BACAAJA, TIONGKOK – Kisah seru datang dari langit Tiongkok. Sebuah pesawat Air China yang mestinya terbang manis dari Hangzhou ke Incheon, Korea Selatan, mendadak harus belok arah gara-gara satu benda kecil: powerbank. Yup, benda penyelamat baterai ponsel itu malah bikin deg-degan satu kabin.
Awalnya semua berjalan normal. Penumpang santai, lampu kabin redup, dan pramugari mulai membagikan minuman. Tapi suasana tenang itu mendadak buyar saat muncul percikan api dari kompartemen bagasi di atas kepala. Dalam hitungan detik, asap hitam tebal menyebar dan bikin semua mata langsung menatap ke arah sumbernya.
Ternyata, si biang kerok adalah sebuah powerbank yang disimpan di kabin. Entah karena overheat atau faktor usia baterai, alat kecil itu meledak dan terbakar spontan. Kru kabin langsung sigap, memadamkan api pakai alat pemadam portabel.
“Baterai litium terbakar di dalam bagasi kabin penumpang,” tulis Air China di akun Weibo resminya. Mereka menegaskan, tidak ada korban luka dan semuanya berhasil ditangani sesuai prosedur darurat.
Tapi pilot jelas tak mau ambil risiko. Alih-alih lanjut ke Incheon, pesawat dialihkan dan mendarat darurat di Bandara Internasional Pudong, Shanghai. Keselamatan tetap nomor satu.
Sebuah video dari penumpang pun sempat viral di media sosial. Terlihat api menyala di atas kursi penumpang, lalu seseorang panik mencoba memadamkannya pakai botol air. Adegan itu bikin warganet ngeri-ngeri penasaran—betapa benda sekecil powerbank bisa bikin satu pesawat berbelok arah.
Menurut laporan Jimu News, asapnya cukup pekat, bikin beberapa penumpang terbatuk. Tapi berkat reaksi cepat kru, situasi bisa dikendalikan sebelum api merambat.
Data dari Flightradar24 juga menunjukkan jalur penerbangan CA139 yang sempat berputar di atas laut. Pesawat take off dari Hangzhou jam 09.47 pagi, lalu mendarat darurat sekitar pukul 11.00 di Shanghai. Waktu yang terasa panjang bagi siapa pun di dalam kabin itu.
Untungnya, semua penumpang selamat dan tak ada yang cedera. Setelah pesawat parkir aman di landasan, seluruh penumpang dievakuasi dan menjalani pemeriksaan keamanan.
Sementara powerbank yang terbakar? Ya, sudah hangus total—dan jadi bukti nyata kalau benda kecil bisa bikin drama besar di udara.
Kasus seperti ini bukan pertama kali. Beberapa tahun terakhir, powerbank memang jadi salah satu sumber risiko penerbangan paling sering. Baterai litium di dalamnya bisa overheat dan terbakar kalau rusak atau kualitasnya rendah.
Makanya, maskapai penerbangan selalu ngingetin penumpang buat nggak naruh powerbank di bagasi terdaftar. Barang itu harus dibawa ke kabin dan disimpan dengan hati-hati.
Tapi, ya begitulah, kadang masih ada yang nekat. Entah karena lupa, atau sekadar menganggap sepele. Padahal kalau sampai panas dan meledak, risikonya nggak main-main.
Insiden Air China ini jadi pengingat keras buat semua traveler: jangan remehkan barang kecil yang bisa menyimpan daya sebesar itu.
Sekadar nge-charge ponsel sih oke, tapi pastikan powerbank-nya bersertifikat aman dan nggak bocor baterainya.
Kalau powerbank mulai aneh—panas berlebihan, menggembung, atau ngeluarin bau aneh—mending langsung disingkirkan. Jangan tunggu jadi headline berita.
Untung saja kali ini semua berakhir aman. Tapi tetap aja, drama “powerbank ngamuk di udara” ini bakal lama diingat para penumpang Air China penerbangan Hangzhou–Incheon.
Dan mungkin, setelah kejadian ini, mereka semua bakal mikir dua kali sebelum bawa powerbank tanpa ngecek kondisinya dulu. (*)


