Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Wacana Kereta Kilat Pajajaran KDM Picu Tanya di Tengah Padatnya Moda
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Wacana Kereta Kilat Pajajaran KDM Picu Tanya di Tengah Padatnya Moda

Menurutnya, jalur nonaktif seperti Cianjur–Padalarang atau Sukabumi jauh lebih butuh sentuhan ketimbang memaksakan hadirnya kereta kilat baru. Apalagi DJKA sebenarnya sudah punya Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030 yang fokus pada reaktivasi jalur, dengan kebutuhan dana mencapai ratusan triliun.

Nugroho P.
Last updated: Desember 1, 2025 7:19 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
SHARE

BACAAJA, BANDUNG – Rencana pembangunan Kereta Api Kilat Pajajaran yang digadang bakal menempuh Jakarta–Bandung hanya dalam 1,5 jam ternyata tidak serta-merta mendapat tepuk tangan. Di atas kertas memang terdengar keren, tapi di lapangan banyak pengamat justru geleng-geleng kepala.

Djoko Setijowarno, akademisi Teknik Sipil dari Unika Soegijapranata, menilai proyek bernilai sekitar Rp8 triliun ini belum jadi kebutuhan mendesak. Ia menyarankan dana sebesar itu dialihkan saja ke sektor transportasi lain yang lebih krusial di Jawa Barat.

Menurutnya, jalur nonaktif seperti Cianjur–Padalarang atau Sukabumi jauh lebih butuh sentuhan ketimbang memaksakan hadirnya kereta kilat baru. Apalagi DJKA sebenarnya sudah punya Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030 yang fokus pada reaktivasi jalur, dengan kebutuhan dana mencapai ratusan triliun.

Saat ini opsi menuju Bandung juga sudah seabrek. Ada KA Parahyangan, layanan Whoosh yang hanya 45 menit, hingga KA lokal, bus, travel, dan tol yang fasilitasnya sudah lebih dari cukup. Karena itu, muncul pertanyaan: apa urgensinya menambah moda baru yang sebenarnya sudah ada substitusinya?

Masalah lain muncul dari klaim waktu tempuh 1,5 jam. Djoko menyebut angka itu terlalu muluk. Dengan jalur yang ada sekarang, target itu mustahil dicapai. Jika mau bangun jalur baru lengkap dengan terowongan dan jembatan, dana Rp8 triliun rasanya jauh dari cukup.

Ia juga menyoroti minimnya angkutan umum di Jawa Barat, mulai dari pedesaan, perkotaan, hingga transportasi pelajar yang nyaris tidak tersedia. Ironisnya, pelajar dilarang membawa motor, tapi fasilitas penunjangnya tidak disiapkan.

Peneliti Instran, Ki Darmaningtyas, punya pandangan serupa. Ia mempertanyakan urgensi proyek ini, mengingat dulu usulan mirip pernah ditolak saat Ignasius Jonan menjabat. Pemerintah kala itu memilih fokus pada Whoosh saja.

Darmaningtyas menyoroti masih banyak daerah di luar Jawa yang transportasinya butuh perhatian lebih. Beberapa jalur kereta di Sumatra bahkan rusak berat karena banjir, dan idealnya dana dialihkan ke sana terlebih dahulu daripada menambah proyek di Jawa.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya sudah mempresentasikan gambaran besar proyek ini. Kereta kilat versi Pajajaran itu disebut akan bisa mempersingkat waktu tempuh Jakarta–Bandung hingga 1 jam, dan terhubung sampai Garut, Tasikmalaya, hingga Banjar dalam 2 jam.

Meski konsepnya terdengar menjanjikan, wacana ini tetap memantik berbagai pertanyaan besar. Efisiensi, prioritas anggaran, hingga urgensi nyata di lapangan membuat proyek ini masih jadi perdebatan. Untuk saat ini, banyak pihak menilai, yang dibutuhkan bukan moda baru, tapi optimalisasi dan pemerataan transportasi yang sudah ada. (*)

You Might Also Like

Kecelakaan Maut di Cilacap, Empat Nyawa Melayang

Isu Sabotase Kebakaran Terra Drone Makin Liar, Polisi Angkat Suara

Jalan Kaki ke Mekah, Hendy Sumedang Buktikan Rp50 Ribu Bisa Jadi Tiket Iman

Sembilan Tewas Terinjak Saat Ibadah di Kuil Suci

BBM Campur Etanol, Bikin Mesin Ramah Lingkungan atau Malah Bikin Kantong Jebol?

TAGGED:dedi mulyadigubernur jawa baratKAIkilat pajajaran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Enam Ide Nasi Lima Ribu yang Tetep Nendang
Next Article Ilustrasi AI bubble. Gak Ada Perusahaan Aman Kalau AI Bubble Meletus? Ini Kata Bos Google

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi penumpang bersiap naik gerbong kereta api di Stasin Tawang Semarang.
Info

Stasiun Tawang Lagi Ramai-Ramainya: 42 Ribu Orang Pilih Pergi Naik KA

Desember 30, 2025
Viral

Barangkali Lupa, Ini Sosok Pendakwah Muda di Balik Aksi Cium Anak

November 13, 2025
Ridwan Kamil-Atalia Praratya.
Viral

7 Januari Jadi Garis Akhir Kisah Ridwan Kamil Atalia

Januari 4, 2026
Viral

Aktivitas Kawah Sileri Naik, Warga Diminta Tetap Waspada

Desember 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wacana Kereta Kilat Pajajaran KDM Picu Tanya di Tengah Padatnya Moda
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?