BACAAJA, KUDUS- PSIS Semarang lagi-lagi gagal revans atas Persiku Kudus. Dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025-2026 di Stadion Wergu Wetan, duel panas ini berakhir imbang 3-3.
Padahal, awalnya semua kelihatan “aman”. PSIS langsung tancap gas dan unggul 2-0 lewat gol Beto Goncalves di menit 24 dan Rafinha di penghujung babak pertama.
Masuk babak kedua, skenario berubah total. Igor Henrique kembali jadi mimpi buruk buat lini belakang PSIS. Dua gol dari titik putih di menit 57 dan 90 bikin pertandingan makin panas. Di tengah tekanan itu, Caique Souza juga ikut nyumbang gol di menit 77, yang sempat membalikkan keadaan jadi 3-2 untuk tuan rumah.
Baca juga: Pincang, PSIS Tetap Bidik Kemenangan
PSIS sempat di ambang kekalahan lagi. Tapi di detik-detik akhir, Rafinha muncul jadi penyelamat. Golnya bikin skor kembali imbang 3-3 dan menyelamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan ketiga atas Persiku.
Namun, yang bikin laga ini makin panas bukan cuma soal skor, tapi juga drama penalti di penghujung pertandingan. Pada menit 90+7, Persiku kembali dapat penalti usai wasit menilai M Hidayat melakukan handsball saat mencoba menghalau tendangan Igor.
Protes Keras
Keputusan itu langsung disambut protes keras dari pemain PSIS. Laga sempat terhenti beberapa menit karena tensi yang naik drastis. Saat penalti dieksekusi, kiper pengganti PSIS, Raka Octa, sebenarnya berhasil menepis bola.
Tapi drama belum selesai, wasit justru meminta penalti diulang. Protes kembali meledak. Tapi keputusan tetap jalan. Pada eksekusi ulang, Igor akhirnya sukses menjebol gawang PSIS.
Tambahan satu poin posisi PSIS berada di peringkat kedelapan Grup 2 dengan koleksi 20 poin. Mereka unggul tiga angka dari Persiba Balikpapan yang ada di zona playoff.
Baca juga: PSIS ke Kudus Bawa Luka Lama dan PR Baru
Namun, posisi skuad asuhan Andri Ramawi ini rawan tergeser Persiba jika pada laga Minggu, (12/4/2026) tim Beruang Madu sanggup mengalahkan tuan rumah, Tornado FC.
Sepak bola memang soal 90 menit, tapi kadang rasanya ditentukan beberapa detik keputusan. Dan di laga ini, PSIS seperti diingatkan, unggul dua gol pun belum tentu aman, apalagi kalau “peluit” punya cerita sendiri. (tebe)

