Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Tahun Baru Masehi, Dari Kalender Romawi ke Pesta Dunia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Tahun Baru Masehi, Dari Kalender Romawi ke Pesta Dunia

Jejak Tahun Baru Masehi bisa ditarik jauh ke masa Romawi Kuno. Sekitar 45 tahun sebelum Masehi, bangsa Romawi mulai menyusun sistem kalender yang jadi fondasi penanggalan modern. Kalender ini kemudian disempurnakan berabad-abad kemudian dan menjadi dasar perhitungan waktu yang kita pakai sekarang.

Nugroho P.
Last updated: Januari 1, 2026 8:18 am
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
ilustrasi perayaan tahun baru masehi.
SHARE

PERGANTIAN tahun selalu datang dengan suasana khas. Langit dihiasi kembang api, doa-doa dipanjatkan, sebagian orang memilih hening untuk merenung. Tahun Baru Masehi dirayakan hampir di seluruh penjuru dunia, tapi tak banyak yang benar-benar tahu dari mana semua tradisi ini bermula.

Jejak Tahun Baru Masehi bisa ditarik jauh ke masa Romawi Kuno. Sekitar 45 tahun sebelum Masehi, bangsa Romawi mulai menyusun sistem kalender yang jadi fondasi penanggalan modern. Kalender ini kemudian disempurnakan berabad-abad kemudian dan menjadi dasar perhitungan waktu yang kita pakai sekarang.

Perubahan besar terjadi pada 1582, saat Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian. Inilah kalender yang akhirnya dipakai secara luas dan menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun. Keputusan itu dibuat agar penanggalan tak lagi beda-beda antarwilayah.

Di masa Romawi, pergantian tahun dirayakan lewat Festival Saturnalia. Ini adalah pesta besar untuk menghormati Dewa Saturnus, penuh jamuan, hiburan, dan suasana lepas dari rutinitas. Nuansa pesta inilah yang secara tak langsung menurun ke perayaan tahun baru modern.

Seiring waktu, makna Tahun Baru ikut berubah. Ketika kalender Gregorian diadopsi oleh Gereja pada abad ke-6, Tahun Baru Masehi juga punya dimensi religius, terutama bagi umat Nasrani yang mengaitkannya dengan peringatan kelahiran Yesus Kristus.

Namun di era sekarang, Tahun Baru Masehi lebih terasa sebagai momen bersama. Batas agama dan budaya makin kabur. Tahun baru dimaknai sebagai tanda awal yang segar, kesempatan menata ulang rencana, dan waktu yang pas buat refleksi diri.

Cara orang merayakannya pun beragam. Ada kota-kota besar yang merayakannya dengan pesta megah dan hitung mundur massal. Ada juga yang memilih menyambut tahun baru dengan doa, kumpul keluarga, atau sekadar menutup hari dengan tenang.

Meski beda-beda, benang merahnya tetap sama. Tahun Baru selalu identik dengan rasa syukur atas perjalanan yang sudah dilewati dan harapan agar hari-hari ke depan bisa berjalan lebih baik.

Kini, Tahun Baru Masehi sudah jadi perayaan universal. Bukan cuma soal ganti angka di kalender, tapi simbol bahwa setiap orang selalu punya ruang untuk memulai ulang, belajar dari masa lalu, dan melangkah dengan harapan baru. (*)

You Might Also Like

Ini Tampang Mami Uthe, Muncikari Karaoke Mansion yang Tawarkan Layanan Striptis ‘Mashed Pottato’

Rahasia Tidur Nyenyak yang Diam-Diam Bikin Otak Fresh Total

Paus Leo XIV: Simbol Perubahan dari Negeri Paman Sam

Del Monte Ajukan Bangkrut Setelah 138 Tahun, Tertekan Utang dan Perubahan Selera Pasar

BPI Danantara Disuntik Modal Asing 10 Miliar USD, Rosan: dari Bank Luar Negeri

TAGGED:sejarah tahun barutahun barutahun masehi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tugu Titik Nol Kota Lama, Wajah Baru Cilacap
Next Article Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Viral, Polisi Ngakunya Proyek Masih Jalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Jangan Salah Taruh Cermin di Kamar, Bisa Ganggu Tidur dan Energi Positif!

September 19, 2025
Unik

Ceqiu Pool & Cafe Resmi Dibuka, KONI Semarang Yakin Lahir Pebiliar Muda Berprestasi

September 20, 2025
Tips

Rahasia Kulit Glowing ala Davina Karamoy, Simpel, Cepat, Tapi Tetap Kece!

Oktober 9, 2025
Unik

Menyusuri Jejak Budaya di Kota Solo, Lima Destinasi yang Tak Sekadar Tempat Wisata

Mei 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tahun Baru Masehi, Dari Kalender Romawi ke Pesta Dunia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?