Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh

Pameran bertajuk "Menimbang Rasa Merajut Kebahagiaan" menampilkan 20 lukisan yang mengusung karakter unik. Gaya visual yang lucu dengan detail seperti rajutan menjadi identitas kuat karya Imam Ghozali, pelukis asal Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol.

Nugroho P.
Last updated: Juni 21, 2026 11:50 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Pameran bertajuk "Menimbang Rasa Merajut Kebahagiaan" menampilkan 20 lukisan yang mengusung karakter unik. Gaya visual yang lucu dengan detail seperti rajutan menjadi identitas kuat karya Imam Ghozali, pelukis asal Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Suasana hangat terasa di Kie Art Space, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, saat pameran tunggal karya seniman lokal Imam Ghozali resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026). Lewat puluhan lukisan dengan karakter khas menyerupai rajutan tangan, Imam mengajak pengunjung menikmati cerita sederhana yang tersimpan di setiap karyanya.

Pembukaan pameran turut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani bersama Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan seni rupa dan para seniman lokal di daerah.

Pameran bertajuk “Menimbang Rasa Merajut Kebahagiaan” menampilkan 20 lukisan yang mengusung karakter unik. Gaya visual yang lucu dengan detail seperti rajutan menjadi identitas kuat karya Imam Ghozali, pelukis asal Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol.

Penyelenggara dari Kie Art Projects, Gita Yohana, mengatakan pihaknya ingin membuka lebih banyak ruang bagi seniman lokal agar karya mereka semakin dikenal masyarakat luas maupun kolektor seni.

Menurut Gita, perjalanan menemukan karakter khas Imam tidak terjadi begitu saja. Berbagai konsep sempat dicoba hingga akhirnya lahir gaya lukisan yang kini menjadi ciri khas sang pelukis.

“Ternyata seiring berjalannya waktu, beberapa karakter kita coba, yang pas adalah yang lucu-lucu,” ujar Gita.

Ia menjelaskan, detail menyerupai rajutan tangan menjadi pembeda yang membuat karya Imam mudah dikenali. Sentuhan tersebut juga menjadi daya tarik bagi kolektor dari berbagai daerah.

Gita menilai proses melahirkan karya seperti itu membutuhkan kesabaran dan ketenangan, karena setiap detail dikerjakan dengan penuh ketelitian.

Menurutnya, Kie Art Projects akan terus menghadirkan pameran tunggal bagi seniman-seniman lokal lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap dunia seni di Purbalingga.

“Kami ingin memberikan panggung sehingga masyarakat bisa mengenal para pelukis lokal. Ke depan akan ada pameran-pameran tunggal lainnya agar mereka terus berkarya,” katanya.

Sementara itu, Imam Ghozali mengaku setiap lukisan yang dipamerkan bukan sekadar menampilkan bentuk yang menarik, tetapi juga membawa cerita yang ingin disampaikan kepada penikmat seni.

“Walaupun terlihat sederhana, mungkin terlihat lucu, namun di balik karya-karya itu saya ingin menyampaikan cerita di dalamnya,” tutur Imam.

Melalui tema pameran kali ini, ia berharap para pengunjung dapat kembali mengingat momen-momen sederhana yang pernah menghadirkan kebahagiaan, terutama kenangan masa kecil.

Baginya, kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal kecil yang tanpa disadari mulai terlupakan karena kesibukan sehari-hari.

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani memberikan apresiasi atas dedikasi Imam Ghozali yang berhasil membangun identitas kuat melalui karya-karyanya.

Menurut Dimas, keberhasilan seniman lokal seperti Imam menjadi bukti bahwa kreativitas yang diasah dengan konsisten mampu menghasilkan karya yang membanggakan daerah.

Ia juga mengapresiasi Kie Art Projects yang terus menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pelaku seni di Kabupaten Purbalingga.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga, lanjut Dimas, tengah mengkaji sejumlah fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pamer dan ekspresi seni agar karya para seniman lebih mudah dinikmati masyarakat.

Beberapa lokasi yang sedang dipertimbangkan antara lain GOR Mahesa Jenar dan Purbalingga Food Centre sebagai ruang kreatif yang lebih terbuka.

Dimas berharap langkah tersebut mampu memperkuat ekosistem seni di Purbalingga sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak seniman berbakat yang dikenal hingga tingkat nasional. (*)

You Might Also Like

Semarang Zoo Tambah Rame saat Nataru, Sehari Tembus Ribuan Pengunjung

Gus Alam PKB Meninggal, Sempat Dirawat setelah Kecelakaan di Tol Pemalang

Pesawat Raksasa Rusia Mendarat di Ahmad Yani, Ini Penjelasan Imigrasi Semarang

Liburan Makin Asyik, Tiket Murah Semua Moda Sudah Disiapkan Pemerintah

Aipda Robig Muntahkan Empat Peluru ke Arah Siswa SMK di Semarang, Bikin Gamma Tewas

TAGGED:imam ghozalipameran lukisanpurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang
Next Article Misteri dan Kejanggalan Warung Pecel Lele, Banyak Rahasia Belum Terungkap

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

Luthfi: Solar buat Melaut, Bukan Ditimbun

SIDANG TUNTUTAN--Bupati Pati Sudewo (memakai rompi tahanan) berjalan menuju mobil tahanan usai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Sudewo Gak Bisa Jadi Pejabat Lagi?KPK Tambahkan Tuntutan Pencabutan Hak Dipilih

RICUH--Massa pendukung Bupati Sudewo tampak menunjuk-nunjuk jaksa KPK usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Pendukung Sudewo Ngamuk, Berusaha Serang Jaksa di Ruang Sidang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa tidak memenuhi panggilan KPK sebaagi saksi korupsi dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021 2022
Unik

Alasan Sibuk, Gubernur Khofifah Tidak Penuhi Panggilan KPK

Juni 20, 2025
Unik

Berani Langgar Parkir di Banyumas? Siap-siap Terima Sanksi Berat Ini

Juni 8, 2025
Viral

Lagi Cari Healing Spot? Ini 10 Wisata Purwokerto yang Lagi Hits Banget

September 22, 2025
Plesir

Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?