Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: “Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

“Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan

Harga bahan pangan di Semarang belakangan suka “ngegas” tanpa permisi. Tapi Pemkot punya sejumlah jurus andalan buat nge-rem. Program Pak Rahman, Kempling Semar sampe Jempol Pak Kuat jadi senjata utama buat menjinakkan lonjakan harga di wilayah rawan.

T. Budianto
Last updated: November 24, 2025 12:12 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KEMPLING SEMAR: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meluncurkan mobil "Kempling Semar" untuk memantau kenaikan harga komoditas pangan di Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang lagi ngebut banget urusan pangan selama 2025. Mulai dari nge-rem harga yang suka naik tiba-tiba, ngecek keamanan pangan biar aman dimakan, sampai ngurangin food waste yang makin hari makin jadi “musuh dalam selimut”.

Semua ini digas karena laporan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) masih nandain beberapa kecamatan status waspada harga. Alias, kalau nggak ditangani cepat, bisa bikin dapur warga ikut panik mode ON.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bilang, langkah pertama adalah nembak titik-titik yang harganya lagi panas. “Status waspada harga di Genuk dan Pedurungan langsung kita intervensi lewat Gerakan Pangan Murah dengan Ketahanan Pangan Keliling Semarang (Kempling Semar) dan Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman),” ujarnya, Jumat (21/11).

Program Kempling Semar ini ibarat pasukan mobile yang muter dari kelurahan sampai RW buat motong rantai pasok. Hasilnya? Harga jadi lebih jinak. Sejak rilis 10 Juli sampai 31 Oktober 2025, Kempling udah nongol di 640 titik, kayak konser keliling versi pangan murah.

Lokasinya dipilih berdasarkan tingkat kerentanan warga. Genuk, misalnya, jadi prioritas karena jumlah warga kurang mampunya lebih tinggi. Bukan cuma urusan harga, keamanan pangan juga jadi perhatian.

Agustina dengan bangga ngumumin capaian post market keamanan pangan sudah 87,3 persen, dan kalau digabung pre market jadi 94,27 persen, melewati target 90 persen. Pengawasan dilakukan lewat tim-tim dengan nama super unik macam “Jempol Pak Kuat”, “Mata Dewa”, “Tim JKPD”, “Kader Dermawan”, sampai “Passemarang” di 34 pasar rakyat. Semua buat satu tujuan: jangan sampai ada pangan “nakal” yang lolos.

Food Waste

Sementara itu, isu food waste juga digarap serius. Lewat program Srikandi Pangan yang baru lahir 19 Agustus 2025, Pemkot ngajarin Gerakan Sayang Pangan ke ibu-ibu rumah tangga. Targetnya: penyelamatan pangan minimal 10 persen. Biar makanan nggak cuma jadi korban PHP di kulkas. Program ini didesain buat ubah pola pikir konsumsi warga, biar nggak gampang buang makanan cuma karena “udah bosan” atau “lupa ada di kulkas”.

Di sisi lain, Kempling Semar ternyata punya dampak sosial ekonomi. Bagi warga, jelas membantu. Tapi pelaku usaha sekitar sempat was-was takut tersaingi.

Wali Kota punya solusinya: “Libatkan pelaku usaha lokal sebagai kios pangan,” katanya. Jadi bukan benturan, tapi kolaborasi. Semua strategi ini jadi fondasi Semarang buat jaga ketahanan pangan sepanjang 2025 menuju 2026.

Intinya: nggak cuma operasi pasar, tapi gabungan edukasi, pengawasan, intervensi, inovasi, dan perubahan perilaku. Dan menurut Wali Kota, Semarang bakal terus ngejaga ritme ini. “Ketahanan pangan yang lebih tangguh jadi target 2025 dan tahun berikutnya,” tegasnya. (tebe)

You Might Also Like

Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman

Jalan Undip-Unnes Akhirnya “Naik Kelas”

Gebrakan Pak Pur soal Impor Baju Bekas: Denda, Jangan Cuma Penjara!

IHSG Kembali Nyungsep 2,5% setelah Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif

Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

TAGGED:agustina wilujengharga panganpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngaduin Polisi ? Tinggal Scan Aja
Next Article Pabriknya Jalan, Anaknya Aman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

“TPS” Muktiharjo Kidul: Dari Gunung Sampah ke Calon Taman

Januari 19, 2026
Info

Gunungpati-Mijen Buktikan Merdeka Itu Nggak Harus Mahal

September 2, 2026
Ekonomi

Soal HGB di KITB, Pemprov Ikut Intervensi

April 15, 2026
PEDAGANG MENGELUH - Pedagang kecil di Pasar Ngaliyan mengeluhkan mahalnya kedelai impor sebagai harga bahan baku tempe. (dul)
Ekonomi

Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

Mei 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: “Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?