BACAAJA, SEMARANG- Namanya Mbah Sunarti, usianya sudah 73 tahun. Sehari-hari beliau berdagang di salah satu pasar tradisional di Kota Semarang. Tapi beberapa hari terakhir, badannya drop sampai gak kuat lagi buat jualan.
Pada Minggu (10/5/2026), Mbah Sunarti datang ke Panti Marhaen buat ikut pengobatan gratis yang digelar rutin setiap tanggal 10. Dengan ditemani sang suami, Mbah Sunarti tetap datang meski harus berjalan perlahan menggunakan tongkat kayu.
Baca juga: Pengobatan Gratis di Panti Marhaen Kembali Diserbu Warga
“Saya sangat berterima kasih. Saya sakit belum sembuh-sembuh, nah saya dengar ada pengobatan gratis di PDIP. Terus ini saya periksa sama suami,” kata Mbah Sunarti dengan bahasa jawa usai diperiksa dokter.
Nggak cuma sekadar dicek, Mbah Sunarti juga dilayani lengkap mulai dari cek darah sampai tensi. Pulang-pulang, dia sudah mengantongi empat macam obat yang semuanya didapat tanpa bayar sepeser pun. “Dikasih obat empat macam. Semua gratis, Alhamdulillah. Semoga segera sembuh,” harapnya penuh doa.
Antusias
Nggak cuma Mbah Sunarti, ada juga Mbah Slamet yang usianya sudah menginjak 91 tahun. Meski sangat sepuh, beliau tetap antusias ikut mengantre bareng warga lainnya.
Sambil duduk santai menunggu giliran, Mbah Slamet bercerita kalau layanan seperti ini sangat membantu orang tua seperti dirinya. Beliau merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan tensi dan pemberian obat cuma-cuma. “Saya umur 91 tahun, iya ini periksa. Tadi ditensi, ini masih nunggu obat. Ya manfaat pengobatan ini,” kata Mbah Slamet singkat.
Baca juga: Warga Antusias Ikut Pengobatan Gratis di Panti Marhaen, Messy: Serentak, Bakal Terus Diulang
Pengobatan gratis ini rutin digelar setiap tanggal 10 di seluruh kantor PDIP di Jawa Tengah, termasuk di Panti Marhaen. Selain pengobatan gratis juga dibuka dapur marhaen alias makan siang gratis.
Kadang yang bikin orang tua bertahan bukan cuma obat mahal atau rumah sakit megah. Tapi perhatian sederhana, kursi tunggu, tensi gratis, dan kalimat “monggo diperiksa dulu mbah” yang mungkin terdengar kecil, tapi rasanya besar buat mereka yang mulai sering merasa dilupakan zaman. (bae)

