Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno

Niat awalnya cuma buat lucu-lucuan ngikutin tren media sosial. Tapi ending-nya malah duduk bareng polisi dan orang tua sambil bikin klarifikasi. Lima remaja di Tlogowungu, Pati, yang sempat viral gara-gara aksi “pocong keliling” akhirnya buka suara dan minta maaf ke warga setelah kontennya bikin satu kampung ikut deg-degan.

T. Budianto
Last updated: Mei 28, 2026 2:41 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KONTEN POCONG: Lima remaja asal Tlogowungu, Pati saat diamankan di Polsek Tlogowungu usai aksi konten “pocong” yang sempat viral dan meresahkan warga. Kelimanya menjalani pembinaan didampingi orang tua serta menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, PATI- Lima remaja asal Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, akhirnya memberikan klarifikasi usai aksi mereka sebagai pemeran pocong viral di media sosial dan bikin warga resah. Mereka diamankan petugas Polsek Tlogowungu pada Selasa (26/5/2026) siang untuk dimintai keterangan terkait video yang sempat ramai beredar.

Kelima remaja tersebut masing-masing berinisial IR (16) yang berperan sebagai pocong, kemudian ASM (15), RIA (13), IM (13), dan HM (15). Seluruhnya diketahui merupakan warga Tlogowungu.

Dalam proses pembinaan itu, mereka datang didampingi orang tua masing-masing. Suasananya bukan lagi konten horor, tapi lebih mirip sesi evaluasi setelah prank kebablasan.

Baca juga: Pocong Keliling Cari Gift, Endingnya Dijemput Polisi

Dari hasil klarifikasi, aksi tersebut ternyata dilakukan tanpa memikirkan dampak yang muncul di tengah masyarakat. Konten itu awalnya cuma dianggap bercandaan dan dibuat karena terpengaruh tren video serupa yang lagi ramai di media sosial.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid menegaskan bahwa video yang sempat bikin heboh warga bukanlah video pocong membawa parang seperti rumor yang telanjur muter di masyarakat.

“Setelah dilakukan klarifikasi, kami tegaskan bahwa video yang beredar itu bukan video pocong membawa parang seperti yang sempat ramai diperbincangkan. Berdasarkan pengakuan para remaja yang terlibat, aksi itu hanya dibuat untuk bercandaan karena terpengaruh konten yang sedang ramai di media sosial,” ujar AKP Mujahid.

Minta Maaf

Di hadapan petugas dan orang tua, kelima remaja tersebut mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Tlogowungu. Mereka juga berjanji nggak bakal mengulangi aksi serupa.

AKP Mujahid juga mengimbau masyarakat supaya nggak langsung percaya dengan informasi yang beredar tanpa dicek dulu kebenarannya. Menurutnya, informasi yang belum jelas justru bisa bikin suasana makin gaduh dan penuh asumsi liar.

Selain itu, polisi memilih langkah pembinaan dibanding hukuman berat karena para remaja tersebut masih di bawah umur. Orang tua juga ikut dilibatkan supaya kejadian serupa nggak terulang lagi.

Baca juga: Lorong Pocong dan Boneka Gantung, Menyibak Museum Santet

“Kami bersama orang tua telah melakukan pembinaan kepada anak-anak yang terlibat agar tidak mengulangi perbuatannya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa tindakan iseng sekalipun bisa berdampak luas dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” lanjutnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat bahwa jika menemukan gangguan kamtibmas atau kondisi darurat, warga bisa langsung menghubungi kantor polisi terdekat maupun layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.

Dan mungkin ini jadi salah satu ironi era konten sekarang: kadang yang paling serem bukan pocongnya, tapi orang yang terlalu serius ngejar viral tanpa mikir efek setelah videonya keburu muter satu kampung. (tebe)

You Might Also Like

Indonesia Ngebut di SEA Games, Pulang Bawa Rekor

Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat

Pengakuan Mahasiswa Undip Penyekap Intel: Kami Niatnya Mengamankan dari Amuk Massa

Kasus Pelecehan saat KKN UAD Bergulir, Korban Pilih Tempuh Jalur Hukum

TAGGED:headlinepocong patipolres pativiral pocong
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pocong Keliling Cari Gift, Endingnya Dijemput Polisi
Next Article Belajar Iklim Nggak Harus Nunggu Bumi Makin Panas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi koruptor.

Publik Minta Koruptor Dihukum Berat tapi Tetap Adil

UU Perampasan Aset Dinilai Jadi Senjata Lawan Korupsi

DISKUSI - Diskusi tim peneliti UIN Walisongo bersama pengajar ABIM mengenai penerapan nilai moderasi dan Malaysia Madani dalam lingkungan pendidikan.

Tak Sekadar Maulid, Tim Penelitian UIN Walisongo Belajar Moderasi Islam di Pulau Pinang Malaysia

TERIMA KUNJUNGAN - 96 siswa SMK Bina Utama Kendal didampingi enam guru melaksanakan kunjungan industri ke kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Bina Utama Kendal

SIDANG KORUPSI--Para saksi dimintai keterangan dalam sidang korupsi terdakwa Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, Kamis (27/8/2026). (bae)

ART ‘Disulap’ Jadi Direktur Perusahaan Keluarga Fadia, Gelagapan saat Dicecar KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Mei 6, 2026
Bupati Temanggung, Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Gondrong, berhasil meraih Tropi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kompleks Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026).
Info

Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal

Februari 10, 2026
Sidang perdana kasus pengadaan tanah BUMD Cilacap yang rugikan negara Rp 237 miliar.
Hukum

Kodam IV/Diponegoro Terseret Kasus Korupsi BUMD Cilacap Rp 237 M, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Oktober 3, 2025
Info

Capratar Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal di Kompleks Akpol

Juli 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?