Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T

R. Izra
Last updated: Februari 13, 2026 11:33 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah akhirnya buka kartu soal kondisi keuangan negara. Kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, jika Indonesia gak nambah utang, maka krisis ekonomi seperti pada 1998 bisa terulang. Gimana logikanya ya?

Total utang Indonesia sepanjang 2025 disebut sudah menyentuh 40,5% dari produk domestik bruto (PDB). Angkanya nggak kecil, kalau dihitung dari nilai PDB yang tembus Rp23.821 triliun, maka utang pemerintah berada di kisaran Rp9.647,5 triliun.

Fakta ini diungkap langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat berbicara di kawasan The Tribrata Darmawangsa, Jakarta., Kamis (12/2/2026).

“Defisitnya di 2,92% dan utangnya 40,5% dari PDB,” ujarnya.

Bacaaja: Prabowo Tarik Pinjaman Lagi Rp832 Triliun Demi MBG, Utang Indonesia Tembus Rp10.000 T
Bacaaja: Moody’s Turunin Outlook Utang RI Gara-gara MBG, Begini Kata Menkeu Purbaya

Saat dikonfirmasi soal angka jumbo tersebut, ia nggak mengelak. Justru, menurutnya, utang jadi langkah yang mau nggak mau harus diambil.

Alasannya simpel tapi berat: ekonomi sempat melambat tajam.

Pemerintah dihadapkan pada dua pilihan ekstrem, membiarkan situasi memburuk seperti krisis Krisis Moneter Asia 1998 atau menambah utang agar roda ekonomi tetap berputar.

“Pilihannya yang mana? ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit tapi ekonomi kita selamat,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus memberi gambaran bahwa penambahan utang bukan tanpa risiko, tapi dianggap sebagai rem darurat agar ekonomi nggak terjun bebas.

Menariknya, angka utang 2025 ini juga sulit dibandingkan langsung dengan tahun sebelumnya. Pada masa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, data utang tak lagi rutin dipublikasikan lewat Buku APBN Kinerja dan Fakta.

Namun dalam laporan ke DPR, posisi kewajiban pemerintah, termasuk utang jangka pendek dan panjang, sempat mencapai sekitar Rp10.269 triliun pada akhir 2024.

Di sisi lain, negara masih punya total aset Rp13.692,4 triliun dengan ekuitas sekitar Rp3.424,4 triliun. Artinya, pemerintah menilai kapasitas fiskal masih cukup kuat untuk menopang pembangunan.

Meski begitu, angka utang yang terus jadi sorotan tetap memunculkan pertanyaan besar: apakah ini strategi penyelamatan jangka panjang, atau bom waktu yang baru akan terasa dampaknya nanti? (*)

You Might Also Like

Rekening Pejabat Makin Gendut! Presiden Teken Perpres Kenaikan Gaji Pejabat, ASN, dan TNI-Polri

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

MK Batalin HGU 190 Tahun di IKN, Rem Tangan Proyek Kebablasan Jokowi

Gak Hanya Ngerampok, Agus Diduga Sudah Rencanakan Pembunuhan Juragan Sate Boyolali

Dari Plastik Jadi Energi, KLH Gaspol Daur Ulang 33 Ribu Ton Sampah

TAGGED:headlineindonesiakrisis 1998krisis monetermenkeuMenteri KeuanganPurbaya Yudhi Sadewautangutang indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kolase foto toko emas yang terbakar dan pelaku yang telah ditangkap. Detik-detik Emak 40 Tahun Bakar Toko Emas di Makassar, Demi Gasak Perhiasan Rp2 Miliar!
Next Article Perempuan, Cantik Aja Nggak Cukup!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai

Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah

Viral 11 Detik, Berujung Tersangka: Kasus Kucing di Blora Naik ke Meja Hijau

Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Siap-Siap! UMP Jateng 2026 Bakal Diumumkan 21 November

November 8, 2025
Daerah

ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas

Desember 30, 2025
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Sirkular

Karpet Merah Prabowo untuk Prancis, Investasi Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Juli 19, 2025
Anggota DPR RI Rahayu Saraswati mundur dari kursi DPR. Ini Mundur untuk Maju atau bagaiman?
Opini

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

September 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?