Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dulu Sempat Ribut, Kini Reog Ponorogo Resmi Diakui Dunia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Dulu Sempat Ribut, Kini Reog Ponorogo Resmi Diakui Dunia

Beberapa tahun lalu, tepatnya sekitar 2022, isu ini sempat bikin heboh. Kabar beredar bahwa Malaysia disebut-sebut ingin mendaftarkan Reog ke UNESCO sebagai milik mereka.

Nugroho P.
Last updated: April 6, 2026 7:23 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Reog Ponorogo (ist)
SHARE

BACAAJA, PONOROGO – Cerita panjang soal budaya lokal yang nyaris “direbut” akhirnya berujung manis. Reog Ponorogo kini resmi diakui sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia, sekaligus menutup drama lama yang sempat bikin panas hubungan publik dua negara.

Beberapa tahun lalu, tepatnya sekitar 2022, isu ini sempat bikin heboh. Kabar beredar bahwa Malaysia disebut-sebut ingin mendaftarkan Reog ke UNESCO sebagai milik mereka.

Reaksi publik Indonesia waktu itu langsung meledak. Banyak yang merasa budaya khas dari Ponorogo, Jawa Timur, itu tidak mungkin dilepas begitu saja, apalagi sudah dikenal luas sebagai identitas lokal yang kuat.

Pemerintah pun sempat ikut bersuara. Muhadjir Effendy kala itu mengingatkan pentingnya Indonesia bergerak cepat dalam mengamankan warisan budaya agar tidak didahului negara lain.

“Kalau mereka mau ajukan, kita harus lebih dulu,” begitu kira-kira pesan yang menguat saat itu, menandakan adanya kekhawatiran soal klaim budaya lintas negara.

Namun di tengah panasnya isu, pihak Malaysia akhirnya memberikan klarifikasi. Wakil Duta Besar mereka di Jakarta, Adlan M Shaffieq, menegaskan bahwa negaranya tidak punya niat mendaftarkan Reog sebagai milik mereka.

Pernyataan itu sedikit meredakan ketegangan, meski diskusi soal klaim budaya tetap jadi topik sensitif yang sering muncul dari waktu ke waktu.

Menariknya, isu ini ternyata bukan hal baru. Bahkan sejak sekitar 2006, sudah ada cerita serupa yang beredar, meski tidak pernah benar-benar terbukti secara resmi.

Di kalangan pelaku seni, kegelisahan soal pengakuan memang sudah lama terasa. Mereka khawatir jika budaya lokal tidak segera dilindungi, bisa saja diakui pihak lain.

Dan akhirnya, langkah konkret datang juga. Pada 3 Desember 2024, dalam sidang resmi UNESCO, Reog Ponorogo ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Sidang tersebut berlangsung di Asuncion, Uruguay, dalam forum perlindungan budaya dunia. Keputusan diambil secara aklamasi tanpa penolakan dari negara anggota.

Ketua sidang saat itu, Nancy Ovelar de Gorostiaga, mengetuk palu pengesahan yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para delegasi.

Bagi Indonesia, momen ini bukan sekadar formalitas. Ini jadi pengakuan global atas kekayaan budaya yang sudah hidup turun-temurun di masyarakat.

Perwakilan Indonesia di UNESCO, Mohamad Oemar, menyebut pengakuan ini penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pelestarian.

Hal senada juga disampaikan Fadli Zon yang menilai Reog sebagai simbol kuat budaya nasional yang harus terus dijaga.

Di balik pengakuan itu, ada tantangan besar yang tidak bisa diabaikan. Kesenian ini mulai menghadapi ancaman serius, terutama dari sisi regenerasi.

Banyak pelaku Reog saat ini sudah berusia lanjut. Sementara generasi muda cenderung lebih tertarik pada hiburan modern dan seni kontemporer.

Padahal, Reog bukan sekadar tontonan biasa. Ia menyimpan nilai sejarah, filosofi, bahkan unsur magis yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Ponorogo.

Ciri khasnya sangat ikonik, terutama topeng kepala singa dengan hiasan bulu merak raksasa yang bisa mencapai puluhan kilogram.

Penari yang membawakan topeng itu membutuhkan kekuatan fisik luar biasa, karena harus menggigit penyangga topeng sambil tetap menari dengan ritme musik tradisional.

Cerita di balik Reog juga sarat makna. Salah satu versi menyebut kisah perjalanan Raja Kelana Suwandana dari Kerajaan Bantarangin yang ingin meminang Dewi Ragil Kuning dari Kediri.

Perjalanan itu dihadang sosok Singa Barong yang digambarkan sebagai kekuatan besar, hingga akhirnya terjadi pertarungan yang kemudian diadaptasi menjadi pertunjukan seni.

Tokoh warok dalam Reog juga punya peran penting. Mereka bukan sekadar pengawal, tapi simbol kekuatan, spiritualitas, dan kedisiplinan yang dihormati.

Kini, dengan status resmi dari UNESCO, harapan baru muncul. Bukan cuma soal kebanggaan, tapi juga tanggung jawab untuk menjaga agar kesenian ini tetap hidup.

Pengakuan dunia jadi semacam pengingat bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga investasi masa depan yang harus terus dirawat.

Dari sempat diributkan hingga akhirnya diakui, perjalanan Reog Ponorogo membuktikan satu hal: budaya yang dijaga dengan serius akan menemukan tempatnya di panggung dunia. (*)

You Might Also Like

Faktanya, Kupas Bawang 4 Karung, Yeyet Cuma Dapat Rp40 Ribu

Isu Setoran Panas, Kursi Kapolres Tuban Berubah dalam Semalam

Mahasiswa Unnes Diduga Lakukan Pelecehan Seksual: Digerudug Massa, Kampus Buka Suara

RK Diduga Cerai Istri, Kuasa Hukum Singgung Lisa Mariana

KPAI Angkat Suara, Teguran Keras Buat Polah Gus Elham Cium Anak di Panggung

TAGGED:ponorogoreogUNESCO
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Harga Tiket Avenged Sevenfold Jakarta Kebuka, Siap War Tiket Oktober
Next Article Diduga Sesat, Padepokan di Tasik Dibakar Massa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Parkir Candi Arjuna Viral, Dishub Langsung Turun

Rencana Naik Gunung Prau Berujung Duka, Dua Calon Pengantin Tewas

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Ada 4.817 Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026, Jangan sampai Ketinggalan!

URUS PASPOR MALAM HARI - Warga mengurus paspor malam hari melalui program Sowan Ratri Kantor Imigrasi Pemalang, yang digelar di Citywalk Pemalang, pada Rabu (19/8/2026).

Sowan Ratri, Cara Imigrasi Pemalang Layani Paspor pada Malam Hari

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Rekotrat Unsoed ‘Bedol Deso’, KPK Konfirmasi Identitas 3 Pimpinan Kampus Terjaring OTT

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Viral

Kasus Viral Polisi Muda Berujung Pemecatan Tak Hormat

November 19, 2025
Viral

Kelelahan, Polantas Metro Meninggal Saat Tugas Idul Fitri, Sedih

Maret 24, 2026
Viral

Viral Bayi 1,5 Tahun Naik Gunung, Begini Faktanya

April 14, 2026
Viral

AI Makin Ganas, Gen Z Paling Kena Dampak PHK

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dulu Sempat Ribut, Kini Reog Ponorogo Resmi Diakui Dunia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?