BACAAJA, SEMARANG- Tanggal 2 Mei 2026 bakal jadi momen spesial buat warga Kota Semarang. Di usia ke-479, kota ini nggak cuma rayain ulang tahun dengan seremoni, tapi juga dengan “bagi-bagi kebaikan” lewat 17 kado buat warganya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bilang tema tahun ini adalah “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat”. Intinya, bukan cuma pemerintah yang jalan, warganya juga diajak ikut bergerak bareng.
“Ini refleksi gerak kolektif. Dari tradisi sampai modernisasi, semuanya digabung jadi energi buat bikin Semarang makin maju,” jelasnya, Sabtu (11/4). Yang bikin menarik, perayaan kali ini nggak cuma simbolis. Pemkot literally “turun tangan” kasih manfaat langsung lewat 17 kado yang nyentuh banyak sektor.
Baca juga: Kado HUT Semarang, PBB Diskon 10 Persen
Mulai dari yang paling kerasa: transportasi. Layanan BRT Trans Semarang bakal gratis di semua koridor selama 1-5 Mei 2026. Jadi, mau keliling kota? Tinggal naik, no saldo worries.
Belum lagi soal parkir, cukup bayar Rp479 pakai QRIS. Yup, bukan typo. Buat yang hobi olahraga, sejumlah fasilitas publik juga digratiskan. Dari Gedung Tri Lomba Juang sampai GOR Manunggal Jati bisa dipakai tanpa biaya. Bahkan Lapangan Sidodadi kasih diskon 50 persen khusus tanggal 2 Mei.
Sektor Wisata
Sektor wisata juga ikut “dibuka lebar”. Semua objek wisata di Kota Semarang gratis di hari H. Jadi yang biasanya mikir dua kali buat jalan-jalan, kali ini bisa gas tanpa mikir tiket.
Di sisi lain, Pemkot juga nyiapin program yang lebih “serius tapi penting”. Mulai dari diskon sambungan air bersih, layanan sedot tinja, sampai bantuan untuk ibu hamil risiko tinggi dan bayi dengan berat lahir rendah.
Nggak ketinggalan, ada juga skrining kesehatan gratis di 40 puskesmas, job fair buat yang lagi cari kerja, sampai layanan administrasi kependudukan buat pelajar dan penyandang disabilitas. Program kreatif juga ikut meramaikan, seperti tukar botol bekas dengan bibit tanaman, biar ultah kota sekalian ngajak warga lebih peduli lingkungan.
Baca juga: Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH
Menurut Agustina, semua “kado” ini memang dirancang biar warga benar-benar ngerasain dampaknya, bukan sekadar perayaan tahunan yang lewat begitu aja. “Hari jadi ini milik semua warga. Harapannya bisa jadi penguat ekonomi dan sosial,” tambahnya.
Di tengah hidup yang makin mahal, ulang tahun Semarang kali ini terasa seperti diskon besar-besaran versi pemerintah. Semoga bukan cuma pas ultah doang warga dimanjakan, karena yang dibutuhkan warga sebenarnya bukan kejutan setahun sekali, tapi perhatian yang konsisten tiap hari. (tebe)

