BACAAJA, SEMARANG- Di balik lanskapnya yang tampak eksotis, sebuah kawasan yang dikenal sebagai “canyon” di wilayah Tembalang, Kota Semarang, menyimpan cerita lain yang tak banyak disadari pengunjung.
Tebing-tebing tanah yang menjulang dengan kontur tak beraturan memang menciptakan pemandangan yang sekilas memikat terlebih saat sore hari ketika cahaya matahari menyapu permukaannya dengan warna keemasan.
Tempat ini belakangan kerap didatangi warga, terutama anak muda, untuk sekadar bersantai atau berburu foto. Namun, di balik daya tarik visual itu, ada kekhawatiran yang mulai muncul dari mereka yang lebih mengenal kondisi kawasan tersebut.
Baca juga: Banjir di Tembalang, Pemkot Perkuat Tanggul Kali Babon
Lutfi (23), salah satu pengunjung yang mengaku cukup sering datang, mengatakan bahwa lokasi ini memang nyaman untuk bersantai. Suasananya yang relatif sepi dan terbuka membuatnya cocok untuk melepas penat. Meski begitu, ia tidak menampik adanya rasa was-was.
“Kalau buat santai enak, pemandangannya juga beda. Tapi kalau lihat kondisi tebingnya, agak khawatir juga. Takutnya bisa longsor, apalagi ini kan bekas galian C,” ujarnya.
Aktivitas Tambang
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Struktur tanah yang tampak rapuh, ditambah jejak aktivitas tambang di masa lalu, membuat kawasan ini berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama saat musim hujan.
Pendapat serupa juga disampaikan Lia (24). Menurutnya, keindahan tempat ini seringkali hanya dilihat dari permukaan, tanpa memahami latar belakangnya.
“Kalau orang yang belum tahu, pasti bilang ini bagus, estetik. Tapi kalau sudah tahu ini bekas tambang, pasti mikir lagi. Soalnya di Semarang sendiri tambang galian C itu cukup banyak dan dampaknya juga terasa,” katanya.
Fenomena ini memperlihatkan dua sisi yang kontras: antara pesona visual yang menarik perhatian dan realitas lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Di satu sisi, lokasi seperti ini berpotensi menjadi ruang rekreasi alternatif. Namun di sisi lain, aspek keselamatan dan dampak ekologis tidak bisa diabaikan.
Baca juga: Terus-terusan Jebol, Tanggul di Dinar Indah Semarang Diperkuat Trucuk Bambu
Kawasan canyon di Tembalang ini menjadi pengingat bahwa keindahan alam, terutama yang terbentuk dari aktivitas manusia, seringkali menyimpan konsekuensi yang lebih dalam. Bagi pengunjung, menikmati pemandangan tentu sah-sah saja, namun tetap penting untuk waspada dan memahami kondisi di baliknya.
Jadi ya, kalau cuma mau cari foto estetik, tempat ini emang juara. Tapi kalau lupa kalau ini bekas galian dengan tanah yang nggak stabil, bisa jadi yang awalnya niat healing… malah berujung thrilling. Kadang, yang paling kelihatan indah justru yang paling butuh diwaspadai. (dul)

