Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ambisi Purbaya Pakai AI di Bea Cukai, Berapa Sih Total Biayanya?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ambisi Purbaya Pakai AI di Bea Cukai, Berapa Sih Total Biayanya?

emenkeu lagi getol banget ngebut soal digitalisasi, dan Purbaya Yudhi Sadewa punya rencana yang lumayan nekat tapi realistis: pasang sistem AI di semua Bea Cukai pelabuhan.

Nugroho P.
Last updated: Desember 12, 2025 7:23 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kemenkeu lagi getol banget ngebut soal digitalisasi, dan Purbaya Yudhi Sadewa punya rencana yang lumayan nekat tapi realistis: pasang sistem AI di semua Bea Cukai pelabuhan. Targetnya simpel, barang masuk makin rapih dicek, potensi kebocoran bisa langsung ketangkep, dan kerjaan petugas juga jadi makin efisien. Yang bikin menarik, investasi yang dibutuhin ternyata nggak sebesar yang orang bayangin.

Investasi yang Nggak Bikin Kaget
Purbaya bilang biaya pengembangan AI nasional cuma sekitar Rp45 miliar. Menurut dia, angka itu relatif kecil karena sebagian besar sistem dikembangin sendiri sama talenta internal Bea Cukai. Nggak perlu beli hardware mewah, nggak butuh server fantastis, tinggal optimalkan yang udah ada. Dia nyebut biaya utamanya cuma gaji pegawai—yang memang udah dibayar tiap bulan.

Upgrade Sistem Tanpa Drama
Meski investasinya nggak gede, Purbaya lagi memastikan AI ini bener-bener matang sebelum dipasang di semua pelabuhan. Dia minta tim refine algoritma, perbaiki sistem deteksi, dan bikin proses pemeriksaan barang impor jadi makin transparan. Menurut dia, kalau AI level nasional ini jalan sesuai target, dampaknya bakal kerasa di penerimaan negara.

Trade AI Ternyata Ngasih Kejutan
Sebelum ngomong pengembangan skala nasional, Purbaya udah nyobain dulu sistem Trade AI buatan Bea Cukai. Dari 145 pemberitahuan impor barang (PIB), AI ngasih sinyal ada potensi pendapatan yang nyangkut. Setelah dicek manual, angka finalnya tembus Rp1,2 miliar. Menurut Purbaya, ini belum apa-apa, tapi lumayan buat pemanasan.

Angka Masih Mini, Tapi Potensinya Besar
Dia ngaku hasil Rp1,2 miliar itu kecil kalau dibanding potensi kebocoran asli yang mungkin jauh lebih besar. Tapi dari “run” pertama aja udah kelihatan kalau sistem ini bisa bantu negara narik penerimaan tambahan tanpa ribut-ribut. Menurut dia, semakin algoritmanya dipoles, makin banyak celah yang bisa dideteksi.

Soal Prediksi Keuntungan, Masih Ditahan
Purbaya milih nggak melempar angka soal potensi penerimaan nasional dari seluruh sistem AI ini. Katanya masih terlalu dini. Tapi dia yakin growth-nya bakal signifikan. Kalau dengan uji coba kecil aja udah nyangkut Rp1 miliar lewat, gimana kalau diterapin di seluruh Indonesia?

Tekanan yang Berbuah Inovasi
Purbaya cerita kalau sebenarnya orang Bea Cukai itu pinter-pinter. Cuma katanya, mereka kadang perlu didorong “sedikit keras” biar ide baru keluar. Setelah “digeber”, dalam dua minggu mereka bisa munculin sistem AI yang mulai nunjukkin hasil. Menurut Purbaya, ini bukti kapasitas teknis internal sebenarnya udah ada dari dulu.

Arah Baru Pengawasan Impor
Dengan AI yang makin canggih, pola pengawasan impor diprediksi jauh lebih ketat tapi tetap efisien. Banyak keputusan yang tadinya harus dicek manual bisa diproses otomatis. Dari nilai kepabeanan sampai potensi barang under-declared, semuanya bisa terdeteksi lebih cepat. Harapannya, sistem ini bisa bikin proses impor jauh lebih transparan dan bersih.

Citra Bea Cukai Juga Ikut Dipoles
Selain soal uang negara, Purbaya pengen citra Bea Cukai ikut naik kelas. Karena selama ini institusi itu sering kena sorotan. Dengan digitalisasi besar-besaran, dia yakin ada banyak stigma yang akan hilang dengan sendirinya. Ujungnya, bukan cuma penerimaan negara yang naik, tapi juga kepercayaan publik. (*)

You Might Also Like

Inflasi Jateng: Dari Cabai Pedas sampai Emas, Tantangan dan Harapan di Tangan Luthfi–Yasin

Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”

2026, Gas Melon Nggak Bebas Lagi: Pemerintah Siapin Skema Baru

BUMD Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

TAGGED:AIbea cukaipurbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Isu Sabotase Kebakaran Terra Drone Makin Liar, Polisi Angkat Suara
Next Article Ribut Video Rasis Sunda, Warganet Desak Polisi Gerak Cepat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kapal keruk.
Info

Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!

Januari 13, 2026
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat rapat dengan Kementerian Keuangan RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Januari 31, 2026
Ekonomi

Nawal Yasin: Ipemi Jangan Sekadar Kumpul, Tapi Naikin Level

April 1, 2026
Ekonomi

Daftar Sultan Indonesia Geser-Geseran, Duitnya Bikin Kepala Cenat-Cenut

Mei 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ambisi Purbaya Pakai AI di Bea Cukai, Berapa Sih Total Biayanya?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?