Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat

R. Izra
Last updated: Desember 4, 2025 10:22 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Indonesia punya kekayaan alam melimpah. Termasuk hutan dengan segala keanekaragaman hayatinya.

Namun, bukannya dijaga, tapi justru dibabat hingga hampir habis.

Data terbaru bikin kaget: sejak 2002 sampai 2024, Indonesia udah kehilangan lebih dari 10,7 juta hektar hutan primer.

Bacaaja: Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan
Bacaaja: Hutan Tanaman Industri untuk Biomassa, Kemenhut: Rehabilitasi Lahan Kritis dan Dukung EBT

Yes, hutan primer, yang mestinya paling dilindungi. Kita jadi negara dengan kehilangan hutan primer terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Not the kind of ranking we want.

Tahun 2023 aja, hutan primer yang hilang tembus 292 ribu hektar. Tahun 2024 memang turun dikit ke 258 ribu hektar, tapi tetep aja, itu angka yang gede banget.

Di sisi lain, KLHK punya angka beda: luas hutan 2024 masih 95,5 juta hektar, dengan deforestasi netto 175 ribu hektar (udah dikurangi reforestasi).

Beda data ini muncul karena beda metode dan definisi. Tapi intinya sama: hutan kita makin menipis.

Menurut Global Forest Watch, penyebab utamanya jelas:

  • ekspansi perkebunan (terutama sawit)
  • penebangan komersial
  • alih fungsi lahan untuk industri & pemukiman

Dampaknya? Nggak Main-main 

Hutan primer itu bukan cuma “pohon banyak”. Itu rumahnya ribuan spesies unik, penyerap karbon raksasa, dan pengatur iklim alami. Jadi ketika jutaan hektar hilang:

  • habitat satwa langka lenyap
  • risiko banjir & longsor naik
  • iklim makin nggak karuan
  • masyarakat sekitar hutan kehilangan sumber hidup

Dan FYI, hutan yang diganti sama kebun sawit atau hutan tanaman industri nggak bisa gantiin fungsi hutan primer. Ekosistemnya beda 100%. (*)

You Might Also Like

5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”

Sempat Bikin Gaduh, Menag Luruskan Soal Zakat

Jateng Bakal Nerapin Hukuman Kerja Sosial, tapi Gak Semua Napi Bisa

Ngobrol Santai Bareng Rektor SCU Semarang: Mahasiswa Prioritas, Rektor Terakhir

Dua Pemotor Tewas Tabrakan di TL Dr Cipto Semarang

TAGGED:deforestasiheadlinehutan indonesiapenggundulan hutan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Panen bawang Petani Milenial Buah Karya Masyarakat Ronggolawe (MBR) Tuban. Kolaborasi Petani Milenial Tuban-Ponpes Al Aziziyah Bikin Panen Bawang Melimpah
Next Article Transfer Nyasar Rp20 M, Koper Misterius, dan Drama Lahan 700 Hektare

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Gaspol! Pembalap Muda Purbalingga Siap Tempur di Pra Porprov Jateng

September 27, 2025
Kedatangan penumpang kereta api di Stasiun Tawang Semarang.
Info

Masih Ada 22 Ribu Tiket Kereta Api! Arus Balik Semarang–Jakarta Belum Penuh

Maret 24, 2026
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
Fokus

Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah

Juni 12, 2026
Info

Adakah Vaksin Hantavirus?

Mei 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?