BACAAJA, KARANGANYAR – Buat kamu yang punya mimpi kerja di Jepang tapi nggak mau ribet, ada kabar fresh nih. Japan Indonesia Driving School (JIDS) resmi dibuka di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (20/12/2025).
JIDS berada di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama dan berkolaborasi dengan LPK Kamisora Boyolali. Fokusnya jelas: nyiapin driver profesional asal Indonesia buat langsung gas kerja di Jepang, terutama di sektor transportasi.
Grand opening JIDS nggak main-main. Sejumlah mitra dari Jepang hadir langsung, mulai dari KSG Japan selaku agen penyalur tenaga kerja, Mr. Hikawa dan Mr. Mikami, sampai perwakilan perusahaan transportasi raksasa Tokyu Bus, yakni Mr. Hasegawa, Mr. Koyama, dan Mr. Akiyama.
Bacaaja: Gaji Driver di Jepang Tembus Rp50 Juta! JIDS Gandeng LPK Hiro & Kamisora Buka Akademi
Bacaaja: Keren! LPK Hiro-LPK Kamisora Kembali Berangkatkan Driver Bus Profesional Lulusan JIDS ke Jepang
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Direktur PT Hiro Sejahtera Bersama, Bowo Kristianto, bareng perwakilan KSG Japan dan Tokyu Bus. Acara makin lengkap dengan potong tumpeng—tanda JIDS resmi mulai jalan.
Menurut Bowo, JIDS dibangun buat nyiapin pengemudi sejak nol sampai siap kerja di Jepang, bukan setengah-setengah.
“Fasilitasnya kami siapkan serius. Ada gedung pelatihan baru, sirkuit latihan dengan standar Jepang, plus armada bus, truk, dan mobil MPV buat praktik,” jelasnya.
Peserta JIDS datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka disiapkan jadi calon driver profesional yang nantinya bakal disalurkan langsung ke perusahaan-perusahaan Jepang.

Bukan cuma skill nyetir, urusan bahasa juga jadi perhatian utama. JIDS bahkan mendatangkan langsung pengajar bahasa Jepang asli, Terada Katsuyo, buat ngajar para peserta.
“Bahasa itu kunci. Kalau mau kerja di Jepang, komunikasinya harus jalan,” kata Bowo.
Hasilnya sudah kelihatan. Saat ini, sembilan lulusan JIDS sudah berangkat ke Jepang dan bekerja sebagai pengemudi bus di Meitetsu Bus, Osaka Bus, dan Tokyu Bus. Di sektor truk, empat lulusan lainnya sudah kerja di Toso Transport, Kota Saitama.
Belum berhenti di situ, masih ada 46 siswa JIDS yang sudah lolos seleksi perusahaan Jepang dan tinggal nunggu jadwal berangkat.
Perusahaan penerimanya juga bukan kaleng-kaleng, mulai dari Fujikyu Bus, Fuji Express, Tokyu Bus, Osaka Bus, Toso Transport, Fujikawa Truck, Daiso, Fukuoka Shoko, Hiroshima Kotsu, Nemuro Kotsu, Maruka Truck, sampai Geiyo Bus. Bahkan, Tokyu Bus kembali buka peluang khusus buat kandidat driver perempuan.
Tingginya permintaan driver dari Jepang ini disambut serius oleh berbagai LPK di Indonesia. Yudo Setiyawan, pimpinan LPK Kamisora Boyolali sekaligus koordinator LPK mitra JIDS, menyebut banyak LPK daerah ikut terlibat menjaring calon peserta.
“Mulai dari LPK Manabu Ambarawa, Ibaraki Klaten, Tanaka Batang, Siapindo Kebumen, Hinata Pati, sampai LPK ZAI, Takahiro, dan Satomi di Cilacap,” beber Yudo.
Yudo bilang, LPK-LPK tersebut bertugas merekrut dan membina peserta dari daerah supaya siap masuk program JIDS dan tembus kerja di Jepang.
Dengan hadirnya JIDS, peluang kerja ke Jepang buat anak muda Indonesia makin kebuka lebar. Tinggal siapin mental, skill, dan disiplin—sisanya, biar JIDS yang urus jalannya. (*)

