BACAAJA, JAKARTA – Pidato Bahlil Lahadalia di puncak HUT ke-61 Golkar mendadak jadi sorotan, bukan hanya karena isinya yang penuh semangat, tapi juga karena pengakuannya yang jujur dan menyentuh. Di hadapan ribuan kader di Istora Senayan, ia bercerita bagaimana dirinya dulu pernah sekolah sambil menahan busung lapar—sesuatu yang membuat banyak orang terhenyak.
Bahlil mengaitkan kisah masa kecilnya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini belakangan memang sering menuai pro-kontra, namun bagi Bahlil, manfaatnya terasa nyata bagi masyarakat kecil.
“Bagi orang susah seperti saya yang pernah sekolah busung lapar, program ini (MBG) sangat mulia dan harus dilanjutkan untuk seluruh pelosok tanah air,” ujar Bahlil seperti dikutip Sabtu (6/12/2025).
Ia menyebut MBG sebagai program mulia yang seharusnya terus diperluas. Menurutnya, masih banyak warga di pelosok yang berjuang melawan masalah gizi dan kemiskinan. Itu sebabnya, ia menekankan bahwa keberlanjutan program ini tak boleh terputus.
Selain soal MBG, Bahlil juga menyinggung agenda besar negara seperti swasembada pangan dan energi. Ia optimistis 2025 menjadi titik balik, terutama karena lifting minyak Indonesia disebut akhirnya mendekati target APBN setelah bertahun-tahun selalu meleset.
Dengan nada percaya diri, Bahlil menyampaikan keyakinannya bahwa pada 2026 Indonesia tak perlu lagi impor solar. Menurutnya, arah pembangunan yang dijalankan saat ini sudah berada di jalur yang benar.
Golkar Siap Kawal Program Besar
Bahlil menegaskan komitmen Golkar untuk ikut menjaga stabilitas politik demi kelancaran program-program nasional. Ia menyebut berbagai agenda seperti sekolah rakyat, reforma agraria, internet gratis, hingga koperasi Merah Putih harus terus dijalankan tanpa hambatan.
Baginya, pemerintahan yang kuat hanya bisa terwujud jika stabilitas politik tetap terjaga. Karena itu, ia memastikan Golkar siap berada di garda depan mengawal kebijakan pro-rakyat tersebut.
Dalam acara itu, ia juga menyinggung gagasannya soal penataan ulang desain politik, meski mengaku khawatir usul itu akan dimentahkan Mahkamah Konstitusi.
Prabowo: Bahlil Itu Cerdas dan Setia
Di sesi lain, Presiden Prabowo Subianto ikut memberikan pandangannya tentang sosok Bahlil. Dengan nada santai namun penuh respek, Prabowo menyebut Bahlil sebagai orang yang cerdas, detail, dan sangat pekerja keras.
Prabowo bahkan menceritakan bagaimana Bahlil turun langsung ke lapangan, termasuk ke Sumatra, untuk memantau berbagai program. Ia menilai hal itu mungkin terjadi karena Bahlil “masih muda dan masih fit.”
Presiden juga menyinggung karakter khas orang Indonesia Timur yang dimiliki Bahlil—keras, tapi setia sampai akhir ketika sudah menetapkan pilihan hati. Baginya, kesetiaan itu adalah nilai yang mahal dan patut diapresiasi.
Prabowo kemudian memuji kepekaan sosial Bahlil. Di tengah rangkaian acara ulang tahun Golkar, Bahlil memilih untuk tidak menggelar pesta meriah. Ia justru mengubahnya menjadi malam doa bersama, menyesuaikan dengan kondisi negara yang sedang banyak tantangan.
Pilihan itu membuat Prabowo turut angkat topi. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bukti empati dan kebijaksanaan seorang pemimpin.
Jika Anda ingin versi yang lebih panjang, gaya lebih santai, atau ditambah angle tertentu, tinggal bilang saja—siap saya racikkan ulang. (*)


