Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Relokasi 900 Rumah di Kawasan Tanah Gerak Tegal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Pemprov Relokasi 900 Rumah di Kawasan Tanah Gerak Tegal

Bayangin lagi tidur nyenyak, tapi tanah di bawah rumah pelan-pelan geser. Bukan mimpi, ini realita yang lagi dihadapi ratusan keluarga di Jawa Tengah. Total 900 rumah masuk daftar relokasi karena tanahnya nggak lagi bisa diajak kompromi. Pemerintah pun ngebut cari solusi sebelum semuanya makin runyam.

T. Budianto
Last updated: Februari 12, 2026 5:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DAMPINGI WAPRES: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, menemui warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jawa Tengah lagi gerak cepat urus relokasi warga korban bencana tanah gerak di beberapa daerah. Data terbaru, ada 900 rumah yang harus dipindahkan. Angka paling banyak ada di Kabupaten Tegal.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bilang, keputusan ini bukan lebay atau panik berlebihan. Kondisi tanah di lokasi terdampak sudah nggak aman buat dihuni, apalagi curah hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan masih mengintai.

Baca juga: Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

“Kami sudah instruksikan para bupati. Lahan relokasi sudah didapat di wilayah Perhutani dan sudah dicek, aman,” kata Luthfi di Semarang, Rabu (11/2/2026). Dari 900 rumah itu, 800 unit ada di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Sisanya tersebar: 50 rumah di Purbalingga, 30 di Pemalang, dan 20 di Batang.

Tapi relokasi bukan cuma soal mindahin bangunan. Pemprov juga mikirin akses sekolah anak-anak dan kelanjutan mata pencaharian warga. Jadi bukan sekadar “yang penting pindah”, tapi juga “habis pindah mau ngapain”.

Setelah lokasi ditentukan, PR berikutnya adalah bikin warga mau pindah ke hunian sementara. Nggak semua langsung angkat koper. Ada yang masih mikir soal kerjaan, ada juga yang khawatir ninggalin harta benda. Makanya, Pemprov Jateng gandeng TNI dan Polri buat bantu sosialisasi dan pendampingan. Pendekatannya diminta tetap persuasif, bukan maksa.

Mendata Warga

Di sisi lain, Dinas Sosial diminta total mendata warga terdampak, mulai dari identitas, pekerjaan, sampai kepemilikan harta. Tujuannya simpel: jangan sampai ada yang tercecer atau nggak kebagian hak relokasi.

Saat ini, warga terdampak di Kabupaten Tegal masih bertahan di pengungsian. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar tetap aman. Dapur umum jalan, posko kesehatan siaga, dan akses pendidikan anak-anak tetap diusahakan.

“Ada dapur umum dan posko kesehatan. Kebutuhan dipastikan tercukupi. Jika ada kekurangan, segera laporkan. Pangan dan kesehatan warga adalah prioritas utama,” tegas Luthfi.

Gubernur juga minta para bupati dan wali kota nggak ragu menetapkan status tanggap bencana lokal kalau situasi membahayakan, meski skalanya kecil. Dengan begitu, provinsi bisa langsung turun tangan tanpa nunggu keadaan makin parah.

Baca juga: Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

“Kalau terjadi bencana, tentukan tanggap bencana lokal. Pemerintah provinsi akan melakukan penanganan,” ujarnya. Di tengah cuaca yang masih rajin nurunin hujan, Luthfi mengingatkan warga Jateng buat tetap waspada. Longsor, banjir, rob, sampai tanah gerak bisa datang tanpa aba-aba.

Karena pada akhirnya, rumah memang bisa dibangun lagi. Tapi kalau masih nekat bertahan di atas tanah yang terus bergerak, yang pindah bukan cuma alamat, bisa jadi nasib. (tebe)

You Might Also Like

Banjir Solo Bukan Sekadar Hujan Biasa, BNPB Sebut Penyebabnya

Pelajar Juara Lomba Resensi Buku Koleksi Perpusda Banjarnegara Terima Penghargaan

Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

Absen Fiktif, 3.000 ASN Brebes Siap-Siap Kena Sanksi

Dulu Pelan karena Lubang, Sekarang Gaspol

TAGGED:esdm jatengpemprov jatengtanah gerak tegal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Lebaran, Kepala Daerah Diingatkan Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan
Next Article Rumah di Perum BMP ditinggal penghuninya karena terdampak tanah gerak. (bae) Seram! Permukiman di Gunungpati Ini Berdiri di Tanah Labil, Banyak Rumah Mulai Retak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Ismi Najiba, Bocah Perempuan yang Hanyut di Kudus Ditemukan Tewas

Januari 12, 2026
Daerah

Senyum Guru Brebes Buyar: Kaget Potongan Gaji Nyelonong Jutaan

Januari 19, 2026
Iko Juliant Junior, mahasiswa FH Unnes, meninggal dalam kondisi tak wajar.
Daerah

“Ampun Pak, Jangan Pukuli Saya Lagi,” Kematian Janggal Mahasiswa FH Unnes

September 2, 2025
Daerah

Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Relokasi 900 Rumah di Kawasan Tanah Gerak Tegal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?