Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dikira Tikus, Suara Atap Malam Itu Ternyata Sanca Raksasa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Dikira Tikus, Suara Atap Malam Itu Ternyata Sanca Raksasa

Pemilik rumah mulai merasa ada yang aneh karena suara gesekan di atas plafon terdengar besar dan panjang seperti ada benda berat yang bergerak pelan. Situasi makin bikin tegang ketika bagian plafon tampak sedikit bergoyang. Warga sekitar yang mendengar cerita itu langsung berdatangan buat memastikan apa sebenarnya yang ada di atas atap rumah tersebut.

Nugroho P.
Last updated: Mei 13, 2026 7:58 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Seekor ular piton ditemukan di plafon warga.
SHARE

BACAAJA, CIREBON – Warga di Kelurahan Kesunean, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, mendadak ramai keluar rumah saat suara berisik dari atas plafon sebuah rumah terus terdengar sejak malam. Awalnya penghuni mengira suara itu cuma tikus yang lagi lari-larian di genteng, hal yang memang sering bikin penghuni rumah waswas saat malam datang. Tapi makin lama, suara gedebukannya justru terdengar lebih berat dan bikin curiga.

Pemilik rumah mulai merasa ada yang aneh karena suara gesekan di atas plafon terdengar besar dan panjang seperti ada benda berat yang bergerak pelan. Situasi makin bikin tegang ketika bagian plafon tampak sedikit bergoyang. Warga sekitar yang mendengar cerita itu langsung berdatangan buat memastikan apa sebenarnya yang ada di atas atap rumah tersebut.

Saat dicek menggunakan senter dari sela plafon, suasana langsung berubah panik. Bukan tikus, bukan juga musang, melainkan seekor ular sanca berukuran besar yang melilit kayu penyangga atap rumah. Tubuhnya terlihat memenuhi sela plafon dan terus bergerak perlahan di ruang sempit itu.

Kemunculan ular berukuran jumbo itu langsung bikin penghuni rumah syok. Beberapa warga memilih menjauh karena takut ular tiba-tiba jatuh ke dalam rumah. Anak-anak yang tadinya penasaran langsung diminta masuk rumah sementara warga dewasa mulai mencari bantuan.

Tak butuh waktu lama, laporan pun diteruskan ke petugas Damkar Kota Cirebon. Warga khawatir ular turun dan membahayakan penghuni rumah, apalagi ukurannya disebut jauh lebih besar dibanding ular yang biasanya muncul di permukiman.

Beberapa petugas Damkar kemudian datang membawa perlengkapan evakuasi lengkap. Kedatangan mereka langsung jadi pusat perhatian warga sekitar yang sejak tadi menunggu di depan rumah sambil menyorot bagian atap menggunakan lampu ponsel.

Proses evakuasi berjalan cukup menegangkan karena posisi ular berada di sela plafon yang sempit dan rapuh. Petugas harus naik perlahan sambil membuka sebagian plafon supaya bisa menjangkau tubuh ular yang melilit kuat di kayu atap.

Suasana makin dramatis saat tubuh ular terlihat begitu besar ketika bagian plafon berhasil dibuka. Beberapa warga yang menonton dari bawah terdengar spontan berteriak karena ukuran ular ternyata jauh lebih panjang dari perkiraan awal.

Dalam video yang beredar, petugas terlihat memakai tongkat penjepit khusus ular serta lampu penerangan untuk mengamankan bagian kepala ular yang tersembunyi di sela kayu plafon. Sementara petugas lain bersiaga di bawah untuk membantu menarik tubuh ular sedikit demi sedikit.

Karena ruang gerak sangat terbatas, proses penangkapan tidak bisa dilakukan buru-buru. Petugas harus memastikan ular tidak meronta terlalu keras agar plafon rumah tidak ambruk dan warga tetap aman.

Danton 2 Damkar Kota Cirebon, Sadiko, mengatakan laporan masuk sekitar pukul 19.30 WIB. Tim kemudian langsung menuju lokasi setelah menerima informasi adanya ular besar di atas plafon rumah warga.

“Setelah kami sampai di lokasi, kami melihat posisi ular tersebut memang berada di atas plafon. Namun karena kondisi plafonnya sudah rapuh dan sempit, kami mengalami sedikit kesulitan untuk menjangkau ular tersebut,” ujar Sadiko saat diwawancarai media, Rabu (13/5/2026).

Menurut Sadiko, ular sanca itu diperkirakan memiliki panjang sekitar enam meter dengan diameter badan sebesar paha orang dewasa. Ukuran tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan ekstra hati-hati.

“Mengingat ukurannya yang cukup besar dan tenaganya yang kuat, kami harus ekstra hati-hati dalam melakukan penangkapan,” ucapnya.

Selama proses berlangsung, warga terus memadati area depan rumah sambil menyaksikan petugas berjibaku menarik ular keluar dari sela plafon. Beberapa warga tampak merekam momen itu menggunakan ponsel karena jarang melihat ular sebesar itu berada di tengah permukiman padat.

Petugas akhirnya menggunakan snake hook dan juga tangan kosong untuk menarik tubuh ular secara perlahan. Sesekali ular tampak melilit kuat bagian kayu atap sehingga membuat proses penarikan harus dilakukan bergantian.

Setelah hampir setengah jam, ular akhirnya berhasil dikeluarkan seluruhnya dari plafon rumah. Tubuh panjang ular itu langsung mengundang reaksi heboh warga karena ukurannya benar-benar besar saat sudah berada di lantai.

“Alhamdulillah, ular berhasil kami amankan tanpa ada korban luka, baik dari pihak warga maupun tim petugas,” kata Sadiko.

Evakuasi yang berjalan dramatis itu akhirnya membuat penghuni rumah bisa bernapas lega. Ketegangan yang sejak tadi menyelimuti rumah perlahan berubah jadi obrolan ramai warga yang masih tak menyangka suara gaduh di atap ternyata berasal dari ular sanca raksasa.

Setelah diamankan, ular tersebut kemudian dibawa ke Markas Komando Damkar Kota Cirebon untuk penanganan lebih lanjut sebelum nantinya direlokasi ke lokasi yang jauh dari permukiman warga.

“Selanjutnya ular ini akan kami bawa ke markas komando untuk nantinya diserahkan kepada pihak yang lebih berwenang atau direlokasi ke habitat yang jauh dari pemukiman warga agar tidak kembali meresahkan,” katanya. (*)

You Might Also Like

Niat Hangatkan Kambing, Eh Malah Puluhan Kambing Ludes Terbakar

Kasus Dapur MBG Anak Wakil DPRD, Obsudsman Cuma Bilang Begini!

RK Diduga Cerai Istri, Kuasa Hukum Singgung Lisa Mariana

Rumah Bau Wangi Malah Tikus Kabur, Ramuan Dapur Jadi Andalan

Senyum Tipis Atalia Muncul, Pilih Diam Soal Proses Cerai

TAGGED:plafontikusular piton
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sudah Jadi Juara Buat Semarang, Agustina Ajak Warga Vote Celyna
Next Article Sambo Kuliah Lagi Dari Balik Jeruji Bikin Publik Ribut Sendiri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi jenazah korban.
Viral

Sembilan Tewas Terinjak Saat Ibadah di Kuil Suci

November 1, 2025
Pesawat Rusia mendarat di Semarang. Foto: Ist.
UnikViral

Pesawat Raksasa Rusia Mendarat di Ahmad Yani, Ini Penjelasan Imigrasi Semarang

Januari 30, 2026
Aksi dr Erli Meichory Viorika di pesawat Citilink viral usai selamatkan balita kejang. (AI)
Viral

Viral! Detik-detik Dokter Selamatkan Nyawa Balita di Pesawat, IDAI Sampaikan Ini

Februari 3, 2026
ATAP AMBROL--Siswa SDN Pendrikan Lor 02 Semarang beraktivitas di kelas yang atapnya ambrol, Selasa (28/7/2026). (bae)
Info

Siswa SDN Pendrikan Lor 2 Semarang Belajar dan Santap MBG di Bawah Atap Ambrol

Juli 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dikira Tikus, Suara Atap Malam Itu Ternyata Sanca Raksasa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?