutkan aktivitas belajar.
Di sisi lain, ada fenomena yang juga sering dialami banyak orang. Ketika sedang fokus mengerjakan sesuatu, suara di sekitar tiba-tiba terasa seperti menghilang begitu saja.
Sebagian orang mungkin pernah tidak menyadari ada orang yang memanggil namanya saat sedang serius belajar. Ada pula yang sama sekali tidak menyimak lirik lagu yang sedang diputar karena perhatian sudah tertuju pada tugas di depan mata.
Kondisi tersebut sebenarnya bukan karena seseorang sengaja mengabaikan suara di sekitarnya. Hal itu merupakan respons alami dari cara kerja otak saat sedang memusatkan perhatian.
Semua gelombang suara yang masuk melalui telinga akan diteruskan menuju otak. Setelah itu, otak menerjemahkan sinyal tersebut menjadi berbagai bunyi yang bisa dikenali, mulai dari percakapan, musik, hingga suara benda di sekitar.
Proses pendengaran dan penglihatan ternyata saling berkaitan. Kedua indra ini sama-sama mengirimkan informasi menuju pusat pengolahan yang ada di otak.
Karena kapasitas perhatian manusia terbatas, otak harus memilih mana informasi yang lebih penting untuk diprioritaskan pada saat tertentu. Itulah sebabnya seseorang bisa sangat fokus pada satu aktivitas dan mengabaikan hal lain di sekitarnya.
Ketika belajar, indra penglihatan biasanya bekerja lebih dominan. Mata digunakan untuk membaca, memperhatikan tulisan, atau memahami gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran.
Akibatnya, kemampuan mendengar bisa sedikit menurun sementara waktu. Bukan berarti telinga berhenti bekerja, tetapi otak sedang memberikan porsi perhatian yang lebih besar kepada aktivitas visual.
Fenomena ini termasuk sesuatu yang normal dan dialami hampir semua orang. Fokus yang tinggi memang membuat otak lebih selektif terhadap informasi yang masuk dari lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, memilih belajar sambil mendengarkan musik atau dalam suasana hening sepenuhnya kembali pada kenyamanan masing-masing. Selama cara tersebut membantu memahami materi dengan baik, tidak ada metode yang bisa dianggap paling benar untuk semua orang. (*)

