Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Doa Terakhir di Atas Lumpur, Haru yang Menutup Pencarian Pandanarum
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Doa Terakhir di Atas Lumpur, Haru yang Menutup Pencarian Pandanarum

Doa bersama membuka prosesi penutupan, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara KH Wakhid Jumlai. Suara hujan menyatu dengan isak kecil yang tak lagi bisa ditahan. “Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Wakhid lirih, membuat suasana makin syahdu.

Nugroho P.
Last updated: November 27, 2025 5:16 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Proses evakuasi korban longsor Banjarnegara.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Operasi pencarian korban longsor Pandanarum resmi ditutup, tapi kisah haru di balik tragedi ini masih kuat terasa di hati banyak orang. Di tengah hujan yang terus turun sore itu, keluarga korban, relawan, hingga Tim SAR berdiri melingkar di atas tumpukan material longsor—tempat yang kini dipenuhi kenangan dan kehilangan.

Doa bersama membuka prosesi penutupan, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara KH Wakhid Jumlai. Suara hujan menyatu dengan isak kecil yang tak lagi bisa ditahan. “Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Wakhid lirih, membuat suasana makin syahdu.

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang sejak awal terus memantau proses pencarian, mengungkapkan bahwa upaya maksimal sudah dilakukan selama 10 hari. Dari masa tujuh hari yang diperpanjang tiga hari, semua kekuatan dikerahkan, namun kondisi di lapangan membuat operasi harus dihentikan.

“Kami sudah berupaya semampunya. Keluarga juga sudah mengikhlaskan. Dengan berat hati operasi ditutup hari ini,” kata Amalia. Ia memastikan pemerintah daerah akan segera fokus pada penataan kawasan, termasuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi keluarga terdampak.

Di sisi lain, keluarga korban mencoba berdamai dengan kenyataan. Ikhsan, salah satu warga, kehilangan nenek dan budhenya yang hingga akhir tidak ditemukan. “Kami ikhlas. Yang penting doa kami terus mengalir,” katanya pelan.

Tercatat, 17 korban berhasil ditemukan sepanjang proses pencarian. Namun, 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Prosesi tabur bunga menjadi simbol penutup—penghormatan terakhir bagi mereka yang belum kembali ke rumah.

Tak hanya kehilangan, bayang-bayang trauma juga masih terasa di Dusun Situkung. Ketua Ikatan Psikolog Klinis Jawa Tengah, Gones Saptowati, mengatakan pentingnya pemulihan psikologis dilakukan secara terpadu. “Kami sudah melakukan assessment. Dari 38 anak, ada tiga yang menunjukkan kondisi kurang nyaman. Ini reaksi normal dalam kondisi tidak normal,” ungkapnya.

Art therapy hingga perhatian khusus telah diberikan kepada para penyintas. Menurut Gones, pemulihan psikologis tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong. Kolaborasi lintas lembaga, dari Polri hingga RSUD Banjarnegara, diperlukan agar pendampingan berlangsung menyeluruh.

Tak hanya anak-anak, warga dewasa pun membutuhkan sesi konseling berkelanjutan. “Kami juga menangani konseling individual rujukan Puskesmas. Dilakukan berkala supaya penyintas benar-benar pulih,” jelasnya.

Dengan operasi resmi ditutup, fokus kini bergeser ke pemulihan jiwa dan kehidupan. Di atas tanah yang masih basah oleh hujan dan air mata, warga Pandanarum berusaha bangkit kembali—pelan, tapi pasti. (*)

You Might Also Like

850 Anak dari Keluarga Miskin di Jateng Mulai Tempuh Pendidikan Berasrama

Produksi Daging Jateng Tertinggi Kedua, Anak Muda Diajak Terjun ke Peternakan

Ruwat Bumi Desa Tanjunganom Banjarnegara: Parak Iwak hingga Tenong Serba Olahan Ikan

Gubernur Jateng Ajukan Rp73 Triliun, Fokus Tangani Rob dan Banjir

Agustina Angkat 2.354 PPPK: Paruh Waktu, Tapi Komitmennya Full Time!

TAGGED:banjarnegaralomgsor banjarnegarapandamarum
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jadi Langganan Bencana Alam, Jateng Masuk Prioritas DPN
Next Article Nggak Mau Check Out dari Liga: Jafri Gaspol Cari Amunisi Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying.

BBM Aman, Elpiji Nggak Langka, Pemprov: Tenang, Nggak Usah Panik

TNI Bakal Bangun 720 Jembatan di Jateng dan DIY

Al Waqiah Dibaca Rutin, Banyak Yang Bilang Rezeki

Aturan Baru Ancam Eksistensi Pers Mahasiswa Fakultas UIN Walisongo

Hadapi Barito, PSIS Siapkan Strategi Khusus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Karang Taruna Jateng Dikasih PR Baru: Kawal Desa, Lawan Kemiskinan!

September 8, 2025
Daerah

Cilacap Membara! Massa Demo Brutal Abis, Bakar Mobil Dalmas dan Motor di Halaman DPRD

Agustus 30, 2025
Daerah

Dorong Inklusi, Nawal Yasin Minta Program Difabel Masuk ke Kecamatan Berdaya

Oktober 12, 2025
Daerah

Tol Klaten-Prambanan Resmi Dibuka, Bupati Dorong Lonjakan Wisatawan

Juli 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Doa Terakhir di Atas Lumpur, Haru yang Menutup Pencarian Pandanarum
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?