Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Es Gabus Sudah Aman, Tapi Trauma Masih Nempel
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Es Gabus Sudah Aman, Tapi Trauma Masih Nempel

Viral memang cepat, tapi dampaknya bisa lama. Suderajat, penjual es gabus yang sempat dituding jual jajanan berbahan spons, sampai sekarang masih diliputi rasa takut. Padahal, aparat yang sempat menuduhnya sudah minta maaf dan hasil lab bilang esnya aman.

T. Budianto
Last updated: Januari 28, 2026 10:07 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SERAHKAN BANTUAN: Kapolres Depok Kombes Pol Abdul Waras mendatangi langsung kediaman Sudrajat pada Selasa (27/1/2026) dan menyerahkan bantuan berupa sepeda motor. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Penjual es gabus bernama Suderajat (50), mengaku belum berani kembali berjualan. Trauma masih nempel, meski Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang sempat menuding dagangannya berbahan spons akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Polres Metro Depok bahkan mencoba “menebus kesalahan” dengan memberikan bantuan motor dan modal usaha. Tapi buat Suderajat, luka batin akibat tuduhan yang keburu viral itu belum bisa sembuh cepat. Ia mengaku khawatir dengan keselamatannya jika kembali mangkal jualan.

“Takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol,” ujarnya, Selasa (28/1/2026). Bukan cuma soal ancaman fisik, stigma juga bikin Suderajat makin waswas. Ia takut dagangannya sudah telanjur dicap negatif oleh warga. “Takut dibilang es racun,” imbuh pria yang tinggal di Bojonggede, Bogor ini.

Kasus ini bermula dari video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang polisi dan Babinsa menginterogasi Suderajat. Dalam video tersebut, es gabus yang dijual dituduh mengandung spons atau PU Foam, bahkan sempat dibakar dan disebut berbahaya.

Menyebar Cepat

Video itu menyebar cepat dan bikin publik geger. Belakangan, polisi mengakui kesalahan. Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. “Kami menyadari telah menyimpulkan terlalu cepat,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan es gabus tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya. Polisi pun menegaskan tuduhan sebelumnya tidak benar.

Namun klarifikasi datang belakangan. Dampaknya, rasa takut sudah terlanjur tertanam. Hingga kini, Suderajat masih belum yakin bisa kembali berjualan seperti dulu.

Es gabusnya sudah dinyatakan aman. Yang masih berbahaya justru satu hal: tuduhan cepat, klarifikasi belakangan, dan trauma yang keburu melekat di kepala orang kecil. (bae)

You Might Also Like

Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

KPK Klaim Selamatkan Duit Daerah, Angkanya Tembus Triliunan, Banyak Juga Bos?

Rp8 Juta, Kapal Asing, Vonis Mati Mengintai

Road Map Pemakzulan Bupati Pati Terbuka, Ini 9 Langkah Pansus DPRD Pati

Idulfitri 2026:  8.872 Warga Binaan di Jateng Terima Remisi Khusus, 57 Langsung Bebas Penjara

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Yazid Masih Jadi Tanda Tanya di Mongkrang
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi mendampingi Wamenpora RI, Taufik Hidayat, menyambut kepulangan atlet di Bandara Adi Soemarmo, Selasa (27/1/2026) malam. Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Didampingi Mahasiswa SCU, UMKM di Semarang Kewalahan Terima Order

Cordova Edupartment Lanjut Dampingi PSIS Arungi Musim 2026/27

TBRS Hidup Lagi! Sepekan Bulan Bung Karno Disulap Jadi Panggung Seni, Literasi, dan Aksi Sosial

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae)

Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Maret 8, 2026
Sepak Bola

Final Soekarno Cup 2025: Adu Tajam Wawan vs Ade Ivan, Siapa Jadi Raja Gol?

Juni 22, 2025
Info

Rumah Rehabilitasi PGOT di Banyumas Diresmikan

Desember 24, 2025
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, resmikan betonisasi jalan pakai limbah PLTU.
Info

Pertama di Jateng! Betonisasi Jalan di Klaten Ini Pakai Limbah PLTU

Oktober 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Es Gabus Sudah Aman, Tapi Trauma Masih Nempel
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?