BACAAJA, JAKARTA – Nama Ayu Aulia mendadak ramai lagi di linimasa. Masuknya selebgram tersebut sebagai bagian dari tim kreatif Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) langsung memicu reaksi warganet.
Sorotan tak cuma tertuju pada momen pelantikan yang menampilkan Ayu berbalut batik. Unggahan lawas saat ia masih aktif di dunia modeling ikut diseret dan kembali jadi bahan perbincangan.
Beberapa postingan lama yang sebelumnya sepi komentar, kini mendadak diserbu. Warganet ramai meninggalkan pendapat, dari yang sekadar kaget sampai yang bernada kritik tajam.
Salah satu unggahan yang paling ramai adalah video saat Ayu mencoba pole dance. Dalam video itu, ia tampil dengan busana minim sambil beraksi di tiang tari.
Di keterangan video, Ayu menuliskan keseruannya saat pertama kali mencoba pole dance. Unggahan itu dibuat sekitar tiga tahun lalu dan sempat lama tanpa komentar.
“So fun baru pertama nyoba di NYX polle dance langsung ketagihan,” tulis Ayu dalam caption unggahan tersebut.
Menariknya, selama bertahun-tahun video itu nyaris tak tersentuh komentar. Baru pada akhir Desember 2025, kolom komentarnya mendadak penuh.
Sebagian warganet mempertanyakan latar belakang Ayu yang kini masuk dalam tim kreatif gerakan bela negara. Ada juga yang menyandingkan unggahan lama itu dengan peran barunya sekarang.
Komentar bernada sindiran pun bermunculan. Salah satu akun menuliskan kekecewaannya dan mempertanyakan standar yang digunakan dalam proses seleksi.
Meski begitu, Ayu tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa proses yang dilaluinya untuk masuk GBN-MI tidak instan dan tidak mudah.
Menurut Ayu, semua tetap melalui tahapan seleksi. Bahkan, bukan hanya dirinya yang ikut, tetapi juga figur publik lainnya.
Ia juga mengungkap bahwa keterlibatannya tak lepas dari peran pengacara Sunan Kalijaga. Informasi soal tes pertama kali ia dapat dari sana.
Ayu mengaku langsung tertarik saat ditawari kesempatan tersebut. Tanpa banyak ragu, ia memutuskan untuk mencoba dan mengikuti prosesnya.
Masuknya Ayu Aulia ke lingkaran tim kreatif GBN-MI pun akhirnya jadi bukti bahwa rekam jejak digital bisa kembali mencuat kapan saja.
Di tengah pro dan kontra, kisah Ayu jadi gambaran bagaimana masa lalu di media sosial kerap ikut membentuk persepsi publik hari ini. (*)


