Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Di Jateng, sawah sekarang bukan cuma soal tanam lantas panen. Salah langkah, bisa kena sanksi. Tapi kalau setia jaga lahan, ada bonus bebas pajak. Semua demi satu target besar: swasembada pangan 2026.

T. Budianto
Last updated: Januari 25, 2026 1:09 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PANEN RAYA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melakukan panen raya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, April 2025. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng mulai pasang kuda-kuda serius buat urusan pangan. Targetnya jelas: swasembada pangan nasional 2026. Caranya? Dua jalur sekaligus, naikin produksi padi dan jagung, plus menjaga sawah biar nggak berubah jadi bangunan.

Pemprov Jateng bahkan siap main tegas. Alih fungsi sawah produktif tanpa izin bisa kena sanksi administratif sampai pidana. Sebaliknya, petani yang setia mempertahankan lahan dapat insentif, mulai dari pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares bilang, posisi Jateng saat ini krusial. Tahun 2025, produksi padi Jateng ada di peringkat tiga nasional.

“Potensi kita besar, tapi tantangannya juga besar. Karena itu 2026 kita siapkan langkah yang lebih agresif,” kata Defransisco di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (24/1/2026).

Target tahun depan pun naik. Produksi padi dipatok 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), naik dari realisasi 2025 yang mencapai 9,4 juta ton. Jagung juga digenjot hingga 3,7 juta ton pipilan kering.

Baca juga: Perubahan APBD Jateng 2025: Tetap Fokus Infrastruktur dan Dukung Swasembada Pangan

Biar target itu bukan sekadar angka, Pemprov fokus memperbaiki produktivitas di sedikitnya 12 kabupaten, termasuk Cilacap, Kebumen, Brebes, Demak, Grobogan, dan Pati. Daerah dengan produktivitas di bawah rata-rata provinsi, 5,6 ton per hektare, jadi sasaran utama pendampingan.

Selain itu, indeks pertanaman didorong minimal dua kali tanam per tahun. Data produksi juga disinkronkan dengan BPS, irigasi dikuatkan bareng BBWS, dan perlindungan tanaman ditingkatkan buat menghadapi cuaca ekstrem dan hama.

Masalah terbesarnya? Sawah makin habis. Dalam periode 2019-2024, Jateng kehilangan sekitar 62 ribu hektare sawah. Tahun 2025 saja, angkanya nambah 17 ribu hektare. “Ini yang paling mengkhawatirkan. Bagaimana mau meningkatkan produksi kalau lahannya terus berkurang,” tegas Defransisco.

Insentif-Disinsentif

Makanya, skema insentif-disinsentif diberlakukan. Petani yang mempertahankan sawah bisa dapat PBB Rp0, kebijakan yang sudah diterapkan di beberapa kabupaten/kota. Tapi kalau alih fungsi tanpa izin tim tata ruang, siap-siap kena sanksi.

Bahkan, untuk sawah beririgasi teknis, pengalihfungsian wajib menyediakan lahan pengganti tiga kali lipat. “Aturannya jelas dan saat ini sudah ada ketentuan pidananya,” ujarnya. Kebijakan ini diperkuat dengan komitmen tertulis Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama para bupati dan wali kota untuk menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Baca juga: Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

“Pak Gubernur sudah menegaskan, jangan sampai ada yang bermain-main dengan alih fungsi lahan. Target swasembada pangan kita tinggi,” kata Defransisco.

Tak cuma soal lahan, Pemprov Jateng juga ingin pertanian jadi arena main anak muda. Petani milenial dan Gen Z didorong terjun lewat bantuan benih unggul, alsintan, sarana prasarana, hingga proteksi usaha tani. “Kami ingin petani makin semangat. Pertanian itu menjanjikan dan jadi kunci ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Di Jateng sekarang, sawah bukan sekadar ladang, tapi aset strategis. Dijaga dapat bebas pajak, ditinggal bisa kena pasal. Demi satu tujuan mulia: nasi tetap ada di piring, bukan cuma di wacana. (tebe)

You Might Also Like

Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin

4,2 Juta Pelaku UMKM Jadi Andalan Jateng

Solo Bakal Punya Wali Jogo Kali, Respati Resik-resik Sungai setelah Olahraga Pagi

Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara

Harga Elektronik Makin Naik, Ini Rekomendasi Smartphone di Bawah Rp5 Juta dengan Spek Mumpuni

TAGGED:dinas pertanian jatengheadlinepemprov jatengswasembada pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tumpeng Hangat dan “My Way”: Ultah Megawati Jadi Reuni Trah Bung Karno
Next Article Oplosan Elpiji Beromzet Miliaran Terbongkar di Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asean-Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

PDIP Rombak Kursi Kader di DPR, Rieke ‘Oneng’ Sekarang di Komisi Ini

Januari 20, 2026
Info

Jelang MTQ Nasional, Agustina Gembleng Satlinmas

Agustus 2, 2026
Kandang babi di Sragen telah beroperasi jauh sebelum SPPG dibangun di sebelahnya.
Info

Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi

Januari 8, 2026
Ekonomi

Bayar Pajak Kendaraan Tak Jauh Lagi, Samsat Corner Juwana Resmi Dibuka

Agustus 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?