BACAAJA, SEMARANG– Komisi B DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota untuk segera menghidupkan kembali aset daerah Plaza 1 Simpang Lima yang sudah lama kosong. Pasalnya, bangunan eks Matahari itu dinilai masih layak pakai, tapi rawan rusak jika terus dibiarkan tanpa aktivitas.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengatakan hasil inspeksi menunjukkan kondisi bangunan masih utuh. Namun, ia mengingatkan, aset daerah bisa cepat menua kalau dibiarkan mangkrak.
“Kami tidak ingin aset daerah ini terlantar. Hari ini masih utuh, tapi kalau terus kosong ya lama-lama rusak. Karena itu kami mendorong Dinas Perdagangan segera mengoptimalkan pemanfaatannya,” ujar Joko saat sidak di Plaza Simpang Lima belum lama ini.
Baca juga: Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?
Sebagai langkah awal, Komisi B mengusulkan pemanfaatan sementara, terutama menjelang dan selama Ramadan. Konsepnya sederhana tapi relevan: kuliner dan UMKM. “Ramadan itu momen paling pas buat kuliner. Ini bisa memancing keramaian dan menghidupkan lagi denyut ekonomi di kawasan Simpang Lima, sambil nunggu investor besar,” katanya.
Potensi Besar
Menurut Joko, Plaza Simpang Lima masih punya potensi besar. Lokasinya strategis dan terintegrasi dengan hotel, sehingga ke depan bisa dikembangkan sebagai pusat aktivitas kota yang lebih modern.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyatakan, pihaknya siap mengelola plaza tersebut, asalkan proses penyerahan aset dari BPKAD sudah rampung. Ia juga mendukung ide pelibatan UMKM untuk mengisi ruang-ruang kosong di Plaza Simpang Lima.
Baca juga: Harhubnas 2025: Semarang Gaspol Bikin Transportasi Inklusif, Ekonomi Ikut Ngebut
“Kalau aset sudah diserahkan ke Dinas Perdagangan, tentu akan kami optimalkan. Yang penting ada aktivitas dan bisa menghasilkan pendapatan untuk Pemkot,” ujarnya. Ke depan, Dinas Perdagangan juga berencana menggandeng pihak yang punya keahlian di bidang pemasaran agar Plaza Simpang Lima kembali menarik bagi masyarakat.
Simpang Lima sudah ramai, tinggal plazanya yang perlu diajak bangun. Jangan sampai aset daerah cuma jadi bangunan nostalgia, cantik dari luar, kosong di dalam. (tebe)

