Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gak Punya Lahan Strategis, 14 Desa di Temanggung Pengin Sewa Aset Negara untuk KDMP
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gak Punya Lahan Strategis, 14 Desa di Temanggung Pengin Sewa Aset Negara untuk KDMP

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 1:13 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih.
Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih.
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG – Niat sudah ada, tapi lahannya belum ketemu. Sebanyak 14 desa di Kabupaten Temanggung terpaksa mengajukan izin numpang pakai atau sewa aset milik pemerintah dan Perhutani demi bisa mendirikan gerai Koperasi Desa Merah Putih.

Pengajuan itu diajukan ke Pemkab Temanggung, Pemprov Jawa Tengah, hingga Perhutani, lantaran desa-desa tersebut tidak memiliki lahan yang dinilai cukup strategis.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Temanggung, Biwani Putri, menjelaskan saat ini prosesnya masih di tahap administrasi dan verifikasi.

Bacaaja: Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih
Bacaaja: Bikin Geger! Baru Sehari Diresmikan, Koperasi Merah Putih Percontohan di Tuban Langsung Tutup

“Karena syaratnya cukup ketat. Lahannya harus strategis dan bisa diakses kendaraan roda empat,” kata Biwani, Rabu.

Biwani menyebut, lahan untuk gerai Koperasi Merah Putih nggak bisa asal ada. Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi, mulai dari:

  • Luas minimal 1.000 meter persegi

  • Status kepemilikan jelas dan legal

  • Lokasi bukan zona rawan bencana

  • Tidak berada di jalur SUTET

  • Mudah diakses, termasuk oleh truk

Masalahnya, banyak desa yang tanahnya justru nggak memenuhi kriteria itu.

“Tanah bengkok biasanya letaknya di luar desa, terpencil, jauh dari permukiman. Padahal syaratnya harus dekat jalan dan pemukiman warga,” jelasnya.

Banyak yang masih berproses

Karena keterbatasan lahan itulah, opsi paling realistis bagi sejumlah desa adalah memanfaatkan aset milik instansi lain yang lokasinya sudah strategis.

Hingga pertengahan Januari 2026, dari total 289 desa dan kelurahan di Temanggung, baru 195 desa yang sudah masuk tahap proses pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sisanya masih berkutat di urusan lahan dan administrasi.

Targetnya jelas: koperasi bisa berdiri di lokasi yang benar-benar hidup, mudah diakses, dan nggak bikin warga ribet. Tinggal nunggu proses perizinan kelar, baru gas bangun. (*)

You Might Also Like

Mudik Sambil Lihat Laut? Rest Area KEK Batang Ini Bikin Pemudik Betah Berhenti

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

Ada Kasus Baru di Semarang, Kejari Kulik Dugaan Korupsi BUMD Rugikan Negara Rp5,2 Miliar

Gas Melon Ditambah, Masak Nataru Nggak Perlu Drama

Pemkot Semarang Siapkan Tiga SPPG Jadi Role Model

TAGGED:desagerai kdmpkoperasi desa merah putihsewa lahantemanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS. Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur
Next Article Puncak Gunung Slamet. Akhir Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Survivor Pulang Tinggal Nama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Taman Balekambang Solo.
Info

Buruan Daftar! Siapa Tahu Kamu-lah Sebenarnya CEO yang Dicari Pemkot Solo

Januari 6, 2026
Walikota Semarang Agustina Wilujeng menyalami pengurus FPRB Semarang periode 2025-2030 usai pelantikan pengurus di halaman Balaikota Semarang, Kamis (11/9/2025). Foto: dok/humas
Daerah

Mantap! Wali Kota Semarang Kukuhkan FPRB dan Gelar Gladi Lapang Hadapi Musim Hujan 2025–2028

September 11, 2025
Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
Hukum

Barisan Menteri Era Jokowi yang Terseret Korupsi, Siapa Lagi Menyusul?

September 6, 2025
Pendidikan

Stand Indonesia Diserbu di Yordania: dari Wayang sampai Es Cendol, Semua Laris Manis!

April 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gak Punya Lahan Strategis, 14 Desa di Temanggung Pengin Sewa Aset Negara untuk KDMP
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?