Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tembok Ratapan Solo Viral, Aslinya Ada di Yerusalem Begini Aktifitasnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Tembok Ratapan Solo Viral, Aslinya Ada di Yerusalem Begini Aktifitasnya

Banyak orang Yahudi datang ke sana untuk berdoa, merenung, bahkan meratap. Makanya, para pengunjung dari luar kemudian menjulukinya sebagai “Tembok Ratapan” karena sering melihat orang berdoa sambil menangis.

Nugroho P.
Last updated: Februari 19, 2026 9:26 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
“Tembok Ratapan” bukan sekadar sebutan iseng. Dalam sejarah dunia, nama itu merujuk pada Western Wall, situs suci yang berada di Kota Tua Yerusalem.
SHARE

BACAAJA, SOLO – Nama rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mendadak ramai dibahas. Di Google Maps, kediamannya di Jalan Kutai Utara No 1, Solo, sempat ditandai dengan label unik: “Tembok Ratapan Solo”.

Fenomena ini makin viral setelah beredar video seorang pemuda yang terlihat meratap di depan gerbang rumah tersebut. Warganet pun langsung mengaitkan istilah itu dengan makna historis yang sebenarnya jauh dari konteks candaan.

Soalnya, istilah “Tembok Ratapan” bukan sekadar sebutan iseng. Dalam sejarah dunia, nama itu merujuk pada Western Wall, situs suci yang berada di Kota Tua Yerusalem.

Tembok ini juga dikenal dengan nama Kotel atau Kotel HaMa’aravi oleh umat Yahudi. Lokasinya ada di Yerusalem dan jadi salah satu tempat ibadah paling penting bagi mereka.

Banyak orang Yahudi datang ke sana untuk berdoa, merenung, bahkan meratap. Makanya, para pengunjung dari luar kemudian menjulukinya sebagai “Tembok Ratapan” karena sering melihat orang berdoa sambil menangis.

Mengutip Encyclopædia Britannica, doa-doa yang dipanjatkan di sana umumnya berisi ratapan atas kehancuran Bait Suci serta harapan akan pemulihannya. Jadi, makna “ratapan” di sini memang punya akar sejarah dan spiritual yang dalam.

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah menyelipkan kertas kecil berisi doa di celah-celah batu tembok. Celah itu kabarnya sudah dipenuhi jutaan kertas harapan dari berbagai penjuru dunia.

Banyak yang percaya doa yang diselipkan di sana punya makna khusus. Entah soal kesehatan, jodoh, perdamaian, atau sekadar curahan hati yang sulit diucapkan langsung.

Area doa di Tembok Barat juga dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Di tengahnya ada pembatas karena dalam tradisi setempat, keduanya tidak beribadah bersama di lokasi tersebut.

Sebelum berdoa, pengunjung biasanya diminta membasuh tangan sebagai simbol penyucian diri. Untuk pria, tersedia penutup kepala kecil atau kippah yang wajib dipakai saat berdoa.

Tempat ini juga jadi pusat perayaan hari besar Yahudi seperti Hanukkah, Yom Kippur, hingga Sukkot. Bahkan upacara Bar Mitzvah pun sering digelar di sana.

Secara struktur, sebagian besar bangunan Tembok Barat justru berada di bawah tanah. Tembok ini terdiri dari 45 lapisan batu kapur, dengan 28 lapis terlihat di atas permukaan.

Salah satu batu terbesarnya punya panjang sekitar 13 meter dan berat ratusan ton. Ukurannya bikin siapa pun yang melihat langsung bakal takjub.

Secara historis, tembok ini adalah sisa dari kompleks penahan Bukit Bait Suci. Di lokasi itulah dulu berdiri Kuil Pertama dan Kuil Kedua umat Yahudi.

Kuil Pertama dihancurkan oleh Nebukadnezar dari Babilonia sekitar 587–586 SM. Lalu Kuil Kedua dihancurkan oleh pasukan Romawi pada tahun 70 M.

Tradisi doa di Tembok Barat sendiri mulai berkembang pada abad ke-16. Saat itu wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Ottoman yang dipimpin Sultan Sulaiman Agung.

Kini, Tembok Barat berada di kawasan yang sama dengan Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa. Wilayah ini juga tak lepas dari dinamika konflik panjang antara Israel dan Palestina.

Setelah Perang Enam Hari tahun 1967, Israel mengambil alih kendali penuh atas area tersebut. Sejak itu, isu kepemilikan dan akses ke tempat suci ini kerap memicu ketegangan.

Kembali ke Solo, penyematan nama “Tembok Ratapan” pada rumah Jokowi jelas bukan dalam konteks sejarah tadi. Namun viralnya istilah itu bikin banyak orang jadi penasaran dengan makna aslinya.

Dari candaan warganet sampai situs suci ribuan tahun, satu istilah bisa punya arti yang sangat berbeda. Jadi sebelum ikut-ikutan menyebut, nggak ada salahnya tahu dulu cerita panjang di balik nama “Tembok Ratapan” yang sebenarnya. (*)

You Might Also Like

Tahun Baru Eropa Berubah Kelam, Api dan Petasan Makan Korban Jiwa

Jokowi Dorong Relawan Menangkan Prabowo-Gibran Dua Periode, Puan: Pemilu Masih Jauh

Aduh!! Viral Siswi SMA Disebut Pelakor Dilabrak Ibu-Ibu, Polisi Bongkar Kronologi Sebenarnya

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru

TAGGED:jokowiSolotembok ratapanyerusalem
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nggak Jadi Pakai Jembatan, Jalur Semarang-Purwodadi Langsung Dicor
Next Article Dana Desa Jateng Turun Rp 300-400 Juta, Sisanya Lari ke Koperasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Minggu Pagi, Asap TPA Jatibarang Masih Kepung Kawasan Industri Candi

Warga Binaan Lapas Purwodadi Dilatih Otomotif

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Drone Thermal Brimob Bongkar Titik Panas TPA Jatibarang

Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Liburan ke Solo, Yuk Jelajahi 5 Spot Budaya yang Bikin Nambah Wawasan!

September 11, 2025
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras datangi rumah penjual es gabus, Suderajat alias Ajat, ngasih motor dan modal. Ajat viral setelah dianiaya aparat yang menudingnya menjual pangan berbahaya.
Viral

Setelah Viral Ngaku Dianiaya Aparat, Ajat si Penjual Es Gabus Didatangi Polisi dan Dikasih Motor

Januari 28, 2026
Unik

Penasaran? Ini Profil KGPA Tedjowulan, Plt Raja Keraton Solo

November 6, 2025
Viral

Giliran Wisata Guci Mendadak Luluh Lantak, Begini Gambarannya

Desember 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tembok Ratapan Solo Viral, Aslinya Ada di Yerusalem Begini Aktifitasnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?