Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Bukan film horor, tapi nyata. Di Tegal, tanahnya nggak longsor tiba-tiba, tapi bergerak pelan kayak lagi nyicil pindah tempat. Pemprov Jateng akhirnya buka penjelasan: ini bukan likuifaksi, tapi fenomena bernama creeping, rayapan tanah yang sabarnya kebangetan.

T. Budianto
Last updated: Februari 10, 2026 9:21 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PERGERAKAN TANAH: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto (kanan) menunjukkan peta pergerakan tanah di Jateng, Rabu (28/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng memastikan bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, disebabkan oleh fenomena creeping atau rayapan tanah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto, mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil investigasi dan kajian geologi di lapangan. “Kalau yang di Tegal, dari sisi geologi memang creeping. Lapisan tanahnya jenis clay atau lempung, kena air, lalu merayap. Geraknya pelan-pelan,” kata Agus di Semarang, Senin, (8/2/2026).

Baca juga: ESDM Jateng: Lereng Slamet Longsor Karena Hujan Terlalu Niat

Ia menjelaskan, creeping merupakan salah satu jenis pergerakan tanah yang biasanya terjadi di wilayah dengan kemiringan tertentu dan area yang cukup luas. Tanah tidak langsung longsor, tapi bergerak perlahan dalam jangka waktu lama.

Fenomena serupa, kata Agus, juga pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, seperti Watukumpul di Kabupaten Pemalang, Simo di Kabupaten Boyolali, serta beberapa wilayah lainnya.

Bukan Likuifasi

Agus menegaskan, creeping berbeda dengan likuifaksi. Jika likuifaksi bisa terjadi di lahan datar akibat perubahan struktur tanah dan kandungan air, creeping justru mensyaratkan adanya kemiringan lahan. “Kalau likuifaksi, di datar pun bisa. Tapi creeping itu pasti terjadi di wilayah yang miring,” jelasnya.

Meski begitu, pemerintah memastikan warga terdampak tidak dibiarkan tanpa solusi. Untuk rumah-rumah yang sudah tidak mungkin dihuni kembali, Pemprov Jateng telah menyiapkan rencana relokasi.

Saat ini, dua lokasi tanah milik Perhutani di wilayah Tegal telah dicadangkan sebagai calon lokasi hunian tetap. Namun, Agus menegaskan lokasi tersebut masih harus melalui kajian detail dan menyeluruh.

“Kami ingin memastikan tempat relokasi benar-benar aman dan tidak menimbulkan bencana baru di kemudian hari,” ujarnya.

Baca juga: Enam Hari Pencarian, Dua Korban Longsor Pemalang Ditemukan

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari masih aktif hingga awal pekan ini. Dampaknya, jumlah pengungsi terus bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut hingga Minggu (8/2/2026), jumlah pengungsi mencapai 2.453 jiwa.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk kelompok rentan seperti 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, dan 65 batita.

Para pengungsi kini tersebar di delapan titik pengungsian, mulai dari majelis, sekolah dasar, gedung serbaguna desa, pondok pesantren, hingga desa-desa sekitar Kecamatan Jatinegara.

Tanahnya memang bergerak pelan, tapi dampaknya cepat terasa. Creeping ngajarin satu hal: bencana nggak selalu datang dramatis, kadang dia datang santai, tapi bikin ribuan orang harus buru-buru angkat kaki. (tebe)

You Might Also Like

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

Purbaya Pastikan Cukai Rokok Tahun Depan Gak Naik, Angin Segar untuk IHT

Mau Liburan? Tol Semarang-Solo Bilang: Gas Aja, Kami Siap!

100 Persen Kelurahan di Solo Sudah Bentuk Koperasi Merah Putih, Jadi yang Pertama di Jateng

TAGGED:esdm jatengheadlinepemkab tegalpemprov jatengtanah gerak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hasil Lab Ungkap MBG Kudus Terkontaminasi E. Coli
Next Article Leptospirosis di Semarang Masih Tinggi, Dinkes Gelar OTT

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter

Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”

Petani Jateng Mulai Tinggalkan Pompa Diesel

Kursi Komisioner KI Jateng Dibuka

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MINTA MAAF--Dokter Benny C. Sihombing meminta maaf usia berkomentar sinis di media sosial terhadap warganet yang curhat soal layanan pengguna BPJS. (ist)
Info

Dokter Penghujat Pasien BPJS Ramai-ramai Bilang Maaf setelah Korban Meninggal Dunia

Agustus 5, 2026
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Info

BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

Mei 2, 2026
Sirkular

Bangun Perumahan Hijau, Pemprov Gandeng Swasta

Januari 13, 2026
Dialog membahas kinerja satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Jateng, Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026). (bae)
Info

Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?

Februari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?