Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?

Jateng ngebut bangun koperasi. Bukan satu dua, tapi ribuan. Totalnya? Udah tembus 5.503 gedung Koperasi Merah Putih. Kedengarannya banyak banget. Tapi pertanyaannya simpel: ini bakal jadi mesin ekonomi warga, atau cuma bangunan keren yang lewat doang di timeline?

T. Budianto
Last updated: April 11, 2026 2:02 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Pengurus Kopdes Merah Putih Pekopen menjalankan usaha koperasi dengan menjual saruy-sayuran segar, Kamis (1072025). (humas pemprov)
LAYANI ANGGOTA: Pengurus Kopdes Merah Putih Pekopen melayani anggota, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jateng terus jalan. Data terbaru nyebutin, dari 8.523 koperasi yang sudah berbadan hukum, ada 5.887 yang sudah punya titik lokasi pembangunan. Dan dari situ, 5.503 di antaranya sudah masuk tahap pembangunan.

Yang benar-benar selesai? Baru 1.456 unit. Tapi tetap aja, angka ini bikin Jateng nangkring di posisi kedua nasional soal pembangunan koperasi. Lumayan flex, sih. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy S Bramiyanto bilang, koperasi-koperasi ini mulai keliatan “kerjanya”.

Baca juga: 71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap 4×4 Buat Gas Ekonomi Desa

Beberapa sudah ikut nyuplai bahan buat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ada juga yang kolaborasi sama Bulog lewat Gerakan Pangan Murah, dengan transaksi yang katanya sudah nyentuh Rp9,5 miliar. Bahkan jelang Lebaran, koperasi juga ikut bantu stabilisasi pasokan pangan.

Di level pusat, Penasehat Khusus Presiden bidang politik dan keamanan, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana juga ngelihat Jateng punya modal kuat. Desa banyak, budaya gotong royong juga masih hidup, kombinasi yang cocok buat koperasi berkembang.

Harus Kolaborasi

Tapi dia juga ngingetin, ini bukan kerja satu pihak. Harus ada kolaborasi, dari pemerintah daerah, TNI, sampai BUMD. Intinya: jangan jalan sendiri-sendiri kalau mau hasilnya kerasa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi kasih penegasan penting, nggak semua koperasi harus seragam. Tiap daerah punya karakter sendiri, jadi pendekatannya juga harus beda-beda.

Baca juga: Kopdes Merah Putih di Jateng Sudah Beroperasi, Ini Kata Gubernur Luthfi

Bahkan dia secara tegas bilang, nggak harus satu desa dipaksa punya satu koperasi. Pendekatan ini dianggap penting biar koperasi nggak cuma jadi proyek angka, tapi benar-benar hidup dan relevan sama kebutuhan warga.

Ribuan bangunan sudah berdiri, angka-angka juga makin cakep buat laporan. Tinggal satu hal yang belum bisa dibangun pakai beton: kepercayaan dan konsistensi. Karena pada akhirnya, ekonomi warga nggak bakal bergerak cuma gara-gara ada papan nama “koperasi” di depan gedung. (tebe)

 

You Might Also Like

KNPI dan Kesbangpol Semarang Hadirkan Forum Debat Kekinian, Mahasiswa Bicara Tanpa Batas

KLB Keracunan MBG: Enam Langkah Pemerintah

Respati Buka Pintu Lebar buat Pelaku Kreatif di Solo: No Pungli, No Ribet

Walhi: Banjir Itu Bukan Takdir

Dukung Generasi Emas, Pemkot Genjot Raperda Pendidikan Inklusif

TAGGED:headlinekopdes merah putihkoperasipemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Demokratisasi Akses Literasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Dasar
Next Article Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul) Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Anggrek ke Geopolitik: Megawati Diminta Turun Tangan Redam Panas Timur Tengah

Lari Sampai Nanjak 82 Km? Di Ungaran, Capek Jadi Wisata

Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH

BRIN: Enam Kota/Kab di Jateng Masuk Daftar Paling Maju di Indonesia

Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)

Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Tujuh Fraksi Kompak Tunjangan DPR Dievaluasi

Agustus 31, 2025
Petugas KPK memamerkan 5 koper uang yang disita dari 'safe house' Bea Cukai di Jakarta Pusat.
Hukum

KPK Pamerkan Uang 5 Koper Hasil Sitaan ‘Safe House’ Bea Cukai di Jakarta

Februari 27, 2026
Ekonomi

UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2025, Nawal Yasin: Saatnya Naik Kelas!

Oktober 1, 2025
Info

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Diluncurkan

Maret 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?