Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Isu SMA Negeri baru di Pati sempat bikin rame. Ada yang khawatir, ada yang waswas, ada juga yang bingung. Tapi Pemprov Jateng akhirnya buka kartu: tenang, bangunnya nggak di mana-mana. Fokusnya jelas, wilayah yang benar-benar butuh sekolah, bukan yang sudah penuh.

T. Budianto
Last updated: Februari 10, 2026 8:40 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERIMA AUDIENSI: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bakal membangun SMA Negeri baru di Kabupaten Pati. Tapi lokasinya bukan di Kecamatan Margoyoso, melainkan di Tambakromo dan Jaken. Dua wilayah ini dinilai masih minim akses pendidikan menengah atas alias masuk zona blank spot.

Penegasan itu disampaikan langsung Wagub Jateng, Taj Yasin saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jateng, Senin (9/2/2026).

Audiensi tersebut digelar menyusul keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta terkait beredarnya sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso. Kabar itu dinilai berpotensi mengganggu ekosistem pendidikan yang sudah berjalan.

Baca juga: Lulusan SMK Menganggur, Komisi X DPR RI Desak Reformasi Pendidikan di Jateng

Dalam pertemuan itu, paguyuban menyampaikan bahwa Margoyoso sejatinya sudah “cukup padat” sekolah menengah. Saat ini, wilayah tersebut memiliki sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA, baik negeri maupun swasta.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menegaskan bahwa sosialisasi yang beredar bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia memastikan tidak ada rencana pembangunan SMA Negeri di Margoyoso.

“Kita tidak punya rencana pembangunan SMA di Margoyoso. Rencana itu adanya di Tambakromo dan Jaken,” tegas Yasin. Menurutnya, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih ada wilayah di Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah atas. Tambakromo dan Jaken menjadi prioritas karena hingga kini belum terlayani secara optimal.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memastikan aspek administrasi dan komunikasi publik, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

Blank Spot

Senada, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menjelaskan bahwa berdasarkan basis data Disdik Jateng, terdapat dua kecamatan di Pati yang masuk kategori blank spot pendidikan.

“Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru. Sesuai arahan Kepala Dinas dan hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur,” ujar Kusno.

Terkait tindak lanjut, pihaknya akan mengecek apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati mengenai usulan pendirian SMA Negeri di Margoyoso. “Kalau ada surat, akan kami jawab secara tertulis sesuai arahan Pak Wagub. Tapi kalau belum, fokus kami tetap di Tambakromo dan Jaken,” jelasnya.

Baca juga: Lulusan SMK Menganggur, Komisi X DPR RI Desak Reformasi Pendidikan di Jateng

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso, Birhad, menegaskan wilayahnya sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah. Ia berharap pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas, bukan sekadar menambah bangunan.

“Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Jadi intinya jelas: SMA Negeri itu bukan soal nambah gedung biar kelihatan kerja, tapi soal hadir di tempat yang benar-benar butuh. Karena sekolah bukan rebutan lokasi strategis, yang penting, anak-anak nggak rebutan bangku. (tebe)

You Might Also Like

Sampah Mau Disulap Jadi Listrik, Semarang Gaspol Tapi Masih Nunggu Tim

Karang Taruna Jateng Dikasih PR Baru: Kawal Desa, Lawan Kemiskinan!

UMK Semarang Lagi Digodok: Target Naik, Tapi Tetap Ikut Aturan Main

Semarang Harus Siap Kalau Langit Lagi “Bad Mood”

14 Daerah di Jateng Kena Sanksi karena Tak Becus Urus Sampah di TPA

TAGGED:headlinepemprov jatengpendidikan jatengsekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Uji Coba Kontra PSIM EPA, PSIS Mantapkan Skuad
Next Article LDA Minta Dana Hibah Keraton Diaudit

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Langkah Keliru Indonesia Memasuki Perang Orang Lain

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dugderan 2026 Muter Kota: Dari Balai Kota Sampai MAJT

Februari 8, 2026
Hukum

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

Februari 4, 2026
Pendidikan

Santri Kuliah Sampai Luar Negeri, Kenapa Enggak?

Februari 8, 2026
Cacahan uang kertas Rp100 ribu yang dibuang di TPS liar Bekasi.
Viral

Heboh! Cacahan Uang Kertas Rp100.000 dan Rp50.000 Dibuang di TPS Liar Bekasi, Duit Siapa?

Februari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?