Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cukai Seret, Target Tinggi: Jurus Purbaya “Ajak Damai” Rokok Ilegal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Cukai Seret, Target Tinggi: Jurus Purbaya “Ajak Damai” Rokok Ilegal

Penerimaan cukai lagi ngos-ngosan, tapi target 2026 tetap dipasang tinggi. Di tengah situasi itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan jurus yang langsung bikin ramai: nambah layer cukai buat “menarik” rokok ilegal masuk jalur legal. Ada yang bilang ini jalan tengah, ada juga yang nyebut langkah mundur.

T. Budianto
Last updated: Januari 18, 2026 5:17 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Rencana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menambah satu layer baru dalam struktur cukai rokok kembali memantik kontroversi. Wacana ini disebut-sebut sebagai bentuk “legalisasi” rokok ilegal demi menekan peredarannya sekaligus mendongkrak penerimaan cukai yang sedang seret.

Di satu sisi, kebijakan ini dikritik karena dinilai melemahkan semangat pengendalian tembakau. Tapi di sisi lain, pemerintah melihatnya sebagai opsi realistis di tengah maraknya fenomena down trading, konsumen beralih ke rokok lebih murah, bahkan tanpa pita cukai.

Purbaya menegaskan, penambahan layer cukai bukan untuk memanjakan rokok ilegal, melainkan mengajak mereka masuk ke sistem resmi agar mulai setor pajak dan cukai.

Baca juga: Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

“Kami akan memastikan satu layer baru, mungkin masih didiskusikan, untuk memberi ruang yang ilegal-ilegal supaya masuk jadi legal. Jadi nanti mereka bayar pajak juga,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Selama ini, rokok ilegal tak dipungut cukai karena beredar tanpa pita cukai. Padahal, rokok merupakan salah satu barang kena cukai andalan negara, selain minuman beralkohol. Hilangnya potensi penerimaan dari sektor ini jadi salah satu PR besar pemerintah.

Segera Terbit

Purbaya menyebut bakal segera berkomunikasi dengan produsen rokok yang menjadi target kebijakan layer baru tersebut. Regulasi penambahan layer Cukai Hasil Tembakau (CHT) bahkan ditargetkan terbit dalam waktu dekat.

“Nanti kalau peraturan keluar, mungkin minggu depan. Kalau mereka masih main-main, saya hantam semuanya. Nggak ada ampun lagi,” tegasnya. Langkah ini tak lepas dari kondisi penerimaan cukai yang melemah.

Sepanjang 2025, realisasi penerimaan cukai hanya mencapai Rp221,7 triliun atau 90,8 persen dari target Rp244,2 triliun. Artinya, ada bolong Rp22,5 triliun yang tak tertutup. Dibandingkan 2024, penerimaan cukai bahkan terkontraksi 2,1 persen.

Meski pemerintah tak merinci kontribusi detail cukai rokok, data APBN 2025 menunjukkan target penerimaan CHT sebesar Rp230,1 triliun, atau sekitar 94,2 persen dari target tahunan. Untuk 2026, target penerimaan cukai dipatok Rp243,53 triliun, lebih rendah dari target 2025, tapi tetap menantang.

Baca juga: Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

Soalnya, meski target 2026 tercatat tumbuh sekitar 9,8 persen dibanding realisasi 2025, Purbaya sudah memastikan tarif cukai rokok tidak naik. Catatan lain, dalam dua tahun terakhir, penerimaan cukai juga belum pernah tembus pertumbuhan dua digit.

Target dipasang tinggi, tarif nggak naik, rokok ilegal diajak “masuk sistem”. Kalau jurus ini berhasil, negara dapat duit. Kalau gagal, ya satu hal pasti: yang ilegal tetap santai, sementara yang legal terus diajak sabar. (tebe)

 

You Might Also Like

Beda Sikap! China Tolak Keras Dewan Perdamaian Trump, Indonesia Manut Amerika

Pemkot Siapkan Jalur Konektivitas Heritage, Wisata Kota Lama Bakal Terkoneksi ke Pecinan hingga Kampung Melayu

Kurator Sritex Protes 72 Mobil Disita Kejagung

Di Ambang Perang Dunia III, Alarm Atau Manuver Politik? 27 Pemimpin Eropa Rapat Darurat

Pansus Hak Angket DPRD Pati Gandeng Pakar Hukum, Siap “Kupas” Kebijakan Bupati

TAGGED:antitembakaucukai rokokgappriheadlinemenkeu purbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat
Next Article Ilustrasi tentara bayaran Rusia pada perang melawan Ukraina. Bripda Rio Ikuti Jejak Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Brimob Aceh Murka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Ekonomi

BBM di Malaysia Lebih Murah tapi Keuntungan Petronas Lebih Gede dari Pertamina, Kok Bisa?

September 24, 2025
Kecelakaan beruntun dipicu truk yang ugal-ugalan hingga tabrak mobil dan motor di Turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). (ist)
Info

Ngeri! Truk Ugal-ugalan Picu Kecelakaan Beruntun di Silayur, Polisi Ungkap Kondisi Korban

April 10, 2026
Ekonomi

Menaker Spill Rencana Program Magang Batch Baru, Ayo Fresh Graduate Siap-Siap

Maret 31, 2026
APRESIASI DARI KBRI - Wakil Duta Besar KBRI Tokyo, Maria Renata, pada Jumat (1/5/2026) secara resmi melepas 3 pengemudi tangguh asal Indonesia lulusan JIDS: Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi, yang akan bertugas untuk Meitetsu Bus di Toyota, Aichi. Ketiganya masuk jajaran sopir asing pertama yang bekerja di sektor transportasi publik di Aichi.
Info

KBRI Tokyo Kasih Apresiasi, Tiga Lulusan JIDS Jadi Driver Bus Asing Pertama di Aichi Jepang

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cukai Seret, Target Tinggi: Jurus Purbaya “Ajak Damai” Rokok Ilegal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?