Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Dur Jadi Pahlawan Bukan karena Pernah Jadi Presiden!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gus Dur Jadi Pahlawan Bukan karena Pernah Jadi Presiden!

Gus Dur memang dikenal jenaka. Humornya mengandung kritik yang tajam. Sepanjang hidupnya, Gus Dur memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, ia jadi Pahlawan Nasional bukan karena jabatan Presiden.

R. Izra
Last updated: November 11, 2025 6:12 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Ingat ya! Gus Dur jadi Pahlawan Nasional bukan karena pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Bagi banyak orang, Gus Dur dikenal sebagai Presiden ke-4 RI.

Tapi penghargaan Pahlawan Nasional yang baru aja dianugerahkan ke beliau tahun ini, bukan karena kursi presiden, melainkan karena perjuangannya membela kemanusiaan, demokrasi, dan keberagaman.

Tahun 2001, di tengah gejolak demo besar yang menuntut dirinya turun dari kursi presiden, Gus Dur sempat bilang ke putrinya, Alissa Wahid, kalau dia bakal tetap bertahan.

“Kita itu memperjuangkan konstitusi. Kebenaran enggak bisa di-voting,” katanya.

Tapi begitu tahu ribuan santri siap “syahid” membelanya, Gus Dur langsung berubah pikiran. Ia bilang ke anaknya:

“Wis, Nak. Enggak ada jabatan yang layak dipertahankan dengan pertumpahan darah rakyat. Kita keluar.”

Dengan kaus oblong dan celana pendek, Gus Dur keluar dari Istana, melambaikan tangan, dan memilih jalan damai. Sebuah simbol: jabatan bisa ditinggalkan, tapi kemanusiaan enggak.

Jauh sebelum duduk di Istana, Gus Dur udah dikenal sebagai sosok yang berani bersuara lewat humor.

Di masa Orde Baru, dia menyindir kekuasaan lewat cerita lucu, tentang rakyat yang disuruh ketawa saat presiden tamu melucu, karena kalau enggak, bisa dihukum. Sindiran halus, tapi tajam.

Dan saat jadi presiden, Gus Dur justru buka pintu buat kebebasan. Ia mencabut larangan perayaan Imlek dan memberi ruang bagi warga Tionghoa untuk tampil di ruang publik.

Langkah kecil tapi berdampak besar, pluralisme enggak lagi cuma teori.

Tanggal 10 November 2025, di Hari Pahlawan, nama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi masuk daftar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres Nomor 116/TK/2025.

“Gus Dur berjuang untuk kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme,” ujar narator Istana saat upacara.

Keluarga Gus Dur yang hadir —Nyai Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid— menyebut, penghargaan ini bukan soal jabatan, tapi soal nilai.

“Beliau bukan jadi pahlawan karena presiden. Tapi karena perjuangannya membela yang lemah dan menjaga kemanusiaan,” tegas Yenny.

Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

Di nisannya tertulis: “Di sini berbaring seorang pejuang kemanusiaan.”

Tulisan itu terpahat dalam empat bahasa: Indonesia, Arab, Inggris, dan Mandarin.

Sampai sekarang, semangat itu masih hidup. Gus Dur ngajarin kita bahwa jadi pahlawan enggak perlu jabatan tinggi.

Cukup hati yang besar, keberanian untuk jujur, dan cinta yang tulus buat sesama.

“Semoga teladan beliau terus hidup dalam setiap langkah kecil kita untuk menjaga kemanusiaan dan persaudaraan di bumi Indonesia,” Yenny Wahid. (*)

You Might Also Like

AKBP Basuki Minta Dihukum Ringan, Manfaatkan Celah di KUHP Baru

Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Manis HSN 2025

IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya

9 Juta Orang Jateng Terima Manfaat MBG

Dana Dipangkas 80 Persen, LPM Missi UIN Walisongo Tetap Berkarya

TAGGED:gus durheadlinekh abdurrahman wahidPahlawan Nasionalpresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Timnas Indonesia cetak sejarah setelah kalahkan Honduras 2-1. Timnas Indonesia Cetak Sejarah di Piala Dunia U17, Kalahkan Honduras
Next Article Bagaimana Mengumpat Menyelamatkan Kita dari Kegilaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Info

Isu Trump Masuk RS Meledak, Gedung Putih Bantah Keras

April 6, 2026
Info

Pemprov-Baznas Salurkan 8.000 Paket Sembako

Maret 14, 2026
Info

Banjir Solo Bukan Sekadar Hujan Biasa, BNPB Sebut Penyebabnya

April 16, 2026
Ekonomi

Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Dur Jadi Pahlawan Bukan karena Pernah Jadi Presiden!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?