BACAAJA, PATI- Puluhan siswa SMK Negeri 4 Pati harus dilarikan ke rumah sakit usai diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026).
Sebagian besar siswa mengeluhkan mual, pusing, dan muntah, sementara satu siswa sempat mengalami sesak napas hingga perlu bantuan oksigen. Kepala Divisi Duty Manager RS KSH Pati, Sri Widayati, menyebut hingga siang ini pihaknya menangani 21 siswa di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca juga: Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang
“Saat ini yang kami tangani di IGD RS KSH Pati sejumlah 21 siswa,” ujar Sri kepada wartawan. Menurutnya, para siswa mulai berdatangan ke rumah sakit sekitar pukul 12.30 WIB. Gejala yang dialami pun beragam, namun masih dalam kategori ringan hingga sedang.
“Gejalanya variatif, ada yang mual, muntah, ada juga yang pusing,” jelasnya. Sri memastikan kondisi mayoritas siswa dalam keadaan stabil dan masih menjalani observasi di IGD. Dari seluruh pasien, hanya satu siswa yang mengalami keluhan sesak napas.
“Satu siswa merasa sesak. Saturasinya sebenarnya masih bagus, tapi untuk antisipasi kami beri oksigen. Yang lain kondisi pernapasannya baik,” terangnya. Hingga kini, belum ada siswa yang harus menjalani rawat inap. Seluruhnya masih dalam tahap pemantauan.
Faktor Penyebab
Terkait penyebab dugaan keracunan, pihak rumah sakit belum bisa memastikan. Namun, sampel muntahan siswa sudah diamankan untuk diuji lebih lanjut. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Dari hasil wawancara, mereka habis makan di sekolah. Sampel muntahan akan ditelusuri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati,” kata Sri.
Pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pati untuk melakukan penelusuran langsung di sekolah.
Baca juga: Pemkab Grobogan Gratiskan Pengobatan Korban Terduga Keracunan MBG
Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, Budi Santosa, membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut. “Kami sedang di SMKN 4 Pati. Anak-anak mendapatkan MBG sekitar pukul 11.30 WIB dan dibagikan pukul 12.00 WIB. Setelah makan, beberapa siswa mengeluh mual dan pusing,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 20 siswa langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Programnya bernama Makan Bergizi Gratis, harapannya bikin sehat dan semangat belajar. Tapi kalau ujung-ujungnya bikin siswa kenal IGD lebih cepat dari ruang kelas, mungkin yang perlu diuji bukan cuma sampel muntahan, tapi juga dapurnya. (tb)


