Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Anggap Biasa, Nyeri Saat Bercinta Bisa Jadi Alarm Tubuh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Jangan Anggap Biasa, Nyeri Saat Bercinta Bisa Jadi Alarm Tubuh

Namun, kalau nyerinya muncul berulang, makin berat, atau bahkan disertai perdarahan, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Nugroho P.
Last updated: Juni 27, 2026 9:07 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Dokter mengingatkan bahwa salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kanker serviks,.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rasa tidak nyaman saat berhubungan intim ternyata bukan sesuatu yang selalu bisa dianggap sepele. Pada sebagian perempuan, kondisi itu memang bisa terjadi sesekali dan bukan pertanda masalah serius.

Namun, kalau nyerinya muncul berulang, makin berat, atau bahkan disertai perdarahan, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Dokter mengingatkan bahwa salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kanker serviks, terutama jika keluhan tersebut dibarengi gejala lain yang tidak biasa.

Kanker serviks sendiri merupakan kanker yang berkembang pada leher rahim atau serviks, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung langsung dengan vagina.

Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus atau HPV, virus yang umumnya menular melalui kontak seksual.

Pada banyak orang, sistem imun mampu melawan virus tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.

Namun pada sebagian lainnya, HPV bisa bertahan bertahun-tahun dan memicu perubahan sel abnormal yang akhirnya berkembang menjadi kanker.

Karena prosesnya berlangsung perlahan, kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal.

Banyak pasien baru menyadari adanya masalah ketika penyakit sudah memasuki stadium yang lebih lanjut dan mulai memengaruhi jaringan di sekitarnya.

Salah satu tanda yang kerap muncul adalah perdarahan dari vagina setelah berhubungan intim.

Selain itu, perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah menopause juga termasuk gejala yang patut mendapatkan perhatian khusus.

Perubahan pada pola haid, seperti menstruasi yang lebih lama atau lebih banyak dari biasanya, juga bisa menjadi salah satu sinyal yang tidak boleh diabaikan.

Gejala lain yang cukup sering dilaporkan adalah keputihan berair bercampur darah dan terkadang menimbulkan bau yang tidak sedap.

Di samping itu, rasa nyeri pada area panggul maupun sakit saat berhubungan seksual juga bisa menjadi pertanda bahwa kondisi sudah berkembang lebih jauh.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menjelaskan bahwa nyeri saat berhubungan intim memang bisa berkaitan dengan kanker serviks stadium lanjut.

Menurutnya, jika rasa sakit muncul bersamaan dengan perdarahan, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kemungkinan kanker sudah menyebar keluar dari leher rahim.

Ketika sel kanker menjalar ke jaringan sekitar rahim atau dinding vagina, sentuhan maupun tekanan saat berhubungan dapat memicu rasa nyeri yang lebih signifikan.

Situasi ini berbeda dengan rasa tidak nyaman akibat penetrasi yang terlalu dalam pada kondisi serviks yang sehat.

Dalam kasus biasa, nyeri umumnya hanya berupa rasa tertekan tanpa diikuti perdarahan atau keluhan lain yang mencurigakan.

Kalaupun terjadi luka, penyebabnya biasanya lebih berkaitan dengan robekan jaringan, bukan karena adanya pertumbuhan sel kanker.

Karena itu, kombinasi antara nyeri, perdarahan, dan keputihan yang tidak normal menjadi tanda yang perlu segera diperiksakan ke dokter.

Deteksi dini tetap menjadi langkah terbaik untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih berat.

Salah satu metode pemeriksaan yang paling dikenal adalah Pap smear, yaitu pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk melihat adanya perubahan abnormal.

Pemeriksaan ini sudah lama menjadi standar skrining kanker serviks dan direkomendasikan dilakukan secara berkala.

Selain Pap smear, tes HPV juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

Dalam beberapa kasus, dokter menggunakan sampel yang sama dengan Pap smear, tetapi ada pula yang memerlukan pengambilan sampel tambahan.

Jika ditemukan indikasi mencurigakan, prosedur biopsi biasanya menjadi langkah berikutnya untuk memastikan diagnosis.

Biopsi dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan dari area yang diduga mengalami perubahan sel agar dapat diperiksa lebih detail di laboratorium.

Metode lain yang cukup banyak digunakan di Indonesia adalah pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat.

Cara ini dilakukan dengan mengoleskan larutan asam asetat encer pada leher rahim untuk melihat adanya perubahan warna yang mengarah pada sel abnormal.

Selain skrining rutin, vaksin HPV juga menjadi salah satu upaya pencegahan paling efektif untuk menurunkan risiko kanker serviks.

Pada akhirnya, memahami sinyal tubuh dan tidak menunda pemeriksaan saat muncul gejala yang tidak biasa merupakan langkah penting agar masalah kesehatan bisa ditangani lebih cepat dan tepat. (*)

You Might Also Like

Awas, Leher Wangi Tiap Hari, Dokter Bongkar Mitos Tiroid Kanker

Jangan Keburu Percaya Mitos Rambut Sehat Ternyata Begini Faktanya Sekarang

Ginjal Tetap Aman, Deretan Makanan Ini Diam Diam Menjaga

Biar Ketupat Lebaran Nggak Cepat Basi, Ini Triknya

Pengen Kaya Cepat? Coba Amalkan Doa Ini

TAGGED:hubungan intimnyeri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saat Stres Melanda, Sepuluh Kalimat Ini Malah Terdengar Lebih Dewasa
Next Article Langit Beijing Mendadak Gempar, Pesawat Kecil Hantam Menara Ikonik Kota

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rahasia Burung Migran Tetap Melaju, Tidur Pun Bisa Dilakukan di Langit

Babak Panjang Razman Berakhir, Kini Jalani Vonis di Cipinang

Liburan Makin Asyik, Tiket Murah Semua Moda Sudah Disiapkan Pemerintah

Empat Sinyal Tipis Kolesterol Naik yang Sering Dianggap Sepele Banget

Jakarta Kebagian Lagi, Konser Guns N’ Roses Kali Ini Lebih Intim

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Biar Natal Makin Hangat, Rumah Dandani Santai Seperti Ini Aja

Desember 24, 2025
Tips

Tips Mudik Pakai Mobil Listrik, Gaspol Tanpa Drama

Maret 3, 2026
Tips

Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS

Desember 29, 2025
Ilustrasi anti-mager dan kerja produktif lagi.
Tips

Nih 7 Cara Anti-Mager Biar Kamu Produktif Lagi, Wajib Baca!

September 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Anggap Biasa, Nyeri Saat Bercinta Bisa Jadi Alarm Tubuh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?