BACAAJA, SEMARANG – Wisuda biasanya identik dengan pemanggilan nama satu per satu oleh petugas. Namun pemandangan berbeda terlihat di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang.
Sebanyak 262 wisudawan periode II Juni 2026 resmi diluluskan dalam prosesi yang digelar di Gedung Albertus, Kampus SCU Bendan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026). Menariknya, prosesi kali ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang membuat jalannya wisuda lebih modern dan efisien.
Melalui sistem bernama STEP (Soegijapranata Touch & Experience Pod), para wisudawan cukup melakukan satu sentuhan pada podium digital yang terhubung langsung dengan sistem kampus.
Bacaaja: Dosen dan Ketua BEM SCU Bikin Buku Panduan Demo: Jangan Asal Turun Jalan!
Bacaaja: Wisudawan Terbaik SCU Raina Ghina ternyata Atlet Menembak: Sabet Medali Kapolri, Jaksa Agung hingga Danjen Kopassus
“Secara real-time sistem akan langsung memanggil nama dan predikat wisudawan untuk mengiringi prosesi wisuda mereka,” kata Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho.
Sebelum naik ke panggung, para wisudawan terlebih dahulu melakukan presensi pada titik yang telah disediakan. Data tersebut kemudian terhubung dengan mesin STEP.
Saat tiba giliran maju, wisudawan hanya perlu menekan tombol pada sistem. Nama beserta predikat kelulusan langsung diumumkan secara otomatis sebelum prosesi pindah kucir dan penyerahan ijazah berlangsung.
Menurut Robertus, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa SCU tidak hanya mengajarkan teknologi kepada mahasiswa, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata dalam berbagai aktivitas kampus.
“Ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya dipelajari, tetapi juga kami gunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik,” ujarnya.
Tak hanya mengusung teknologi AI, wisuda kali ini juga membawa konsep ramah lingkungan.
Sebagai simbol pertumbuhan dan keberlanjutan, setiap wisudawan mendapatkan bibit tanaman. Kampus juga mengimbau keluarga dan kerabat untuk tidak mengirim papan bunga guna mengurangi limbah pasca-acara.
Selain itu, penggunaan tumbler atau botol minum isi ulang juga diterapkan selama rangkaian kegiatan berlangsung untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen SCU dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus gerakan penghijauan yang digalakkan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ada atlet tarung bebas berprestasi
Dari total 262 wisudawan yang diluluskan, terdiri atas 22 lulusan magister, 14 lulusan profesi, dan 226 lulusan sarjana.
Tiga lulusan terbaik yang mewakili wisudawan tahun ini berasal dari Fakultas Psikologi.
Mereka adalah Dhiya Almirra Azzahra sebagai lulusan Magister Psikologi termuda, M. Regina PT. Wacika N. Yoshinta sebagai wisudawan terbaik Program Studi Psikologi, serta Cantika Novita Engel.
Nama terakhir cukup mencuri perhatian karena tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga di dunia olahraga. Cantika merupakan atlet tarung bebas yang berhasil meraih sejumlah prestasi tingkat regional hingga nasional sepanjang tahun 2025.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, menyebut rata-rata masa studi sarjana di SCU mencapai empat tahun dengan 76 persen mahasiswa lulus tepat waktu.
Sementara untuk program magister, rata-rata masa studi tercatat dua tahun satu bulan dengan tingkat kelulusan tepat waktu sebesar 68 persen.
Menariknya lagi, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan rata-rata hanya 1,4 bulan. Sebanyak 19 persen lulusan bahkan sudah bekerja atau menjalankan usaha sebelum resmi diwisuda.
“Mereka tersebar di berbagai perusahaan dengan rata-rata gaji pertama sekitar Rp6,2 juta,” ujar Berta.
Dengan kombinasi teknologi AI, konsep ramah lingkungan, dan capaian lulusan yang kompetitif, SCU menunjukkan bahwa prosesi wisuda kini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi etalase inovasi kampus di era digital. (eka)

