BACAAJA, JAKARTA – Kabar yang ditunggu pegawai negeri akhirnya mulai kelihatan arahnya. Pemerintah ngasih sinyal THR bakal turun lebih cepat dari biasanya.
Bukan mepet lebaran lagi, tapi ditargetin sudah cair di awal Ramadhan 1447 H. Artinya, dompet bisa napas duluan sebelum musim belanja.
Yang kebagian bukan cuma PNS. PPPK, TNI sampai Polri juga masuk daftar penerima.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggarannya sudah siap. Totalnya sekitar Rp55 triliun di APBN 2026.
“Udah pasti nanti, tapi tanggal persisnya belum,” ujarnya usai acara ekonomi. Ia menambahkan penyaluran ditargetkan di fase awal puasa.
Kalau benar begitu, pola lama bakal berubah. Biasanya THR turun sekitar 10 sampai 14 hari sebelum Idul Fitri.
Lebaran 2026 sendiri diperkirakan jatuh 21 Maret. Jadi harusnya kalau pola lama, cair sekitar pertengahan Maret.
Tapi pemerintah pengin lebih cepat. Tujuannya bukan cuma bikin pegawai senang.
THR dipakai jadi dorongan ekonomi kuartal pertama. Jadi uang langsung muter di masyarakat sejak awal Ramadhan.
Selain THR, belanja negara awal tahun juga digelontorkan besar. Totalnya diproyeksikan sampai Rp809 triliun.
“Belanja dikeluarkan di bulan pertama supaya momentum ekonomi jalan,” kata Purbaya.
Targetnya pertumbuhan ekonomi bisa naik. Dari asumsi 5,4 persen mau didorong mendekati 6 persen.
Soal besaran, polanya kemungkinan sama kayak dua tahun terakhir. ASN bakal terima penuh.
Komponennya termasuk gaji pokok, tunjangan keluarga, pangan, jabatan, sampai tukin. Tahun sebelumnya tukin dibayar 100 persen.
Guru dan dosen yang tanpa tukin tetap dapat satu bulan tunjangan profesi. Sementara CPNS biasanya sekitar 80 persen gaji pokok.
ASN daerah juga ikut, tapi menyesuaikan kemampuan fiskal masing-masing wilayah. Jadi bisa beda tipis antar daerah.
Sekarang publik tinggal nunggu Peraturan Pemerintah resmi. Biasanya keluar jelang Ramadhan.
Meski tanggal belum diketok, arahnya sudah jelas. Awal puasa kemungkinan jadi momen rekening berbunyi klunting duluan. (*)


