Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan

Kalau biasanya orang cari healing ke pantai atau gunung yang penuh spot foto, beda cerita sama Dusun Krecek di Temanggung. Di sini, orang datang bukan buat ngejar konten, tapi ngejar tenang. Dusun kecil yang seluruh warganya beragama Buddha ini pelan-pelan disiapkan jadi destinasi mindfulness tourism alias wisata buat “menenangkan isi kepala” tanpa kehilangan akar budaya warganya.

T. Budianto
Last updated: Mei 18, 2026 8:07 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMPAIKAN MATERI: Rendy Ega Pradana, dosen Departemen Administrasi Bisnis Fisip Undip menyampaikan materi terkait pelayanan serquaval kepada warga Dusun Krecek, Minggu, (17/5/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG- Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, lagi naik kelas. Bukan karena kafe estetik atau glamping viral, tapi karena suasana damainya yang bikin orang betah buat rehat dari hidup yang kebanyakan notifikasi.

Dusun yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga beragama Buddha itu sekarang didorong jadi destinasi mindfulness tourism berbasis masyarakat. Program ini digarap lewat kolaborasi alumni dan dosen Universitas Diponegoro (Undip) dalam program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (Equity).

Selama ini Krecek memang dikenal sebagai ruang wisata spiritual dan budaya. Mulai dari perayaan Waisak, Nyadran Perdamaian, Merti Dusun, live in, meditasi, sampai Krecek Mindfulness Weekend rutin digelar di sana.

Baca juga: Fisip Undip Gelar Pelatihan Packaging bagi Pelaku UMKM Rowosari

Yang datang juga bukan cuma satu dua orang. Dalam setahun, kegiatan mindfulness di Krecek bisa berlangsung tiga sampai empat kali dengan peserta mencapai 30 hingga 100 orang dari berbagai daerah dan lintas agama.

Dosen Administrasi Bisnis Undip, Ardy Wibowo bilang, pengembangan wisata di Krecek nggak boleh menghilangkan identitas asli dusun. “Dusun Krecek punya kekuatan yang nggak banyak dimiliki tempat lain. Kehidupan masyarakat Buddhisnya masih terjaga, tradisinya hidup, dan suasananya mendukung praktik mindfulness,” katanya, Minggu, (17/5/2026).

Eco Homestay

Program pendampingan itu nggak cuma ngomongin wisata, tapi juga urusan yang sering dianggap sepele: toilet dan pelayanan tamu. Fasilitas MCK di dusun direnovasi supaya pengunjung yang ikut live in atau meditasi beberapa hari bisa lebih nyaman. Selain itu, dua eco-homestay berbasis rumah warga juga mulai disiapkan.

Direktur PT Kalandra Nusantara sekaligus Direktur Manusa Foundation, Arya Pradhana Wirawan mengatakan, tujuan program ini bukan sekadar mempercantik dusun. “Yang penting masyarakat punya standar pelayanan dan sistem pengelolaan yang bisa jalan terus meski program selesai,” ujarnya.

Baca juga: Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

Warga juga mendapat pelatihan hospitality dengan pendekatan reliability, assurance, tangibles, empathy, dan responsiveness (RATER). Mulai dari cara menyambut tamu, menjaga kebersihan, sampai komunikasi dengan wisatawan.

Bagi warga Krecek sendiri, tamu yang datang bukan sekadar wisatawan biasa. Mereka dianggap ikut belajar hidup sederhana bersama warga.

“Orang datang ke Krecek bukan cuma lihat tempat, tapi ikut merasakan kehidupan warga. Belajar hidup tenang dan rukun,” kata Ngasiran, salah satu warga.

Kini Dusun Krecek pelan-pelan berubah jadi pengingat kalau wisata nggak selalu soal sound horeg, antre foto, atau kopi Rp40 ribu. Kadang, yang paling mahal justru suasana tenang yang sekarang makin susah dicari. (tebe)

You Might Also Like

Butuh Kolaborasi Para Pihak Guna Membangun Ekosistem Pendidikan yang Holistik

Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood

Sekolah Tetap Masuk, Belajar Online Nggak Jadi Opsi Dulu

Dari Bambu ke Beton, Jalan Sekolah Kini Lebih Aman, Ini yang Dilakukan Polres Banjarnegara

KNPI dan Kesbangpol Semarang Hadirkan Forum Debat Kekinian, Mahasiswa Bicara Tanpa Batas

TAGGED:dusun krecekfisip undipmindfulness tourism
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Awalnya Kayak Flu Biasa, Hantavirus Tiba-Tiba Bikin Paru Kacau
Next Article Anak Badan Hangat Dikira Bahaya, Ternyata Tubuh Lagi Sibuk Bertahan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Viral Banget di Klaten, Beli Bakso Ditagih Bayar AC

Bukan Cuma Manis, Isi Dapur Ini Diam-Diam Jaga Gula Darah

Sendi Tiba-Tiba Ngamuk, Asam Urat Diam-Diam Lagi Naik Parah

Katanya Ganti CNG, Warga Malah Kepikiran Nasib Kompor Rumahnya

Rupiah Lagi Goyang, Omongan Desa Tanpa Dollar Malah Ramai

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Desember 20, 2025
Pendidikan

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

November 27, 2025
Pendidikan

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

Mei 14, 2026
Staf Bidang SMA Disdikbud Jateng, Subeno saat saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' di Titik Kumpul 2 SKS, kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae)
Pendidikan

Ihwal Unjuk Rasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?