BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang terus mendorong Koperasi Merah Putih agar aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di wilayah masing-masing. Tujuannya jelas: ekonomi warga jalan, daya beli naik, dan pasar makin hidup.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mencontohkan kolaborasi tersebut lewat gelaran Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon. Kegiatan ini menggabungkan ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah dari Koperasi Merah Putih.
Baca juga: Kopdes Merah Putih di Jateng Sudah Beroperasi, Ini Kata Gubernur Luthfi
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk warga Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih. Kolaborasi seperti ini layak jadi percontohan wilayah lain, karena koperasi dan ekonomi kerakyatan bisa saling menguatkan,” kata Agustina di sela kegiatan, Minggu (8/2/2026).
Selain soal pasar rakyat, Agustina juga menanggapi aspirasi pedagang terkait kondisi wilayah Genuk. Ia mendorong percepatan pembangunan fisik, terutama infrastruktur jalan, agar aktivitas UMKM makin lancar. Menurutnya, pasar rakyat yang rutin digelar tiap pekan menciptakan ekonomi sirkular yang efektif. Uang berputar di warga, inflasi bisa ditekan, dan daya beli tetap terjaga.
Perputaran Ekonomi
“Setiap minggu pasar jalan, ekonomi juga ikut muter. Warga bisa jalan sehat, lalu jajan. Ini cara sederhana tapi efektif untuk menekan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Untuk mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi warga, Pemkot Semarang juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar khusus penanganan banjir di wilayah Genuk.
“Saya minta Pak Camat segera ajukan usulan pengerasan jalan, supaya lapak UMKM bisa dimanfaatkan maksimal,” tambah Agustina. Kawasan Bangetayu Kulon yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak kini berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal yang dinamis. Ratusan pelaku UMKM dari Genuk dan sekitarnya ikut ambil bagian, menjajakan beragam produk mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.
Baca juga: Wali Kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi “Gudang Kulakan” Kios Warga
Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, Walid, menyebut kegiatan ini sebagai hasil sinergi antara pasar rakyat yang sudah berjalan empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk. “Awalnya cuma ingin mengumpulkan UMKM di satu tempat. Dari 20 lapak, sekarang sudah 250. Bahkan masih ada sekitar 75 pelapak yang antre karena tempat terbatas,” katanya.
Dalam bazar tersebut, warga juga bisa mendapatkan paket sembako murah seharga Rp30.000 dan Rp75.000, serta Minyakita di kisaran Rp15.000-an. Program ini sekaligus jadi penyangga harga jelang Ramadhan 1447 Hijriah. Kalau koperasi dan UMKM sudah duduk bareng, pasar jadi rame tanpa perlu jargon panjang. Tinggal satu PR: jangan cuma rame pas bazar, ekonominya juga harus konsisten rame sepanjang tahun. (tebe)


