Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

R. Izra
Last updated: Maret 12, 2026 2:04 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JOGJA – Rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bukan cuma soal distribusi dan logistik. Isu yang langsung mencuat: kenapa bukan industri otomotif lokal yang diberdayakan?

Nilai proyeknya tembus Rp24,66 triliun. Angka yang jelas bukan receh.

Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut alasan utama impor karena produksi pikap dalam negeri disebut hanya sekitar 70 ribu unit per tahun.

Bacaaja: Gubernur Lempar Karpet Merah ke Investor India
Bacaaja: Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Kalau seluruh kebutuhan 105 ribu unit diborong dari lokal, dikhawatirkan bisa mengganggu sektor lain seperti logistik.

Selain itu, Joao mengklaim unit dari India punya harga jauh lebih kompetitif—bahkan disebut sekitar setengah harga dari merek yang sudah beredar di pasar saat ini.

Pabrik otomotif India dapat keuntungan gede

Dari total 105 ribu unit, rinciannya:

  • 35 ribu unit Scorpio pickup dari Mahindra & Mahindra

  • 35 ribu unit Yodha dari Tata Motors

  • 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck dari Tata Motors

Artinya, puluhan triliun rupiah dari proyek Kopdes Merah Putih bakal mengalir ke pabrikan otomotif India.

Di saat yang sama, industri otomotif dalam negeri justru nggak jadi pemain utama dalam proyek sebesar ini.

Padahal, proyek ini dibiayai dari anggaran pembangunan Kopdes Merah Putih sebesar Rp3 miliar per koperasi. Setiap koperasi nantinya bakal dapat satu gedung, satu truk, satu pikap, dan dua motor.

Efisiensi vs indsutri nasional

Versi Agrinas jelas: impor ini demi dapat harga terbaik dan kualitas bagus supaya distribusi hasil pertanian lebih efisien. Targetnya memotong rantai pasok yang selama ini bikin biaya petani membengkak.

Tapi di sisi lain, publik mulai mempertanyakan prioritasnya.

Kalau anggarannya puluhan triliun dan tujuannya membangun ekonomi desa, kenapa multiplier effect-nya justru lebih terasa ke pabrik otomotif India?

Apakah benar industri lokal tak mampu mengejar kebutuhan? Atau ini semata hitung-hitungan harga paling murah tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang ke manufaktur dalam negeri?

Katanya motor ekonomi desa, tapi yang dapat keuntungan besar industri asing

Kopdes Merah Putih digadang-gadang sebagai motor ekonomi desa. Namun dengan skema impor besar-besaran ini, narasinya jadi bergeser.

Bukan industri lokal yang kebagian proyek raksasa. Justru pabrikan luar negeri yang siap panen pesanan.

Sekarang tinggal menunggu: apakah kebijakan ini benar-benar bikin distribusi makin efisien dan petani makin sejahtera, atau justru jadi catatan baru soal peluang industri nasional yang terlewatkan? (*)

You Might Also Like

Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang

Semarang Open 2026 Jadi Arena Latihan Mental

Kasus Absen Fiktif Brebes, Sekda Minta Pengawasan ASN Jangan Andalkan Aplikasi

Sebelas Event Wisata Jateng Masuk KEN 2026

Prabowo di Pidato Kenegaraan: Naikin Gaji Hakim, Bongkar Korupsi, sampai Bikin Beras Surplus

TAGGED:headlineimporimpor pikapindustri otomotifkendaraan operasionalkopdes merah putihmahdinrapabrik otomotif
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati
Next Article Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gowes Sambil Menikmati Hidden Gem Kaki Lawu, 600 Pesepeda Serbu Tour de Surakarta 2026

Mendagri Bongkar Celah Calo Haji, Biometrik Jadi Andalan

Kompolnas Sentil Polres Cilegon, 19 Siswa Kena Gas Air Mata

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, DPR Soroti Disiplin TNI

Ketuk Pintu Langit, 550 Orang Minta Hujan di Banjarnegara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pesawat Kepresidenan Indonesia dikawal jet tempur Angkatan Udara (AU). (ist)
Viral

Pesawat Militer AS bakal Bebas Acak-acak Langit Indonesia? Kemhan: Itu Rancangan Awal

April 14, 2026
Politik

PDIP Targetkan Lima Kursi di Kecamatan Pedurungan

Agustus 10, 2026
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memluk keluarga ojol yang tewas dilindas kendaraan Brimob, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Nasional

Kata Kapolri kepada Keluarga Ojol Tewas Dilindas Brimob: Bapak yang Sabar Ya

Agustus 29, 2025
Info

Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?