BACAAJA, SEMARANG – Jawa Tengah lagi-lagi jadi sorotan. DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah resmi menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) serentak buat ngerombak sekaligus menyusun ulang kepengurusan baru.
Bukan sekadar formalitas, momen ini jadi sinyal kuat: PDIP Jateng lagi siap ngebut dengan formasi baru.
Di tengah dominasi figur senior, satu nama muda ikut mencuri perhatian—Pinka Haprani.
Bacaaja: PDIP Masih Keukeuh: Biar Capek ke TPS, yang Penting Rakyat Ikut Milih
Bacaaja: Banteng Jateng Ganti Nahkoda
Politisi muda yang juga anggota DPR RI itu resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Fix, ini bukan sekadar pelengkap.
Konferda ini juga dihadiri langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri, yang ngasih pesan tegas ke seluruh kader buat lebih peka sama kondisi rakyat, termasuk soal bencana dan isu lingkungan.
Mega juga ngingetin soal loyalitas dan konsistensi kerja politik buat rakyat—bukan cuma pas momen pemilu.
Acara makin panas dengan kehadiran elite PDIP lainnya seperti Puan Maharani, Ketua DPP Bidang Politik, hingga Jenderal (Purn) Andika Perkasa. Komplit.
Formasi baru: senior pegang kendali, yang muda dikasih ruang
DPP PDIP menetapkan Dolfie OFP sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Posisi Sekretaris tetap dipegang Sumanto, kader senior yang sudah malang melintang sejak era PDI tahun 1996.
Sementara kursi Bendahara dipercayakan ke Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, wajah baru parlemen yang juga aktivis Banteng Muda Indonesia (BMI).
Nah, di sinilah vibes kolaborasinya kerasa.
Masuknya Pinka Haprani sebagai Wakil Ketua menegaskan arah PDIP Jateng: senior experience ketemu energi anak muda. Pinka yang berasal dari Dapil Jateng IV (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) dikenal aktif dan konsisten di parlemen.
Menariknya, meski Pinka adalah putri Puan Maharani sekaligus cucu Megawati, posisinya bukan karpet merah.
Dalam rapat formatur yang dipimpin Dolfie OFP bersama Puan sebagai unsur DPP, Pinka ditempatkan sebagai salah satu wakil ketua—bukan posisi sentral.
Pesannya jelas: nama besar bukan jaminan jalan pintas.
Pada kesempatan itu, Dolfie OFP menegaskan, kepengurusan baru DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah nggak mau asal tancap gas. Langkah pertama yang bakal dilakukan adalah evaluasi total kondisi internal partai saat ini.
Menurut Dolfie, evaluasi itu penting biar semua langkah ke depan punya arah yang jelas, bukan sekadar jalan otomatis.
“Yang pertama tentu kita evaluasi dulu. Kami ingin tahu, sebenarnya kondisi kita kemarin itu seperti apa. Dari evaluasi itu baru kita bisa menentukan, ke depan apa saja yang harus kita kerjakan,” ujar Dolfie di sela Konferda PDIP Jateng di Hotel Patrajasa Semarang, Sabtu (27/12/2025).
Ia menegaskan, evaluasi bakal jadi pondasi awal kerja-kerja partai, sebelum masuk ke strategi dan gerak politik berikutnya. Intinya, PDIP Jateng pengin mulai dengan baca situasi, bukan nebak-nebak.
Regenerasi tanpa drama
Terpilihnya Pinka bareng Kaisar jadi bukti PDIP Jateng lagi serius ngeracik regenerasi tanpa harus ninggalin kader-kader senior.
Sumanto dan Dolfie tetap jadi jangkar, sementara figur muda disiapkan buat ambil peran strategis.
Komposisi ini sekaligus nunjukin kalau PDIP Jateng lagi main jangka panjang: stabil di dalam, adaptif ke luar.
Singkatnya, PDIP Jateng lagi nggak main-main. Seniornya solid, mudanya naik kelas. Dan Pinka? Resmi jadi bagian dari mesin utama. (*)


