BACAAJA, SEMARANG – Larangan mandi malam sudah seperti nasihat turun-temurun yang akrab di telinga banyak orang Indonesia. Sejak kecil, tidak sedikit yang langsung diperingatkan orang tua saat mau mandi setelah magrib atau pulang larut malam. Kalimat “nanti kena rematik” bahkan jadi semacam alarm otomatis yang sering muncul di rumah-rumah.
Kepercayaan soal mandi malam bikin rematik ternyata masih terus bertahan sampai sekarang. Banyak orang percaya air dingin pada malam hari bisa masuk ke tubuh lalu menyerang persendian. Tidak heran kalau ada yang memilih menahan gerah atau menunda mandi karena takut tubuh jadi pegal-pegal di kemudian hari.
Padahal kalau dilihat dari sisi medis, rematik bukan penyakit yang muncul gara-gara mandi malam. Rematik sendiri lebih berkaitan dengan peradangan pada sendi yang penyebabnya cukup kompleks. Faktor usia, kondisi autoimun, keturunan, hingga pola hidup justru lebih sering jadi pemicu utama munculnya penyakit tersebut.
Informasi ini juga sempat ramai dibahas dalam konten media sosial TikTok akun taleclay.id yang menjelaskan bahwa mandi malam bukan penyebab langsung rematik. Penjelasan itu langsung menarik perhatian banyak warganet karena membahas mitos yang sudah lama dipercaya masyarakat.
Selama ini, sensasi tubuh pegal setelah mandi malam sering dianggap sebagai tanda awal rematik. Padahal kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan reaksi otot terhadap suhu dingin. Ketika tubuh yang lelah tiba-tiba terkena air terlalu dingin, otot bisa langsung menegang dan terasa kurang nyaman.
Rasa ngilu atau kaku itulah yang akhirnya sering disalahartikan sebagai rematik. Banyak orang mengira persendiannya mulai rusak, padahal sebenarnya tubuh hanya sedang menyesuaikan suhu. Apalagi kalau sebelumnya habis aktivitas berat, begadang, atau kondisi badan memang sudah kecapekan.
Udara malam yang lebih dingin juga ikut memengaruhi respons tubuh. Saat suhu lingkungan turun, pembuluh darah cenderung menyempit sehingga tubuh terasa lebih kaku dibanding siang hari. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa persendian lebih sensitif setelah mandi malam.
Meski begitu, mandi malam sebenarnya tetap aman dilakukan selama caranya tepat. Justru bagi sebagian orang, mandi setelah aktivitas seharian bisa membantu tubuh terasa lebih segar dan nyaman sebelum istirahat. Yang perlu diperhatikan bukan waktu mandinya, melainkan suhu air dan kondisi tubuh saat itu.
Penggunaan air hangat biasanya lebih disarankan kalau mandi dilakukan malam hari. Air hangat membantu otot lebih rileks dan mengurangi rasa tegang setelah beraktivitas panjang. Selain bikin badan lebih nyaman, mandi air hangat juga sering membantu tidur terasa lebih nyenyak.
Sebaliknya, mandi memakai air terlalu dingin saat tubuh sedang capek memang bisa memicu rasa tidak nyaman sementara. Otot yang mendadak terkena suhu rendah bisa terasa kaku, terutama di area leher, punggung, dan kaki. Namun kondisi ini umumnya hanya sementara dan bukan tanda rematik permanen.
Banyak orang juga punya kebiasaan langsung tidur setelah mandi malam. Padahal tubuh sebenarnya butuh waktu sebentar untuk menyesuaikan suhu kembali. Kalau langsung rebahan saat rambut masih basah dan badan masih dingin, tubuh bisa terasa kurang nyaman saat bangun pagi.
Karena itu, memberi jeda beberapa menit setelah mandi malam dianggap lebih baik. Tubuh punya kesempatan untuk kembali stabil sebelum benar-benar beristirahat. Kebiasaan kecil seperti mengeringkan rambut sampai benar-benar kering juga cukup membantu menjaga kenyamanan tubuh.
Di sisi lain, mitos mandi malam memang sulit hilang karena sudah dipercaya lintas generasi. Banyak nasihat lama diwariskan begitu saja tanpa dicari tahu lagi penjelasan medisnya. Akibatnya, informasi yang belum tentu benar terus dianggap fakta oleh sebagian masyarakat.
Media sosial sekarang mulai banyak membahas ulang mitos-mitos kesehatan seperti ini. Tidak sedikit tenaga kesehatan maupun kreator edukasi yang mencoba meluruskan informasi agar masyarakat lebih memahami kondisi tubuh secara benar. Meskipun begitu, tetap penting memilah sumber informasi supaya tidak ikut termakan hoaks kesehatan baru.
Tubuh manusia sebenarnya punya respons berbeda-beda terhadap suhu dingin. Ada yang tetap nyaman mandi malam dengan air biasa, ada juga yang lebih sensitif dan mudah merasa pegal. Karena itu, memahami kondisi tubuh sendiri jauh lebih penting dibanding sekadar percaya larangan turun-temurun.
Kalau memang tubuh mudah tegang saat terkena air dingin, memilih air hangat tentu jadi solusi paling aman. Selain membantu tubuh rileks, mandi air hangat juga membuat peredaran darah terasa lebih lancar. Efek nyaman inilah yang membuat banyak orang akhirnya lebih memilih mandi hangat saat malam.
Rematik sendiri biasanya ditandai dengan gejala yang lebih serius dan berlangsung lama. Misalnya nyeri sendi berkepanjangan, bengkak, hingga kesulitan bergerak pada bagian tertentu. Jadi kalau hanya merasa pegal sesaat setelah mandi malam, kondisi itu belum tentu berkaitan dengan rematik.
Pola hidup sehat justru punya pengaruh jauh lebih besar terhadap kesehatan sendi. Kurang olahraga, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, hingga pola makan tidak seimbang lebih berisiko memicu gangguan persendian dibanding sekadar mandi malam.
Karena itu, tidak perlu terlalu panik kalau harus mandi malam setelah pulang kerja atau selesai aktivitas. Selama tubuh tetap dijaga hangat dan tidak memakai air terlalu dingin, kebiasaan tersebut umumnya aman dilakukan. Yang penting, dengarkan kondisi badan sendiri dan jangan memaksakan kalau memang sedang tidak fit.
Jadi sekarang tidak perlu langsung percaya kalau mandi malam pasti bikin rematik. Banyak rasa pegal yang sebenarnya cuma reaksi sementara tubuh terhadap suhu dingin. Selama dilakukan dengan benar dan tetap memperhatikan kondisi tubuh, mandi malam tetap bisa jadi bagian dari rutinitas yang aman dan bikin badan lebih segar. (*)

