Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

R. Izra
Last updated: Februari 21, 2026 5:03 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.
Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.
SHARE

BACAAJA, JOGJA – Rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bukan cuma soal distribusi dan logistik. Isu yang langsung mencuat: kenapa bukan industri otomotif lokal yang diberdayakan?

Nilai proyeknya tembus Rp24,66 triliun. Angka yang jelas bukan receh.

Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut alasan utama impor karena produksi pikap dalam negeri disebut hanya sekitar 70 ribu unit per tahun.

Bacaaja: Gubernur Lempar Karpet Merah ke Investor India
Bacaaja: Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Kalau seluruh kebutuhan 105 ribu unit diborong dari lokal, dikhawatirkan bisa mengganggu sektor lain seperti logistik.

Selain itu, Joao mengklaim unit dari India punya harga jauh lebih kompetitif—bahkan disebut sekitar setengah harga dari merek yang sudah beredar di pasar saat ini.

Pabrik otomotif India dapat keuntungan gede

Dari total 105 ribu unit, rinciannya:

  • 35 ribu unit Scorpio pickup dari Mahindra & Mahindra

  • 35 ribu unit Yodha dari Tata Motors

  • 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck dari Tata Motors

Artinya, puluhan triliun rupiah dari proyek Kopdes Merah Putih bakal mengalir ke pabrikan otomotif India.

Di saat yang sama, industri otomotif dalam negeri justru nggak jadi pemain utama dalam proyek sebesar ini.

Padahal, proyek ini dibiayai dari anggaran pembangunan Kopdes Merah Putih sebesar Rp3 miliar per koperasi. Setiap koperasi nantinya bakal dapat satu gedung, satu truk, satu pikap, dan dua motor.

Efisiensi vs indsutri nasional

Versi Agrinas jelas: impor ini demi dapat harga terbaik dan kualitas bagus supaya distribusi hasil pertanian lebih efisien. Targetnya memotong rantai pasok yang selama ini bikin biaya petani membengkak.

Tapi di sisi lain, publik mulai mempertanyakan prioritasnya.

Kalau anggarannya puluhan triliun dan tujuannya membangun ekonomi desa, kenapa multiplier effect-nya justru lebih terasa ke pabrik otomotif India?

Apakah benar industri lokal tak mampu mengejar kebutuhan? Atau ini semata hitung-hitungan harga paling murah tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang ke manufaktur dalam negeri?

Katanya motor ekonomi desa, tapi yang dapat keuntungan besar industri asing

Kopdes Merah Putih digadang-gadang sebagai motor ekonomi desa. Namun dengan skema impor besar-besaran ini, narasinya jadi bergeser.

Bukan industri lokal yang kebagian proyek raksasa. Justru pabrikan luar negeri yang siap panen pesanan.

Sekarang tinggal menunggu: apakah kebijakan ini benar-benar bikin distribusi makin efisien dan petani makin sejahtera, atau justru jadi catatan baru soal peluang industri nasional yang terlewatkan? (*)

You Might Also Like

Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat

Satu Desa di Jepara Terisolasi, Longsor Brutal Tutup Total Jalur Kajang–Tempur

Waduh! Polisi Intensif Patroli Siber, Omonganmu Pesan Burjo Lewat WA Pun Kini Bisa Diawasi

Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty Jilid III: “Udah Dua Kali, Masa Mau Diulang Lagi?”

Laras Faizati Divonis Bersalah, Dihukum 6 Bulan Penjara dengan Masa Percobaan 1 Tahun

TAGGED:headlineimporimpor pikapindustri otomotifkendaraan operasionalkopdes merah putihmahdinrapabrik otomotif
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati
Next Article Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

Pembangunan Tanggul Dikebut, Grobogan Balapan Sama Debit Air

Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Wali Kota: Media Itu Bukan Cuma Mitra, Tapi Teman Hidup Pemerintah

Desember 3, 2025
Info

Ibu Bukan Cuma Urus Rumah, Tapi Juga Bumi: Pesan Megawati di Hari Ibu

Desember 18, 2025
Hukum

Akhirnya Kena Juga, Sopir Bus Laka Krapyak Resmi Tersangka

Desember 23, 2025
Jangan lupa, event test drive New Veloz Hybrid digelar di CROCO Resto – Queen City Mall Semarang, pada 4–7 Januari 2026.
Ekonomi

Catat Jadwalnya! Ini Alasan Kamu Wajib Ikut Test Drive New Veloz Hybrid di Semarang

Januari 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?