BACAAJA, SEMARANG – PT KAI pasang kuda-kuda buat menjaga aset negara yang mereka kelola biar nggak disalahgunakan. Caranya, KAI menggandeng BPN Jawa Tengah untuk bantu mengurus.
Kerja sama itu diteken di Semarang, Senin (11/5/2026). Fokus utamanya bukan sekadar administrasi, tapi buat mengantisipasi aset KAI dipakai tanpa hak sampai sengketa lahan yang bikin negara rugi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif bilang aset yang dikelola KAI punya nilai strategis. Karena itu, keberadaannya harus benar-benar dijaga.
Bacaaja: Kartini Zaman Now Nggak Cuma Pakai Kebaya, Tapi Berani Ambil Keputusan
Bacaaja: Ketika Disiplin Diabaikan, Wajar Bila Tragedi Berulang di Perlintasan Kereta
“Aset yang dikelola KAI merupakan bagian dari aset negara yang memiliki nilai strategis dan harus dijaga keberadaannya,” kata Luqman.
Menurutnya, selama ini masih ada persoalan klasik seperti penyerobotan lahan, penggunaan tanpa izin, sampai sengketa pertanahan. Lewat kerja sama dengan BPN, KAI ingin urusan legalitas aset jadi lebih rapi dan kuat secara hukum.
Selain itu, percepatan sertifikasi aset juga jadi perhatian. KAI nggak mau ada aset negara yang statusnya menggantung lalu malah dimanfaatkan pihak lain seenaknya.
Luqman menegaskan sinergi dengan BPN penting supaya aset negara yang dikelola KAI punya kepastian hukum. Dengan begitu, potensi kerugian negara akibat pemanfaatan ilegal bisa ditekan.
“Kerja sama ini jadi bagian dari komitmen KAI dalam pengamanan dan optimalisasi aset negara,” ujarnya.
Nggak cuma urusan sengketa lahan, kerja sama ini juga mencakup pendampingan hukum sampai peningkatan kemampuan SDM di bidang pertanahan. KAI berharap pengamanan aset bisa lebih efektif dan nggak lagi kecolongan di kemudian hari. (bae)

